You're here: My City Blogging » Jakarta » Article: Poster Film Seram Di Pinggir Jalan

Poster Film Seram Di Pinggir Jalan

Amril Taufik Gobel — November 5, 2008 / 9:58 am

05-11-08_0746.jpg

Tadi pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor dari atas bis AC 132 Jurusan Bekasi Timur-Lebak Bulus, saya menemukan sebuah pemandangan menarik dan sempat bikin bulu kuduk merinding. Pada Pojok Perempatan Jalan di depan Rumah Sakit Fatmawati, poster film berukuran raksasa (sekitar 4 x 2 meter) terpampang menyolok, menampilkan 2 sosok legenda horor paling tersohor di Indonesia : Kuntilanak dan Pocong.05-11-08_0746.jpg05-11-08_0746.jpg

Dua sosok mengerikan itu mejeng secara seronok dengan wajah saling berhadapan berlatar belakang warna hitam kelam. Judulnya pun sangat menghentak : Pocong vs Kuntilanak (sinopsis film dan gambar lebih jelas bisa anda lihat disini).

Spontan saya mengabadikan pemandangan itu dengan kamera handphone saya.

Mendadak, seorang pria muda berkemeja biru yang duduk tepat disebelah saya nyeletuk iseng,”Ngapain poster film seram kayak gitu diambil gambarnya Mas?. Itu kan malah nakut-nakutin pengguna jalan yang melintas disini”.

“Yaa..seru aja, ini sebuah langkah kreatif berpromosi,” sahut saya menyanggah pernyataannya.

“Hah? Kreatif bagaimana? Coba lihat tampang dua setan itu, mengerikan sekali! Bisa-bisa orang gak mau lewat jalan ini daripada kena resiko jantungan,” tukas pria itu ketus.

“Justru kalo poster film yang dipasang itu Sandra Dewi atau Luna Maya itu malah berbahaya lho,” kata saya tenang.

“Berbahaya? Apanya yang berbahaya Mas?,” serunya heran.

“Ya jelas berbahaya, itu kan’ bisa membuyarkan konsentrasi para pengemudi kendaraan, khususnya lelaki, yang lebih memilih menikmati poster film artis cantik itu dipinggir jalan. Resiko kecelakaan sangat mungkin terjadi. Apalagi jika artis di poster film itu berpakaian minim, tak hanya membahayakan arus lalu lintas, malah bisa kena tangkap karena melanggar Undang-Undang Anti Pornografi yang baru saja disahkan itu,” tutur saya dengan gaya meyakinkan.

“Waah..bisa aja nyari alasan,”kata pria itu sambil nyengir.

“Eitss..jangan salah, poster film itu ada gunanya lho, buat orang-orang kayak kita,” ujar saya dengan nada lirih dan misterius.

Pria itu mendekatkan wajah ke arah saya bersiap mendengarkan sebuah rahasia besar. “Apa gunanya, Mas?” tanyanya penasaran.

“Ya..iyalah..orang-orang jelek kayak kita ini gak perlu minder. Toh masih ada tampang yang lebih jelek lagi masih bisa nampang di poster film,” tukas saya sembari tertawa lebar.

Tapi pria itu tak tertawa.

Ia malah berkata,”Kita? Elu aja kalee..”.

Usai mengucapkan kalimat pamungkas itu, tawanya meledak.

Dan sayapun, manyun dengan sukses :D

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. Rinto

    Poster seram?
    Seram atau tidak pastinya relatif, tergantung dari orang yang melihat, takut atau tidak.
    Seram menurut seseorang, bisa jadi lucu menurut yang lain.
    Bahkan, Luna Maya atau Sandra Dewi yang cantik, bisa jadi ‘gak dianggap’ oleh orang lainnya.
    Tapi, menurut saya, yang menyeramkan adalah waktu promosi sebuah film (lupa judulnya) horor lokal, yang memajang pocong di persimpangan jalan.
    Yang saya lihat adalah di pertigaan Senayan, bbrp waktu lalu. Awalany seram sekali, sumpah, saya kaget. Tapi pas tau itu buat promosi, ya udah…. biasa aja. Dalam hati cuma berkata “kreatif juga”. Berminatkah saya menonton filmnya? Tentu tidak hehehe… bahkan judul filmnya pun saya lupa :d

    November 5th, 2008 at 3:31 pm

  2. solarismania

    beberapa poster menurut saya malah lucu, kayak hantu jamu gendong misalnya… habis gimana ga lucu, kata2 di posternya itu : Julia Perez, bohay, sexy, dll (iniii film horor apa film lawak?).

    February 18th, 2009 at 5:36 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ristianto "cnyo" — saya merupakan penduduk yang lahir,tumbuh dan berkembang di surabaya,memang benar adanya kalau eksisaensi budaya yang ada di sby kini terancam ...
  • » Padang Butuh Waktu 5 Tahun Untuk Pulih ~ Blog Archive ~ Padang (Asia Blogging Network) — [...] Gempa yang melanda Padang beberapa waktu lalu ternyata cukup dahsyat dan merusak. Setidaknya butuh waktu 5 tahun hingga didapat ...
  • Ingrid — Bantuan dari WSI ini akan disalurkan melalui Habitat for Humanity Indonesia, NGO yang memang membangunkan rumah & sekolah bagi korban ...
  • garagara — tetap waspada, sebb kita tidak bs memprediksi kondisi alam. semoga Tuhan tdk memberi cobaan yg lebih berat lg kepada kita.
  • » Rp 200 Miliar Untuk Rekonstruksi Pascagempa ~ Blog Archive ~ Padang (Asia Blogging Network) — [...] Sumbar mengeluarkan dana hingga Rp 200 miliar untuk membantu dana pemulihan dan rekonstruksi pasca gempa dan tanah longsor yang ...
  • hery — thx... untuk info2 nya....
  • hery — hmm..........
  • fajar — smoga memang pilihan yang terbaik
  • fajar — trim's infonya
  • afrizal — Pemilihan Beliau Saya fikir cukup tepat, Karana beliau adalah pekerja yang ulet dan fisioner apalagi beliau telah berhasil meng efisienkan ...