You're here: My City Blogging » Jakarta » Article: Warga Kecewa, Tarif Angkutan Hanya Turun Rp 200
Penurunan tarif angkutan umum yang hanya turun Rp 200,- pasca turunnya harga BBM banyak disesalkan warga. Pemda DKI dituding lebih berpihak pada pengusaha angkutan umum.
“Masa cuma turun dua ratus perak,” ujar Sugito, warga Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dengan nada kecewa eperti dikutip dari berita di Poskota Online , Selasa (6/1). “Itu sih sama saja bohong.”
Ia mengomentari rencana Gubernur DKI Jakarta menurunkan tarif buskota Rp200/penumpang, sehubungan turunnya harga BBM. Rencana itu segera diajukan pemda ke DPRD DKI untuk pengesahannya. (Pos Kota 6/1).
Menurutnya, penurunan tarif sebesar itu tidak punya pengaruh terhadap perekonomian warga. Malah bikin repot kondektur dan sopir angkutan umum.
Sugito dan sejumlah warga lain mengatakan wajarnya tarif turun antara Rp500 hingga Rp1.000/pemumpan.
Sementara itu, M. Tauchid, Kepala Dinas Peerhubungan DKI Jakarta, mengatakan nilai penurunan tersebut sudah disepakati pemda dengan Organda. Sekarang tinggal menunggu persetujuan DPRD.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Danang
biasa petinggi negara kan siap siap dapat suapan dari para pengusaha untuk pengesahaan kenaikan yang cuma Rp.200,- kan lumayan tuh uang suapnya kaya kita waktu kecil disuapin ama mak kita enak kan, yang lebih parah lagi saya pernah naik biang lala dari Pasar Senen tarif normalnya kan Rp.5.000,- untuk dua orang kan Rp.10.000,- si keneknya bilang kurang Rp.6.000,- berarti kan per orangnya Rp.8.000,- gila ngak tuh langsung duitnya saya minta lagi dan saya bilang mendingan saya naik taksi aja ……
January 18th, 2009 at 2:09 pm