You're here: My City Blogging » Jakarta » Article: Jalur Busway Akan Dipasang Palang Pintu Otomatis
Sebuah terobosan baru kembali diterapkan Pemkot DKI Jakarta. Sesuai berita di Pos Kota Online, Pemda DKI Jakarta berencana memasang palang pintu otomatis di tiap pintu masuk busway. Tahap awal akan diujicoba di pintu masuk Kwitang dan Daan Mogot.
Gubernur H. Fauzi Bowo, Minggu (31/8), mengatakan, pihaknya telah memerintahkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan uji coba di dua lokasi tersebut. “Nantinya hanya sopir Transjakarta yang bisa membuka pintu otomatis. Intinya memperlancar Transjakarta.”
Pemasangan alat di dua lokasi tersebut baru tahap uji coba. Bila, nantinya mampu menaggulangi masuknya kendaraan lain maka seluruh jalur akan dipasang. Pemasangan palang pintu otomatis tersebut lantaran jalur Transjakarta juga dimasuki kendaraan lain. Selain menghambat ketepatan watu, kondisi tersebut juga rawan terhadap kecelakaan. Sebab, tidak hanya kendaraan roda empat yang masuk tapi juga roda dua.
PENCIPTAAN PROYEK Ketua Forum Warga Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, menyatakan setuju saja dipasang pintu otomais. “Itu boleh-boleh saja, karena kenyataannya memang makin semrawut,” katanya.
Hanya saja pada jalur sempit sebaiknya tidak dipasang. “Pada ruas tertentu memang mengharuskan kendaraan lain masuk. Seperti di Kramatjati sebaiknya dibolehkan.”
Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Ahmad Husin Alaydrus, meminta agar gubernur mengkaji ulang rencana itu. “Saya kok mencium pengadaan palang pintu hanya bagian penciptaan proyek saja.”
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, M. Tauchid, mengaku pihaknya tengah mempersiapkan pemasangan alat tersebut.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
muchtar
Jalanan Bus way kadang membuat orang bingung,
karena kadang2 jalan tsb diperbolehkan oleh polisi yang mengatur pada saat ada kemacetan, tapi setelah lancar ada juga orang yang bingung apakah ini diperbolehkan masuk bus way atau tidak?
Karena ada yang masuk, maka yang lain juga masuk karena tidak tahu.
Ini yang membuat tidak konsisten, yang membuat orang bingung ditambah lagi ada area yang boleh dan ada yg tidak.
Penambahan palang mungkin bisa, tapi resiko kecelakaan makin besar. (saat malam hari, palang tsb mati lampunya shg orang tidak melihat palang tsb / rusak motornya, dll).
Tapi untuk coba boleh juga dengan palang yang ada lampunya dan sensor yang baik. Harus diperhatikan juga maintenance dan pengecekan dilapangannya harus rutin.
Harusnya kita membuat monorel khusus yang tidak menggangu jalan.
Atau pajak kendaraan tua di naikkan.
September 16th, 2008 at 6:44 am