You're here: My City Blogging » Jakarta » Article: Maka Ambrollah Jembatan Cilincing

Maka Ambrollah Jembatan Cilincing

Amril Taufik Gobel — January 4, 2009 / 2:44 pm

Dipastikan besok (5/1) kemacetan arus lalulintas hebat terjadi dan aktivitas perekenomian bakal terhambat disebabkan ambollnya jembatan rusun Cilincing Jum’at (2/1). Jembatan itu merupakan jalur penghubung ke kawasan industri Marunda, Cakung, dan Cilincing.Seperti dikutip dari Poskota Online, Penyebab ambrolnya jembatan karena mobilitas angkutan berat yang melintas cukup tinggi. Setiap harinya, dilalui truk-truk berukuran besar yang mengangkut hasil bongkar muat dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju kawasan industri dan sebaliknya. “Sekarang sih masih libur, jadi belum terasa dampaknya,” kata Ahmad, 40, satu sopir truk, Sabtu (3/1).

Jembatan yang melintang di atas Kali Cakung Drain, Cilincing itu ambrol pukul 22.00. Lapuknya bahan material penyangga jembatan diduga kuat menjadi penyebab jebolnya jembatan. Diameter kerusakan sekitar satu setengah meter persis di tengah jalan dari arah Cakung menuju Marunda. Praktis tidak tidak ada satu pun mobil yang bisa melintas. Hasil pantauan, jembatan itu sementara hanya bisa dilintasi sepeda motor.

KESEKIAN KALI Menurut seorang pekerja yang berada di lokasi, kejadian ambrolnya jembatan itu merupakan untuk yang kesekian kalinya. Pertengahan tahun 2008 lalu kasus serupa juga terjadi, namun instansi terkait hanya melakukan perbaikan sistem tambal sulam belaka.

“Harusnya yang diperbaiki jangan di satu titik kerusakan saja, seluruh jembatan sebenarnya sudah mesti direnovasi mengingat usianya yang cukup lama,” ujarnya.

Kasat Lantas Polres Jakut, Kompol Irvan Prawira, yang dihubungi menjelaskan, kasus ambrolnya jembatan sudah terjadi empat kali. Sejumlah langkah antisipasi dan upaya pencegahan kemacetan pun sudah ditempuh aparatnya, termasuk pengalihan arus lalu lintas.

“Sekarang ini kami sudah menutup lubang kerusakan dengan triplek, hal itu kita lakukan untuk mencegah adanya insiden. Selain itu kami juga sudah memasang tulisan agar warga jangan melintasi jalur tersebut,” ujar Irvan.

Sementara itu untuk pengalihan arus dari arah Marunda akan dialihkan menuju jalan alternatif. Arus lalu lintas dari arah timur atau Marunda dianjurkan lewat Jl. Sungai Landak dan tembus Jl. Raya Cilincing, sementara dari arah sebaliknya memutar ke pertigaan Semper Timur tembus Cacing lalu memutar Jl. Kebon Baru melintasi Jl. Raya Cilincing.

“Jalan tersebut melewati pemukiman penduduk namun bisa dilalui oleh kontener, dan tembus menuju Jl. Raya Cacing,” ujarnya.

PENGEMUDI KONTENER KHAWATIR TEKOR Tak ayal, peristiwa ambrolnya jembatan menimbulkan rasa was-was di kalangan para pengemudi kontener. Sebagian dari mereka khawatir imbasnya akan berpengaruh kepada penghasilan yang akan diperoleh.

“Dari pengalaman yang lalu-lalu urusannya dipastikan tekor , kalau jalanan macet otomatis pengiriman nggak lancar. Sehari yang biasanya bisa 2 sampai 3 rit, jadi satu rit doang,” ujar Akmal, 38, pengemudi kontener asal Indramayu, Jabar.

Menurut Akmal, pengalihan arus menuju jalan alternatif dinilainya tidak efektif. Kemacetan tetap akan terjadi di jalur alternatif tersebut lantaran volume kendaraan yang akan melintas di jalan itu bakal tinggi. “Tetap aja macet, sudah begitu muter-muter lagi, solar pun akan terkuras lebih banyak,” ujarnya.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT