You're here: My City Blogging » Jakarta » Article: Pawai Takbiran Keliling Jakarta Dilarang
Arak-arakan pawai dalam rangka menyemarakkan takbiran menyongsong lebaran 1429 H di Jakarta tidak akan memperoleh izin. Seperti dikutip dari Berita Jakarta, Gubernur DKI Jakarta sudah mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan arak-arakan pada malam takbiran nanti di jalan-jalan protokol. Karena berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, arakan malam takbiran tidak banyak mencitrakan kegiatan positif. Jika masyarakat merasa perlu arak-arakan, disarankan melakukan disekitar lingkunganya.Larang ini karena Gubernur DKI Jakarta melihat, pawai takbiran menggunakan kendaraan bermotor keliling Kota Jakarta hanya menyebabkan penumpukan kendaraan di suatu wilayah hingga menimbulkan kemacetan. Tujuan lainya, untuk meminimalisir angka kecelakaan yang sering terjadi karena pengemudi kendaraan bertindak ugal-ugalan. “Pada malam takbiran, warga diimbau tidak bergerak berkeliling kota Jakarta. Tapi bergerak saja di kawasan perumahan masing-masing,” imbau Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta di Balaikota DKI, beberapa waktu lalu.
Mengapa demikian, lanjut dia, karena berdasarkan pengalaman tahun lalu, malam takbiran cenderung tidak dijadikan untuk suatu kegiatan positif menyambut hari kemenangan. Tidak jarang, warga berpawai secara ugal-ugalan sehingga mengganggu keamanan dan kenyamanan warga lain yang menggunakan jalan raya umum. Karenanya, Gubernur meminta agar umat Muslim yang merayakan malam takbiran, agar melakukannya di kawasan perumahan masing-masing dengan kegiatan yang positif. Atau di wilayah kelurahan dan kecamatan di masing-masing kota. “Paling tidak mereka merayakan di satu tempat dengan kegiatan positif,” ujar Gubernur.
Kendati demikian, tambah dia, bukan berarti kontrol pengawasan di jalan-jalan saat malam takbiran dikendurkan. Pemprov DKI bekerjasama dengan Polda Metro Jaya akan ikut mengamankan jalannya malam takbiran di Jakarta. Sehingga kecelakaan-kecelakaan tidak terjadi dan tidak ada lagi pengemudi sepeda motor membawa dua atau lebih penumpang dibelakangnya. Karena hal itu, menurut Fauzi yang sering menimbulkan kecelakaan.
Selain itu, mantan wagub ini juga mengimbau, agar warga yang mudik mau menitipkan rumahnya kepada para tetangga yang tidak mudik atau kepada satuan pengamanan (satpam) di lingkungannya. Dan bagi warga yang tidak mudik, Fauzi minta turut punya pertanggungawaban moral untuk bersama-sama melakukan pengamanan lingkungan. Pasalnya, pengamanan swakarsa ini menjadi andalan Pemprov DKI dalam rangka mengamankan tempat pemukiman saat arus mudik. Cara ini merupakan daya tangkal yang paling ampuh untuk mencegah terjadinya tindakan kriminalitas.
Disaat hari lebaran dan masa cuti nasional, Fauzi Bowo menyatakan semua dinas di jajaran Pemprov DKI yang melayani masyarakat tidak akan libur. Akan ada petugas yang siaga 24 jam untuk melayani kebutuhan masyarakat. Seperti Dinas Kebersihan untuk menangani sampah yang biasanya membludak saat-saat hari raya. “Pokoknya selama cuti lebaran tetap ada petuga yang bekerja melayani keperluan warga,” janjinya.
Sedangkan Irjen Pol Adang Firman, Kepala Polda Metro Jaya sesuai Rapat Muspida tentang Kamtibmas arus mudik dan arus balik bersama Gubernur DKI Jakarta di Balaikota beberapa waktu lalu menyatakan, belajar dari pengalaman tahun lalu, ternyata takbir keliling lebih banyak kegiatan mudarat daripada manfaatnya. “Sebaiknya malam takbir itu dilaksanakan di masjid-masjid dekat rumah. Ramaikan sampai pagi tidak ada masalah,” saran Adang.
Begitu juga dengan warga yang mau mudik, Adang menegaskan, selain menitipkan pada tetangga atau pada satpam. Warga juga harus mengecek rumah dalam keadaaan betul-betul aman, jangan sampai kompor dibiarkan menyala, lampu yang tidak perlu dibiarkan menyala dalam jangka waktu lama atau alat-alat listrik dibiarkan tetap berfungsi yang kemunginan dapat menjadikan kebakaran.
“Sebelum mudik, bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, harus dicek kendaraannya, patuhi aturan yang ada dan cek fisik apakah memungkinkan melakukan perjalanan jauh karena manusia ada keterbatasan dalam mengemudi kendaraan,” jelas Adang. Karena dalam minggu ini saja (19/9), satu minggu menjelang Lebaran sudah terjadi 45 kecelakaan, 84 pelanggaraan lalulintas, delapan orang meninggal, dan luka-luka 18 orang. Jika semua imbauan tidak dipatuhi warga, tambah Adang, maka tidak kemungkinan jumlah kecelakaan minggu depan bisa bertambah banyak.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.