You're here: My City Blogging » Jakarta » Article: Dikembangkan, 3 Lokasi Unggulan Wisata Jakarta
Ini adalah sebuah langkah strategis yang akan diterapkan oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Pemkot DKI Jakarta. Seperti ditulis oleh Berita Jakarta online, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) DKI Jakarta akan melakukan perbaikan dan mengembangkan tiga lokasi unggulan wisata di Jakarta. Ketiga lokasi unggulan tersebut yaitu kawasan Kota Tua, Kepulauan Seribu, dan Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setubabakan. Untuk mengembangkan kawasan unggulan tersebut, Dinas Parbud DKI masih berhitung berapa besar anggaran yang dibutuhkan.Karena kemungkinan perbaikan ketiganya membutuhkan dana yang tidak sedikit, Dinas Parbud DKI akan meminta kucuran dana dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Selain itu, Dinas Parbud DKI juga akan menggandeng swasta serta yayasan dalam dan luar negeri untuk membantu pembiayaan perbaikan lokasi-lokasi wisata itu. Yayasan yang dibidik berkaitan dengan program environment social, yang bersedia memberikan pendanaan bagi kegiatan perbaikan lingkungan.
Kepala Dinas Parbud DKI, Arie Budhiman, mengatakan, upaya kerja sama itu dilakukan karena aset cagar budaya di Jakarta bukan hanya milik DKI saja, namun juga milik pemerintah pusat. Apalagi dana untuk pengembangan pariwisata DKI Jakarta dari APBD dinilai tidak mencukupi. “Tahun ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengajukan anggaran kegiatan promosi sebesar Rp 60 miliar, sedangkan tahun lalu nilainya Rp 40 miliar,” kata Arie di Balaikota, Jumat (13/2). Idealnya, anggaran untuk pengembangan lokasi ungggulan wisata sebesar 30 persen dari kontribusi PAD pada APBD 2008 yang mencapai Rp 1,5 triliun.
Saat ini, Dinas Parbud DKI tengah melakukan rekapitulasi bangunan bersejarah dan lokasi wisata yang perlu diperbaiki, termasuk dana perbaikan yang dibutuhkannya. Perhitungan itu akan dijadikan acuan dalam penentuan pendanaan, apakah dari APBD, APBN, atau dari swasta. “Saya sudah berbicara dengan salah satu dirjen (direktorat jenderal-red), dan mereka menyatakan kesediaannya. Untuk yayasan akan difokuskan pada wilayah yang memiliki hubungan sister city dengan Jakarta,” ujarnya.
Arie mengungkapkan tahun ini juga akan menggenjot PAD dengan mengandalkan jumlah wisatawan domestik, menyusul berkurangnya jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jakarta. Tahun ini, Dinas Parbud DKI menargetkan jumlah wisatawan domestik mencapai 20 juta orang. Sedangkan wisatawan mancanegara 1,7 juta orang. Salah satu upaya peningkatan wisatawan domestik itu yakni dengan mengkalkulasi jumlah pengunjung ke Jakarta melalui angkutan umum seperti kereta api, pesawat, dan bus umum.
Kalkulasi jumlah pengunjung itu akan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menghitung seat capacity (kapasitas tempat duduk), angkutan umum yang masuk ke Jakarta. Diprediksikan setiap hari jumlah pengunjung yang masuk ke Jakarta sebanyak 500 ribu orang, artinya dalam setahun jumlahnya mencapai 182,5 juta orang.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.