You're here: My City Blogging » Jakarta » Article: 4 Langkah Strategis Untuk Atasi Banjir di Jakarta
Empat langkah pengendalian banjir akan diupayakan oleh Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta menyongsong datangnya musim hujan tahun ini. Seperti dikutip dari Berita Jakarta dot com hari ini, Keempat upaya itu yakni melakukan peringatan dini (early warning system), operasional pengendalian banjir, peningkatan sarana dan prasarana pengendali banjir, serta menghimpun data dari tingkat kegawatan.
Budi Widiantoro, Wakil Kepala Dinas PU DKI, mengatakan, upaya peringatan dini telah dikoordinasikan dengan bagian sumber informasi dari Badan Meteorologi Geofisika (BMG), informasi pakar meteorologi, Dinas Hidro-Oseanografi TNI AL, petugas pemantau ketinggian air di hulu di tujuh lokasi titik pantau, dan partisipasi masyarakat. “Jadi tidak bisa dilakukan oleh Dinas PU sendiri, harus ada kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengendalikan banjir di Jakarta ,” kata Budi kepada beritajakarta.com, Sabtu (11/10).
Berdasarkan data Pengendalian Banjir Dinas PU DKI Jakarta, Budi menuturkan, informasi dari petugas pemantau ketinggian air di hulu menempati poisisi yang sangat penting. Saat ini ada tujuh lokasi pengamatan muka air (peil schall) yang turut membantu pemberitahuan bila terjadi luapan air besar di daerah hulu yaitu, Peil Schall Ciledug di daerah aliran sungai (DAS) Kali Angke, Peil Schall Sawangan di DAS Kali Pesanggrahan, Peil Schall Ciganjur di DAS Kali Krukut, Peil Schall Katulampa dan Peil Schall Depok di DAS Kali Ciliwung, Peil Schall Cimanggis di DAS Kali Cipinang dan Peil Schall Pondok Rangon di DAS Kali Sunter. Dipaparkannya, Peil Schall Ciledug terhubung langsung dengan Pintu Air (PA) Cengkareng Drain sehingga dapat memberikan peringatan lebih dini kepada warga di kawasan Durikosambi dan Rawabuaya. Begitu juga Peil Schall Sawangan terhubung langsung dengan PA Cengkareng Drain dan PA Koneng/Kedoya sehingga dapat memberikan peringatan dini kepada warga di kawasan Cirendeu, Pondok Pinang, Deplu, Cipulir, dan Sukabumiutara.
Informasi ketinggian air di Peil Schall Ciganjur bisa langsung dikirimkan ke Pintu Air Karet dengan daerah berpotensi banjir yaitu kawasan Puloraya, Mampang, Kebalen, dan Pejompongan. Untuk Peil Schall Depok dan Katulampa terhubung langsung dengan PA Manggarai, PA Kapitol, PA Jembatan Merah, PA Tangki, PA Pasarikan dan Pompa Pluit daerah yang bisa memberikan peringatan dini kepada warga yang tinggal di kawasan Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Kebonbatu, Bidaracina, Kampungmelayu, Bukitduri, dan Jatipinggir.
Sedangkan Peil Schall Cimanggis dan Pondok Rangon terhubung langsung dengan PA Pulogadung, Saringan Sampah Perintis dan PA Honda. Ketiga PA ini merupakan early warning system bencana banjir untuk kawasan rawan banjir di Kampungrambutan, Kramatjati, Cipinangbesar, Cipinangjaya, Cipinangmelayu, Cipinangindah, Jatinegarakaum, Pulonangka, ASMI/Perintis, dan Kelapagading.
Budi menerangkan tujuh lokasi pengamatan muka air atau Peil Schall terhubung langsung dengan satu pompa, satu saringan sampah, dan 10 pintu air. Informasi ketinggian air yang dikirimkan dari peil schall ke seluruh pintu air, akan menghidupkan alat peringatan dini ke-24 daerah berpotensi banjir. Sehingga masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut dapat segera mengungsi sebelum banjir tiba. “Dengan begitu kita dapat meminimalisir kerugian yang diakibatkan banjir tersebut. Dan para petugas pengendali banjir dapat cepat membantu warga,” terang dia.
Dinas PU DKI menyatakan kesiapan sarana dan prasarana pengendalian banjir di Jakarta sangat baik dan jumlahnya sudah mencukupi. Sarana dan prasarana yang dimiliki Jakarta hingga kini yaitu pompa sebanyak 303 unit dengan kecepatan menghisap ke luar air sebesar 324.37 meter kubik per detik.
Selain itu, juga terdapat 19 waduk pengendali banjir yang tersebar di beberapa wilayah dengan total luas mencapai 196,26 hektar, serta 26 situ dengan total luas 121,4 hektar. Belum lagi saat ini Dinas PU DKI Jakarta juga sudah menyiapkan 16 lokasi penakar curah hujan dan 442 kilometer saluran makro dan submakro ditambah 1.537 kilometer saluran penghubung. “Itu kesiapan fisik. Kalau dari kesiapan personel, kita mempunyai 931 petugas yang siap turun saat banjir tiba dan 51 posko piket banjir,” urai Budi. Dengan matangnya kesiapan sarana, prasarana, posko dan personel yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta, Budi optimis banjir di Jakarta dapat dikendalikan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.