You're here: My City Blogging » Jakarta » Article: Catatan Tercecer dari Pesta Blogger 2008

Catatan Tercecer dari Pesta Blogger 2008

Amril Taufik Gobel — December 1, 2008 / 10:11 am

talkshow-1.JPG

Suasana sesi Talkshow yang dipandu oleh Enda Nasution pada acara Pesta Bloger 2008, Sabtu (22/11). Saya (berkaos biru) duduk diantara Menristek Bapak Kusmayanto dan GM Information Technology PT Telkom Bapak Indra Utoyo. Selain kami ikut pula perwakilan dari Oxfam, Mas Yudhi dari Yayasan Tunas Cendekia dan Bapak Drs.H.Sofwan Manaf dari Pondok Pesantren Darun Najah (foto by Pak Eko).

Hari Sabtu (22/11), sekitar pukul 06.30 pagi sebuah mobil Opel Blazer tiba dihalaman gerbang depan rumah saya. Pak Eko–tetangga saya di Perumahan Cikarang Baru yang juga seorang blogger dan juga rekan saya sesama kontributor di Cityblogging Bekasi–datang menemui saya yang sudah siap dengan 2 tas untuk berangkat ke dua “Pesta Blogger” di dua tempat berbeda, dengan senyum khasnya yang mempesona.

Setelah berpamitan pada istri dan kedua anak saya, kami lalu berangkat menuju lokasi acara hajatan akbar tahunan Blogger Indonesia di Auditorium Menara BPPT Lantai 3 Jalan MH.Thamrin Jakarta Pusat. Sebenarnya cukup berat beban batin saya meninggalkan keluarga di hari Sabtu dan Minggu dimana seharusnya di hari tersebut menjadi hak mereka untuk melewatkan hari libur bersama saya. Syukurlah, istri saya mendukung penuh aktifitas “sampingan” saya sebagai blogger ini. Bahkan malam sebelum berangkat ia masih sempat memeriksa apakah ada barang saya yang ketinggalan didalam tas.

Jalanan masih relatif sepi di Hari Sabtu. Pak Eko mengemudikan mobilnya dengan tangkas sembari bercerita tentang banyak hal mulai dari perkenalan pertamanya dengan blog hingga kondisi sekitar perumahan kami di Kota Jababeka yang rawan aksi perampokan. Meski saya dan Pak Eko sudah lama berkenalan lewat dunia maya, namun pertemuan kami secara fisik justru baru terjadi malam sebelumnya dirumah saya, ketika kami memutuskan untuk berangkat bareng ke acara Pesta Blogger 2008. Pak Eko dan putra bungsunya, Lilo, bertandang kerumah saya. Walau baru pertama kali jumpa fisik, namun perbincangan kami secara akrab layaknya sahabat lama.

Kurang lebih satu jam kemudian, kami sudah tiba di pelataran parkir gedung BPPT. Masih sepi, namun sejumlah blogger sudah berada di teras depan gedung menunggu waktu registrasi. Setelah memarkir kendaraan kami langsung masuk ke area pendaftaran.

suasanapendaftaran.JPG

Suasana Registrasi Pesta Blogger 2008 di lantai 1 Gedung BPPT

Setelah mendaftar di meja khusus undangan dan pembicara, saya berkenalan dengan Bapak H.Sofwan Manaf dari Pesantren Darun Najah. Sangat menarik berdiskusi bersama beliau yang berharap agar kehadiran blog dapat disosialisasikan pula di wilayah pesantren yang selama ini terkesan tertutup dan eksklusif. Blog, kata Pak Sofwan, akan menjadi sarana yang tepat bagi santri untuk mengungkapkan pemikiran dan aspirasi serta berbagi informasi.

diskusi-sebelum-jadi-nara-sumber.JPG

Berdiskusi bersama Bapak H.Sofwan Manaf dari Pesantren Darun Najah tentang upaya sosialisasi blogging dikalangan pesantren (foto by Pak Eko)

Tak hanya bersama Pak Sofwan, saya juga turut berbincang bersama sejumlah kawan blogger yang sudah saya kenal sebelumnya seperti Mas Budi Putra, Rendy Maulana, Enda Nasution, Labibah”Maknyak Zain, Thomas Arie, Iman Brotoseno, Yulyanto, dll. Oleh Mas Budi Putra saya diperkenalkan oleh Pak Tsukasa Iga kandidat Doktor dari Kobe University yang sedang mengolah penelitian tentang fenomena blogging di Indonesia. Saya juga sempat berkenalan dan menemui Mas Agus Hery Prasetyo, partner saya sebagai narasumber di Makassar keesokan harinya.

bersama-atg-01.JPG

Ber-”narsis” ria bersama Pak Eko dengan latar belakang backdrop Pesta Blogger 2008

Tak lama kemudian, rombongan komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri (AM) datang. Rombongan yang dipimpin oleh Bung Hasanuddin Tamir didampingi oleh Ketua Komunitas Angingmammiri Irayani Queencyputri terdiri atas 16 orang yang mayoritas adalah anggota AM chapter Jakarta. Menjelang pukul 09.30 WIB, suasana kian ramai. Hiruk pikuk blogger yang baru bertemu untuk pertama kali di dunia nyata ataupun yang sudah pernah berkopdar ria sebelumnya riuh rendah di lantai 1 Gedung BPPT. Saya turut merasakan euforia luar biasa dihari itu.

photoenda-fisbuk.jpg

Hiruk Pikuk suasana menjelang acara PB 2008 di lantai 1 Gedung BPPT (foto by Enda Nasution@Facebook)

Menjelang pukul 10.00, bersama kawan-kawan blogger Makassar serta Pak Eko kami menuju ke Auditorium lantai 3 digedung tersebut tempat pelaksanaan hajatan akbar para blogger Indonesia ini..

budiputradisesibreakoutsession.JPG

Budi Putra, sang profesional blogger pertama di Indonesia membawakan materi di breakout session bersama Pepih Nugraha

Memasuki lokasi acara Pesta Blogger 2008, “aroma” kemegahan acara ini begitu kental terasa. Di beberapa sudut terpampang layar besar yang menampilkan situasi diatas panggung. Kapasitas auditorium BPPT yang luas ini relatif cukup menampung 1500 orang blogger yang datang. Sejumlah blogger sudah mengambil tempat disebagian besar tempat duduk yang disediakan, beberapa yang lain mengambil di balkon atas. Termasuk “pasukan” dari Blogger Makassar Anging Mammiri. Sang Chairman PB 2008, Wicaksono Ndoro Kakung, terlihat sibuk mempersiapkan acara bersama rekan-rekan panitia PB 2008 yang mengambil tema utama “Blogging for Society” ini.

Nampak hadir pejabat pemerintah seperti Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman dan Direktur Jenderal Aplikasi Telemedia Kementerian Komunikasi dan Informatika Cahyana Ahmadjayadi mewakili Menkominfo Muh.Nuh yang berhalangan hadir serta Direktur IT PT Telkom Bapak Indra Utoyo.

Tepat pukul 10.15, Pandji sang pembawa acara “Hole in the wall” di RCTI naik panggung bersama pasangannya (cewek, lupa namanya :D ). Mereka tampak begitu kompak memandu acara pembukaan. Sang Chairman PB 2008 Wicaksono Ndoro Kakung mendapat kesempatan pertama memberikan kata sambutan khas ala postingnya diblog. Yang melekat di ingatan saya adalah celotehnya,”Apa kabar ki sanak?” yang segera disambut gemuruh tawa hadirin.

Sementara itu Pak Cahyana yang mewakili Menkominfo menyatakan melihat fenomena meriahnya acara ini bagai deklarasi sumpah pemuda 80 tahun silam. Komunitas blogger yang hadir dan beragam pada acara ini mencerminkan persatuan Indonesia. Cahyana menegaskan pula bahwa kedepan, diharapkan Blogger Indonesia mengembangkan apa yang dinamakan sebagai blog-preneur atau ngeblog yang menghasilkan uang.

Pada kesempatan lain, Menristek Kusmayanto Kadiman menekankan agar Blogger Indonesia hendaknya tetap santun dan memegang teguh etika saat memposting tulisan mereka diblog masing-masing meski ada “jaminan” blogger Indonesia tak akan dipidana. “Yang penting”, kata Kusmayanto, “asalkan sesuai dengan koridor etika dan perundangan yang berlaku, tidak akan ada penangkapan bagi blogger Indonesia”.

Usai sambutan seremonial tersebut, dilanjutkan dengan sesi talkshow. Pandji lalu memanggil moderator, Enda Nasution untuk naik keatas panggung memandu acara tersebut serta jajaran narasumber antara lain Pak Sofwan Manaf dari Pesantren Darun Najah, Mas Yudhi dari Tunas Cendekia, Wakil dari Oxfam, Menristek Kusmayanto Kadiman, saya (mewakili komunitas blogger angingmammiri Makassar) dan Pak Indro Utoyo (Direktur IT Telkom).

Sayangnya, saya merasa sesi talkshow kali ini tidak berlangsung secara maksimal. Selain waktunya sangat singkat juga pada sesi dialog interaktif bersama peserta tidak ter-eksplor dengan baik. Banyak diantara peserta PB2008, lebih memilih berjalan-jalan keluar melihat-lihat booth sponsor atau bahkan ada yang sudah mengambil jatah makan siang lebih dulu. Padahal sesi ini bisa digarap lebih menarik lagi dan tentu dengan rentang waktu yang lebih panjang. Ringkasan hasil diskusi ini bisa dibaca diblog Mbak Edratna.

talkshow-2.JPG

Lagi, narsis di sesi Talkshow, sebelum peristiwa “bisik-bisik tetangga” itu :D

Diatas panggung, saya menyerahkan kartu nama dan sebuah buku hasil kolaborasi komunitas blogger Makassar Anging Mammiri berjudul “Ijo Anget-Anget” yang akan diluncurkan keesokan harinya kepada Pak Kusmayanto yang kebetulan duduk persis disebelah kanan saya. “Buku ini adalah buku pertama hasil karya komunitas blogger berbasis daerah, pak”, bisik saya seraya mengangsurkan buku tersebut ke hadapan Pak Kusmayanto. Beliau tersenyum kagum dan berkata dengan nada pelan,”Luar biasa, ini salah satu bukti nyata Blogging for Society itu. Terimakasih dan sampaikan salam saya buat kawan-kawan anda di blogger Makassar”.

Acara berikutnya adalah penganugerahan penghargaan khusus untuk komunitas blogger. Sebelumnya ditampilkan profil dan aktifitas kegiatan sejumlah komunitas blogger di Indonesia. Gelar “Most Promising Blogger Community” diterima oleh Bali Blogger Community, sedangkan “Blogging for Society Award” jatuh ke Komunitas Blogger Yogyakarta CahAndong.

Setelah prosesi penyerahan hadiah bagi para pemenang anugerah spesial itu, giliran 5 blogger asing “naik pentas”. Mereka adalah Mark Tafoya (USA),Mike Aquino (Filipina), Anthony Bianco (Australia), Jeff Ooi (Malaysia), dan Mr.Brown (Singapura). Yang menarik pernyataan dari Jeff Ooi. “Sungguh beruntung Blogger Indonesia yang justru didukung oleh 3 Kementerian sementara hal sebaliknya terjadi di Malaysia dimana tak ada satupun dukungan pemerintah terhadap blogger disana,” kata Jeff yang juga adalah anggota legislatif Malaysia ini.

bersama-enda.JPG

Berpose bersama Enda Nasution sang “Bapak” Blogger Indonesia

Saya melewatkan waktu makan siang secara lesehan bersama Labibah “Maknyak”Zain, sang founder komunitas Blogfam. Ikut pula Mbak Indah Juli dan Dahlia nimbrung berdiskusi tentang perkembangan Blogfam dimasa depan serta persiapan Ultah kelima komunitas blog tertua dan terbesar di Indonesia ini.

Sesi breakout session berlangsung lebih seru dan memikat. Saya mengikuti sesi yang dibawakan oleh Mas Budi Putra dan Mas Pepih Nugraha yang bertajuk KEBEBASAN NGE-BLOG DI DUNIA MAYA - BATASAN DAN ETIKA. Sekitar 40-an peserta mengikuti talkshow ini. Sayang konsentrasi kadang terpecah, karena kerap kali terkena “interferensi” dari sesi talkshow yang lain yang lebih “heboh” dan kebetulan berada diruang yang sama. Akan lebih baik jika sesi breakout session diselenggarakan diruang terpisah, sama seperti yang dilakukan tahun lalu.

Tepat pukul 14.45, saya lalu berpamitan kepada Bung Enda Nasution karena mesti melanjutkan perjalanan ke Makassar dengan pesawat Lion Air JT 788 yang akan berangkat pukul 18.00 WIB. Pak Eko yang juga kebetulan ada acara lain dirumahnya mengantar saya hingga pangkalan Bis Damri ke Bandara Cengkareng yang terletak disamping Stasiun Gambir. Sampai ketemu di Pesta Blogger 2009 dan Makassar…I’m Coming!

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. eshape

    He…he…he… kalau dipikir lucu juga ya.

    Aku sudah lama pingin main ke rumah pak Ugi dan pak Yani [beruang coklat.com], gak juga punya waktu luang yang sama, begitu ada pesta blogger malah langsung ketemuan, kenalan dan jalan bareng kayak teman lamaaaaa banget.

    Salam, sukses selalu pak ATG

    eshape

    December 2nd, 2008 at 11:00 pm

  2. sibaho

    salam kenal pak… kapan blogger cikarang kumpul ?

    January 15th, 2009 at 9:38 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT