You're here: My City Blogging » Jakarta » Article: Jakarta Akan Ditinggalkan 2,5 Juta Warganya Untuk Mudik
Masa-masa lebaran tahun ini Jakarta–seperti biasa–akan sepi lagi. Bagaimana tidak?. Seperti diberitakan oleh Berita Jakarta Online, Tahun ini, 2.485.165 warga Jakarta akan mudik ke kampung halamannya masing-masing. Jumlah ini meningkat 9 persen dibanding tahun lalu yang hanya 2.184.502 pemudik.
Prediksi ini didasarkan pada perhitungan kenaikan jumlah penumpang angkutan bus, kereta api, pesawat, dan kapal laut. Angkutan bus dan pesawat tahun ini meningkat sebesar 15 persen dari tahun 2007 lalu. Angkutan bus naik dari 856.775 penumpang menjadi 985.291 penumpang, angkutan pesawat naik dari 799.122 penumpanh menjadi 918.990 orang. Sementara angkutan kereta api naik 10 persen dibanding tahun 2007 yaitu, dari 516.957 penumpang menjadi 568.653 penumpang. Sementara angkutan kapal laut hanya naik sebesar 5 persen yaitu dari 11.648 penumpang menjadi 12.230 penumpang.
Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan bus reguler sebanyak 5.598 unit terdiri atas bus reguler AKAP DKI 2.603 unit dan AKAP non DKI 2.995 unit. Jumlah ini mengalami peningkatan 387 unit dari tahun 2007 yaitu sebanyak 5.211 unit. Bus bantuan juga disediakan dari buskota sebanyak 285 unit dan bus pariwisata 183 unit. Jadi total armada bus yang disiapkan untuk membantu arus mudik warga Jakarta sejumlah 6.066. naik sekitar 320 unit dari tahun 2007.
Bus-bus tersebut akan disiapkan di Terminal Pulogadung, Kampung Rambutan, Kalideres dan Lebakbulus, serta di 10 terminal bus bantuan yaitu terminal bus Rawamangun, Grogol, Pinangranti, Tanjung Priok, Muaraangke, Rawabuaya, Safari Darmajaya Jl Tendean/Abdul Rohim, Damri kemayoran, dan Tanah Merdeka.
Kebijakan tarif bus disesuaikan dengan keputusan Departemen Perhubungan yaitu adanya tarif batas atas Rp 150/penumpang/kilometer dan batas bawah Rp 92/penumpang/kilometer untuk wilayah I dan II (Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara). “Kesesuaian tarif akan ditempel di loket-loket,” terang M Tauchid, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Kamis (18/9).
Pemprov DKI sudah memastikan sarana angkutan kereta api sanggup melayani warga yang akan pulang kampung. Saat ini suda ada 44 lokomotif yang siap dioperasikan, 222 rangkaian kereta dan 42.266 tempat duduk. Kemudian jumlah kapal laut tersedia 23 unit dengan kapasitas 27.889 tempat duduk. Dan angkutan udara telah tersedia 210 pesawat yang berkapasitas 28.258 tempat duduk.
Untuk mengamankan arus selama arus mudik berlangsung, Pemprov DKI Jakarta akan mengerahkan 1.381 personel dengan dibantu 18 ribu personel kepolisian. Personel keamanan ini akan disebar di terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan.
Personel Pemprov DKI Jakarta ini terdiri atas unsur pimpinan dan sekretariat sebanyak 27 orang, petugas posko 48 orang, petugas terminal bus 450 orang, petugas operasional lapangan 766 orang, petugas di stasiun kereta api 30 orang, petugas di pelabuhan 30 orang dan petugas di bandara 30 orang. Ratusan personil ini berasal dari Dinas Tramtib dan Linmas, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan. Seluruh personel ini akan disebar mulai H-7 hingga H+8.
“Personel ini akan disiapkan sebelum dan sesudah Lebaran,” kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta usai memimpin Rapat Muspida tentang Antisipasi Situasi Kamtibmas di Wilayah Ibukota Jakarta Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1429 H di Balaikota, Kamis (18/9).
Sedangkan untuk menjaga keselamatan pemudik selama dalam perjalanan, kata Fauzi Bowo, setiap sopir diwajibkan melakukan tes urine dan narkoba. Selain itu, setiap armada bus harus dilengkapi alat pemukul/pemecah kaca dan alat pemadam kebakaran. “Selain itu, kita akan pasang tenda pada terminal padat penumpang, pos kesehatan, pos keamanan, dan pos kebersihan. Semuanya untuk kenyamanan pemudik,” tukasnya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.