You're here: My City Blogging » Jakarta » Article: Bulan Kritis DBD : Desember-Maret

Bulan Kritis DBD : Desember-Maret

Amril Taufik Gobel — December 5, 2008 / 4:09 pm

Warga DKI Jakarta perlu waspada ancaman penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue). Diperkirakan pada sekitar bulan Desember-Maret menjadi bulan kritis dimana akan banyak terdapat korban penyakit berbahaya ini. Seperti dikutip dari Berita Jakarta online hari ini untuk mengantisipasi melonjaknya penderita demam berdarah dengue (DBD) yang diprediksi bakal terjadi pada Maret, April, dan Mei 2009, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat kembali menggalakkan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di delapan kecamatan.

Walikota Jakarta Barat, Djoko Ramadhan, mengimbau sebaiknya lebih aktif melakukan PSN selama 30 menit di rumah masing-masing. Sebab, memasuki musim hujan biasanya jentik nyamuk mulai banyak. Dan telur nyamuk aedes aegypti menetas menjadi jentik nyamuk. “Bulan Desember ini hingga Maret nanti adalah bulan kritis DBD karena dalam masa itulah perubahan iklim dari kemarau ke musim hujan terjadi, dan telur nyamuk mulai menetas dan menjadi jentik. Karena itu, harus kita berantas sedini mungkin,” ujar Djoko Ramadhan, saat pencanangan PSN di Kecamatan Kebonjeruk, Jumat (5/12).

Selain melakukan PSN, mantan Bupati Kepulauan Seribu itu juga meminta warga untuk senantiasa melakukan kegiatan 3M yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang yang menampung air. Karena jika tidak dilakukan, maka tempat-tempat tersebut akan menjadi tempat berkembangbiak nyamuk. “Saat musim banyak bermunculan genangan-genangan air, karena itu tempat-tempat yang dapat menampung air harus ditutup, kalau sudah tidak terpakai harus dikubur, dan jangan lupa selalu menguras bak mandi. Apabila 3M itu tidak dilakukan, maka tempat-tempat tersebut sangat berpotensi menjadi tempat berkembangbiak nyamuk termasuk nyamuk aedes aegypti,” ujarnya.

Djoko menuturkan, wabah DBD sebenarnya bukan penyakit baru. Sebab, jenis penyakit ini sudah muncul sejak tahun 1968 atau sekitar 40 tahun lalu. Dan sejak saat itulah penyakit mematikan ini ditetapkan sebagai musuh bersama. “Jadi saya kira tidak ada alasan untuk tidak mempedulikanya, semua elemen masyarakat harus ambil bagian” tandasnya.


Ida Bagus Nyoman Banjar, Kasudin Kesehatan Jakarta Barat menambahkan, meski saat ini belum terjadi peningkatan jumlah penderita DBD, namun masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap mewabahnya penyakit ini, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan. Ia menuturkan, hingga Desember 2008, kasus DBD di Jakarta Barat sebanyak 4.246 kasus, 4 orang diantaranya meninggal dunia. Dan dari delapan kecamatan, tiga kecamatan angka kasusnya masih cukup tinggi yaitu Kecamatan Cengkareng sebanyak 895 kasus (1 orang meninggal), Kecamatan Kebonjeruk sebanyak 870 kasus, dan terakhir di Kecamatan Palmerah sebanyak 668 kasus. Sementara di Kecamatan Kalideres tercatat sebanyak 365 kasus, Kecamatan Kembangan sebanyak 362 kasus (1 orang meninggal), Kecamatan Grogolpetamburan sebanyak 575 kasus (2 orang meninggal), Kecamatan Tambora 417 kasus, dan Kecamatan Tamansari sebanyak 297 kasus.

Nyoman menjelaskan, untuk mencegah merebaknya DBD di Jakbar, Sudin Kesehatan Jakbar telah melakukan berbagai upaya mulai dari penyuluhan ke masyarakat hingga pelaksanaan fogging serta PSN selama 30 menit. Upaya itu memang cukup berhasil, karena jumlah kasus DBD di Jakarta Barat dibilang menurun jika dibanding tahun 2007 lalu. Pada tahun lalu, jumlah kasus DBD di Jakarta Barat sebanyak 4.873 kasus, 21 diantaranya meninggal dunia. “Kita tidak boleh puas, tapi harus terus berusaha untuk menekan angka tersebut,” tukasnya.


 

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • chali hamsah — Saya ucapkan selamat mendapat penghargaan swasti saba pedapa kota Palu sebagai kota sehat kualifikasi pemantapan. Penghargaan ini merupakan dasar ...
  • ichsan abdullah — wak lulusan 99, ado yg ka reuni ndak?
  • iwan reseptionis orenz — menurut saya sebagai operator orenz saya melihat driver orenz sebagian besar ex taksi lain d karena kan ex corporation taksi ...
  • SuckerPolice — benerrrrr>>>gmn kita mao maju klo kita mau berkretifitas malah ada polisi atau sejenisnya marah2 katanya apa-apaan ini sampe ngomong kasar ...
  • septi nursanti — Saya ud jual cireng tepatnya di perum taman sentosa blok j15 no.7 dan di sweet corner cafe tapi kok sepi ...
  • Totok Suryatmo — Saya sedang mencari pekerjaan di Cikarang-bekasi saya laki-laki, berumur 32th lulusan D3 Tehnik Kimia. Sebelumnya saya pernah bekerja di Pt Plasindo ...
  • syaf — kenapa teknologi PSB nya ngg sesuai degan VIsi yg ditetapkan ? sampai saat ini masih macet ? pak wali kami ...
  • riki M,Si — kayaknya masalah kita adalah pemahaman tentang pa iru online,karena sistem online kita sama sekali g online,masak saya udah 100 kali ...
  • asman — kenapa sih pohon pohon yang ada di bekasi dtebangin. padahal masih ada pohon aja panas, gimana klo ga ada pohon. ...
  • Bambang — guwe bhams 20,sekrang guwe kat KL,guwe sangat banga atas kerja keras guru2 guwe selama ini,yang mendidik guwe jadi inshan yang ...