You're here: My City Blogging » Jakarta » Article: Ditertibkan, Puluhan Taksi Bandara Bermasalah
Taksi-taksi borongan dan ber-”argo kuda” yang kerap beroperasi dan mengakali penumpang dengan trik-trik curang di kawasan Bandara Soekarno Hatta mulai ditertibkan. Sesuai berita di Pos Kota online, aparat Pemda DKI bekerjasama dengan Pemda Banten Kamis (9/10) merazia taksi tersebut dan berhasil menjaring 55 taksi yang argonya dinilai tidak benar.
Dari hasil pemeriksaan diketahui, untuk menjalankan argo kuda tersebut, supir melakukan beberapa cara di antaranya dengan mengurangi jarak tempuh yang seharusnya dihitung setiap 100 meter, tetapi diakali hanya menjadi setengahnya yakni 50 meter. Akibatnya, penumpang harus membayar dua kali lipat lebih mahal .
Trik lain yaitu dengan memasang alat berupa tombol di antara pedal rem dan gas. Alat tersebut digunakan untuk memompa laju argo hingga tidak lagi sesuai dengan tarif yang berlaku .
“Mereka tertangkap basah menggunakan argometer rusak. Tidak hanya itu, ada juga yang tarifnya lompat-lompat, ada juga yang masa berlaku tera argometernya sudah habis, tapi tetap nekat beroperasi, padahal ini Bandara Internasional,” ujar Nano Sunarto, Kasie Pengendalian Mutu Balai Metrologi Dinas Perindag DKI Jakarta, Kamis (9/10), seperti dikutip dari Berita Jakarta online.
Nano menjelaskan, segel rusak bisa saja karena faktor kesengajaan. Tapi, mungkin juga karena kelalaian. Sebab, setiap perusahaan taksi memiliki montir masing-masing. Dia menjelaskan, taksi-taksi yang argometer dan teranya bermasalah yaitu Taksi Diamond, Royal City, Borobudur, Express, Primajasa, Gading Taxi, Celebrity, dan Blue Bird. Dari sejumlah taksi itu yang paling banyak disita adalah berasal dari Taksi Diamond, sedangkan Express dan Blue Bird masing-masing satu unit.
Taksi-taksi yang melanggar tersebut diancam hukuman enam bulan kurungan atau denda sebesar Rp 1 juta. Sementara mengenai penutupan perusahaan yang melanggar, pihaknya tidak dapat langsung memutuskan. Sebab, perlu pemeriksaan lebih lanjut. Rencananya pemeriksaan ini akan dilanjutkan Dinas Perindag DKI Jakarta di Stasiun Gambir. “Banyak keluhan dari masyarakat, mereka menggunakan tarif borongan, dengan alasan argometer rusak. Karena itu, kami akan terus melakukan razia taksi, besok kami mengambil lokasi di Gambir,” tegas Nano.
Menanggapi razia tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, mengatakan, jika memang ada taksi yang masih melakukan pelanggaran maka aparat terkait dapat langsung menangkap dan memrosesnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kalau memang itu melanggar peraturan, tangkap saja dan diproses, gunakan pasal yang mana,” ujar wagub di Balaikota.
Penegakan peraturan tidak boleh dilakukan secara pilih kasih. “Yang terpenting adalah penegakan peraturan itu disesuaikan dengan buku atau kitab undang-undang yang berlaku,” imbuhnya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.