← Kembali ke halaman depan

Arsip Penulis

KRL Jabodetabek Layak Dipuji

Ada janji dengan Ade Armando – Bang Ade, saya menyebutnya – di kampus Universitas Indonesia Depok. Kali ini saya ingin mencoba jasa angkutan kereta listrik. Saya dengar, kini ada rangkaian gerbong berpendingin udara nyaman yang diberangkatkan pergi-pulang secara teratur antara Jakarta-Bogor. Maka saya pergi ke Stasiun Kalibata dengan bus sedang. Sesampai di sana saya melihat garis antrian dibedakan [...]

Pantas Saja Mereka Kecewa

Detik.com sore ini memberitakan bahwa jumlah penumpang Trans Jakarta turun dari 210.000 menjadi 180.000 orang. Kabar itu tidak mengherankan. Sebagai pelanggan setia Trans Jakarta saya frustasi berat. Bepergian di dalam kota dengan Trans Jakarta justru memperlambat perjalanan kita, jauh lebih lama daripada mobil pribadi, bahkan mungkin bus sedang semacam Metro Mini atau Kopaja. Dulu Trans Jakarta mungkin [...]

Kebelet Pipis, Kebelet Pipis…!

Lucu juga, beberapa kali saya taksengaja melihat kondektur, supir taksi, dan supir bus, buang air kecil sembarangan. Entah di pagar tembok gedung, atau halte di pinggir jalan, atau bahkan di salah satu roda angkutan mereka sendiri. Hari ini, misalnya, saya menyaksikan seorang supir bus besar celingak-celinguk di samping pagar tembok kantor LIPI di Jalan Gatot Subroto, [...]

“Efek Sepeda Motor” Mengintai Nyawa

Naik sepeda motor di Jakarta benar-benar mengancam nyawa. Hampir semua teman atau kenalan saya yang berkendara dengan roda dua ini pernah celaka di jalan raya. Akibat kecelakaan, ada saja kawan yang persendiannya bergeser, terkilir otot, ataupun menderita luka dalam. Seorang kawan sampai-sampai tidak mampu bekerja karena gerakan anggota badannya terbatas.

Halte Dukuh Atas Lambat, Halte Senen Kacau

Karena ada janji berkaitan dengan pekerjaan, hari ini saya pergi dengan Trans Jakarta — Busway. Saya berangkat dari Warung Jati pukul 10.40 dengan Trans Jakarta. Angin dari pendingin udara menyejukkan badan yang gerah karena tadi menunggu di kotak alumunium yang berhawa panas. Penumpang masih penuh. Tapi tidak sesesak satu jam yang lalu. Saya lihat ada bus [...]

Bus Sedang Sebaiknya Dikandangkan

“Maaf Pak, Bu. Pindah ke bus depan!” seru kondektur itu kepada para penumpang. Maka sambil menggerutu dan memaki kami pun bergegas turun dari bus merah itu menuju bus yang ada di depannya. Yang membuat saya tak tega adalah seorang ibu yang terlihat kepayahan menggendong bayinya menuju bus di depan yang justru penuh-sesak itu.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)