Mari “Berburu” Hidangan Khas Makassar!

SULAWESI SELATAN memiliki santapan kuliner yang khas dan nikmat. Setiap kali mudik ke Makassar, saya tak pernah melewatkan sedikitpun menyantap hidangan-hidangan khas disana yang sungguh membelai lidah dan menggugah selera. Berikut ini saya sajikan sejumlah masakan khas Sulawesi Selatan/Makassar yang saya sarikan dari situs Kota Daeng.

01_coto.jpg

Coto Makassar

Hidangan ini adalah salah satu “trade mark” kuliner Makassar berupa sop berkuah dengan bahan-bahan dasar yang terdiri dari usus, hati, otak, daging sapi atau kuda, dimasak dengan bumbu sereh, laos, ketumbar, jintan, bawang merah, bawang putih, garam yang sudah dihaluskan, daun salam, jeruk nipis, dan kacang. Pada umumnya Coto Makassar disajikan/dimakan bersama ketupat. Saat masih tinggal di Makassar dulu, hidangan ini kerap saya santap terutama ketika sedang sakit flu/pilek. Dijamin, bila disantap dengan sambal pedas saat kuah coto dihirup sembari mengunyah ketupat, maka penyakit pilek akan “bablas” bersama peluh yang mengucur. Coto Makassar yang cukup terkenal di Makassar adalah yang berada di Jalan Gagak.

Baca selengkapnya »

Gerakan Pundi-Pundi Perempuan di Makassar

Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel meluncurkan inisiatif Pundipundi Perempuan bekerja sama dengan lembaga perempuan lainnya, di antaranya Koalisi Perempuan Indonesia wilayah Sulsel, Solidaritas Perempuan Angin Mamiri dan Kaukus Perempuan Politik Indonesia Sulsel.  Gabungan lembaga dan individu yang terlibat dalam inisiatif Pundipundi Perempuan menyebut diri Koalisi Aktivis Perempuan Sulsel.

Pundipundi Perempuan adalah aksi afirmasi mendukung caleg perempuan potensial yang akan ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2009. Aksi ini adalah wujud sisterhood (persaudaraan antarperempuan) sekaligus untuk menjawab berbagai kendala yang dihadapi banyak caleg perempuan setelah belajar dari dua pemilu sebelumnya pada tahun 1999 dan 2004.

Sebagai langkah awal penggalangan dana, Koalisi Aktivis Perempuan Sulsel menampilkan Pentas Monolog Makkunrai, sebuah proyek independen pendidikan kesadaran jender dalam bentuk seni panggung yang dikembangkan dari buku kumpulan cerita pendek Makkunrai karya Lily Yulianti Farid atas prakarsa pemonolog Luna Vidya. Dalam kegiatan ini digelar pula pentas seni oleh Komunitas Kerudung Hitam, puisi, lagu, tari dan dialog seputar peran dan strategi perempuan di kancah politik.

Baca selengkapnya »

Blogger Makassar Akan Gelar Kampanye Anti Kelaparan Dan Gizi Buruk Tahap 2

kelaparanII

Dalam rangka melanjutkan rangkaian kampanye Gerakan Anti Kelaparan dan Gizi Buruk yang sudah dilaksanakan (untuk tahap pertama) di perkampungan nelayan miskin di Mariso pada Hari Sabtu, tanggal 30 Maret 2008 lalu (dirangkaian dengan aksi bersih-bersih kampung), komunitas blogger Makassar Anging Mammiri bekerjasama dengan blogger-blogger seluruh Indonesia akan menggelar tahap kedua dari gerakan sosial ini.

Adapun lokasi berikutnya adalah di Kampung Ballaparang, Lorong Mukmin, Jl. Sungai Saddang Baru, Makassar. Sumbangan bantuan sejenis seperti yang diberikan ditahap pertama akan dilakukan ditambah dengan program peduli gigi sehat yang akan dipandu oleh Dokter Gigi serta para ahli yang berkompeten, yang juga termasuk anggota Komunitas Blogger Makassar.

Acara tersebut akan dilaksanakan pada Hari Sabtu,19 April 2008 mulai pukul 08.00 pagi-selesai.

Ayo berpartisipasi dan tunjukkan bahwa kita peduli!!

Pelabuhan Larea-rea Sinjai

Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai, atau danau untuk menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Pelabuhan biasanya memiliki alat-alat yang dirancang khusus untuk memuat dan membongkar muatan kapal-kapal yang berlabuh. Crane dan gudang berpendingin juga disediakan oleh pihak pengelola maupun pihak swasta yang berkepentingan. Sering pula disekitarnya dibangun fasilitas penunjang seperti pengalengan dan pemrosesan barang. [sumber wikipedia].

Di Sinjai juga sudah dibangun pelabuhan. Di daerah Larea-rea kelurahan Lappa kecamatan Sinjai Utara. Jadi namanya Pelabuhan Larea-rea. Panjang pelabuhan ini ke arah laut sekitar 2km. Dan sepanjang jalan sudah dengan pavin blok dan semen. Pelabuhan ini pada awalnya ditujukan sebagai gerbang masuk ke Sinjai melalui laut (dari arah timur). Namun hingga saat ini pelabuhan Larea-rea belum menjalankan fungsi dan tujuannya. Ada 2 syarat mendasar yang tidak terpenuhi di sini, yaitu dari faktor kedalaman (daerah pelabuhan sekarang masih dangkal), dan fasilitas yang tidak mendukung, misalnya ketersediaan air bersih dan listrik.

Dengan kedalaman yang seperti sekarang, belum ada kapal besar yang bisa berlabuh. Yang paling sering hanya kapal-kapal kecil penangkap ikan dan pembawa kayu antar propinsi dan antar kota. Dulunya diharapkan pelabuhan ini juga bisa menjadi tempat berlabuh kapal feri pengangkut penumpang untuk penyeberangan jarak dekat misalnya ke Sulawesi Tenggara dan ke kabupaten lain di Sulawesi Selatan.

Fasilitas pelabuhan lainnya belum tersedia. Air bersih misalnya dibutuhkan bagi kapal-kapal yang berlabuh untuk mengisi kekosongan air di bak-baik air minum dan bak mandinya. Begitu juga dengan listrik dan peralatan pelabuhan lainnya. Yang ada saat ini hanya fasilitas penerangang saja yang kadang kalau malam hari “tidak sempat dinyalakan ?”.

Tapi walaupun dengan kekurangan tersebut, pelabuhan Larea-rea ini masih memiliki fungsi lain, yaitu fungsi wisata laut. Jika kita jalan-jalan pada sore hari atau pagi hari pada kondisi cuaca cerah, maka daerah pelabuhan itu sangat ramai. Banyak yang datang untuk melihat-lihat laut dan gelombang, menikmati matahari sunrise atau sunset. Ada yang datang secara berkelompok (biasanya anak-anak sekolah dan keluarga), dan ada yang datang sendiri-sendiri ataupun “berdua”. Banyak juga yang memanfaatkan dengan memancing di sepanjang jalan pelabuhan ini.

Jadi jika ada yang ke Sinjai, sebaiknya menyempatkan diri untuk datang ke pelabuhan Larea-rea. ;)

Harapan Itu Akan Terbit di Mariso

hidup-dgn-sampah

Terkait posting saya sebelumnya di blog mengenai gerakan kampanye tahun anti kelaparan dan gizi buruk, pada Hari Sabtu, tanggal 30 Maret 2008 nanti hasil akumulasi sumbangan yang terkumpul akan disalurkan kepada perkampungan nelayan miskin di Mariso, Makassar.

Gerakan sosial yang akan dimotori oleh Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri ini, selain mengadakan pemberian sumbangan beras dan mie instan hasil sumbangan jajaran blogger dan donatur, juga akan dilaksanakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan sekitar perkampungan tersebut. Mari ikut berpartisipasi dan mendukung gerakan ini, sekecil dan sesederhana apapun. Tak ada niat sekalipun untuk mengeksploitasi kemiskinan sebagai bahan tulisan di blog ini, namun ini sebagai sebentuk wujud kepedulian kepada sesama.

Baca selengkapnya »

Makan durian

Penjual durian dan pembeli

Setelah musim hujan ini agak reda, di Sinjai sekarang masuk ke musim durian :). Selain di pasar, dibeberapa sudut/perempatan jalan banyak yang menjual durian. Orang-orang yang melintas biasanya akan singgah walaupun hanya menanyakan harga saja. Tapi terkadang karena tergoda oleh bau durian atau orang yang makan durian di tempat itu akhirnya langsung membeli. Rata-rata seikat (3 biji) harganya sekitar 20rb atau 25rb rupiah. Tergantung penjualnya ?? ;).

Makan durian di perempatan jalan

 

Pada tahun 2006 lalu di Sinjai memproduksi sekitar 1379.10 ton. (Data statistik tahun 2007). Bahkan banyak dari durian ini yang dijual di luar daerah Sinjai. Biasanya bersamaan dengan durian ini juga musim rambutan. Tempat di Sinjai yang paling banyak duriannya adalah di kecamatan Sinjai Selatan.

Salah satu trik yang diajarkan oleh seorang teman jika telah selesai makan durian dan kita mau menghilangkan bau durian itu dari tangan dari mulut adalah dengan menuangkan air ke cangkang durian yang sudah dimakan kemudian mencuci tangan dari situ sekaligus mencuci mulut. Kedengarannya aneh karena seharusnya kan malah tambah bau durian, tapi setelah dicoba ternyata memang baunya berkurang dibanding hanya dicuci dengan cara biasa :).

Gebrakan Sastra Dari Makassar

makkunrai.JPG

Media citizen journalism Panyingkul! (www.panyingkul.com), kafe baca Biblioholic, penerbit Nala Cipta Litera dan Forum Tenda Kata meluncurkan inisiatif Sastra dari Makassar, upaya yang dikerjakan secara independen dengan mengandalkan partisipasi lembaga dan individu yang memiliki kepedulian menggairahkan kegiatan sastra kontemporer di Makassar, khususnya di kalangan kaum muda.

Sastra dari Makassar merancang program berkelanjutan sepanjang tahun melalui kelas apresiasi sastra, workshop penulisan, penerbitan karya sastra, dan pemberian beasiswa penulisan karya sastra bagi penulis muda.

Sebagai langkah awal, Sastra dari Makassar akan menggelar diskusi dan peluncuran dua buku penulis Makassar, yakni Kumpulan Puisi “Aku Hendak Pindah Rumah” karya M. Aan Mansyur dan Kumpulan Cerita Pendek “Makkunrai” karya Lily Yulianti Farid, yang diterbitkan oleh Nala Cipta Litera Makassar. Pembacaan puisi dan cerita pendek yang dirangkai dengan diskusi dan workshop akan digelar di sejumlah stasiun radio, kantong-kantong komunitas sastra, rumah baca, kampus dan sekolah menengah atas pada bulan Maret dan April 2008.

Baca selengkapnya »

Sudahlah, Jangan Ulangi Ketololan itu Lagi!

tawurandi-unhas.jpg

“Perang batu” antar mahasiswa di UNHAS, Selasa (26/2) (Foto diambil dari situs Panyingkul)

“Tidak ada konflik di Indonesia yang tidak diselesaikan orang- orang Unhas. Tetapi, di Unhas sendiri, konflik dan perkelahian tidak pernah selesai”

H.M.Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI dan Mantan Ketua Ikatan Alumni (IKA) UNHAS sebagaimana dikutip dalam kata sambutannya pada Dies Natalis ke 50 Universitas Hasanuddin, Sabtu 9 September 2006 (dikutip dari Kompas Online)

EMail yang datang di inbox saya kemarin siang dan berasal dari salah seorang rekan dari mailing list yang saya ikuti, membuat saya terhenyak. Judulnya sangat “provokatif” : “Perang Lagi di UNHAS”. Kaget, geram, prihatin, sedih, marah, pilu dan malu bercampur aduk saat membaca email tersebut. Isinya adalah rangkaian berita (dikutip dari Harian Tribun Timur Makassar) yang menceritakan bentrokan antar mahasiswa terjadi lagi di UNHAS.

Sebagaimana dikutip dari berita tersebut, Akibat tawuran yang terjadi kemarin siang (26/02), sebanyak 11 orang luka yang terdiri atas tujuh mahasiswa, satu petugas satpam, dan tiga pegawai. Kepala Satuan Pengamanan Unhas, Bambang, mengalami luka di telinga bagian kanan terkena pecahan kaca. Mahasiswa dari empat fakultas yaitu teknik, FISIP, ekonomi, dan sastra terlibat dalam tawuran ini. Kejadian memalukan ini diduga dipicu oleh pemukulan salah seorang mahasiswa teknik pada acara inagurasi mahasiswa baru fakultas ekonomi, Jumat (22/2) malam.

Saat sejumlah mahasiswa dari fakultas teknik, ekonomi, dan FISIP bertemu di Kantin Jasa Boga, terjadi cekcok.Tak lama berselang, sekitar 20-an mahasiswa dari arah fakultas teknik menyerang ke arah Fakultas FISIP. Mahasiswa yang ada di tiga fakultas bertetangga, FISIP, ekonomi, dan sastra melakukan perlawanan. Penyerang dari arah teknik mundur hingga ke dekat LT 3. Tak lama kemudian, rekan-rekan mereka ikut bergabung sehingga massa dari kedua kubu berimbang dan makin banyak. Terjadi saling lempar dengan menggunakan apa saja yang mereka jangkau seperti batu, kayu, pecahan genteng, pecahan kaca, dan lainnya. Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A Paturusi terlihat di tengah-tengah massa menggunakan pengeras suara mencoba melerai bentrokan. Namun, massa yang sudah brutal tidak menggubrisnya. Tawuran baru berhasil dilerai saat seratusan polisi baik yang berseragam maupun tidak, tiba dan langsung memberi tembakan peringatan.

Baca selengkapnya »

Sentuhan Kasih Blogger Makassar di Yayasan Rainbow

angingblog01.jpg

Sebagai salah satu rangkaian kegiatan Blogger Makassar di bulan Kasih Sayang, pada Hari Minggu 24 Februari 2008, komunitas blogger Makassar Anging Mammiri menyelenggarakan kegiatan ‘Berbagi Kasih, Berbagi Buku” bertempat di Yayasan Rainbow. Jl.Tupai No.7 Makassar.

Sebelum berangkat ke lokasi, pada pukul 10.00-10.30 rombongan blogger Makassar berkumpul dulu di Toko Buku Gramedia Mall Ratu Indah untuk membeli tambahan buku-buku serta alat-alat tulis yang akan disumbangkan melalui Yayasan tersebut. Sebelumnya, Irha, Ina dan Unga, berbelanja pendamping buku-buku bacaan yang akan disumbangkan nantinya di Toko ATK (Alat Tulis Kantor) Agung di lokasi yang sama. Mereka membeli buku tulis, buku gambar, pensil, pulpen, pensil warna, pengarisan dan alat berhitung. juga jadi tempat ngumpul sebelum ke Yayasan yang dituju. Selanjutnya, buku-buku dongeng serta buku tambahan lain dibeli di Toko Buku Gramedia.  Blogger Makassar yang hadir dalam ”perburuan” buku di Gramedia adalah Ally, Muse, Iqko, Ina, Irha, Unga dan Rara. Sebagian besar sumbangan yang masuk ke rekening panitia adalah berupa sumbangan uang dan hanya sedikit yang menyumbang dalam bentuk buku.

Baca selengkapnya »

Pameran Hari Jadi Kabupaten Sinjai yang ke-444

Tari Paduppa

Hari ini adalah hari kelima pameran pembangunan di Kabupaten Sinjai. Sejak pembukaan pada tanggal 21/02/2008 pkl. 14.00 di lapangan Sinjai bersatu, pameran ini selalu ramai oleh pengunjung. Peserta pameran pun berlomba-lomba memamerkan hasil pekerjaan atau program kerja yang telah dilaksanakan selama setahun yang lalu, dan tak lupa pedagang kaki lima yang juga ramai memasarkan dagangannya. Dari grafik terlihat bahwa pembangunan semakin meningkat terutama dari pembangunan fisik konstruksi apalagi mengingat bahwa Sinjai pernah ditimpa bencana alam banjir bandang tahun 2006 lalu.

Peserta-peserta yang ikut pameran adalah dari unit kerja, pedagang, LSM, sekolah-sekolah, kecamatan, organisasi kemasyarakatan, instansi vertikal misalnya polres, kodim, pengadilan. Tak lupa pula dari swasta misalnya bank BRI, BNI dan perusahaan-perusahaan konstruktsi dan TI yang ada di kabupaten Sinjai, pada saat pembukaan, ada tari Paduppa. Foto di samping adalah tari Paduppa yang artinya Selamat Datang, untuk menyambut dan menghormati tamu yang datang. Yang membuka pameran, Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Asisten I, Saleh Rajab.

Tema pameran kali ini “Dengan Semangat Hari Jadi Sinjai ke-444 kita wujudkan pilkada jujur dan damai menuju sinergitas langkah tiga pilar pembangunan dan pemulihan ekonomi kerakyatan untuk masa depan gemilang masyarakat Sinjai“. Panjang juga ya temanya :)

Salah satu yang menarik dari pameran ini adalah adanya hotspot internet gratis yang bisa diakses oleh pengunjung maupun peserta pameran yang memiliki notebook/laptop atau ponsel yang punya fasilitas wifi. Dan seperti pameran tahun-tahun sebelumnya, setiap malam diadakan perlombaan seni, panggung hiburan, diskusi, seminar, dan banyak lagi rangkaian kegiatan yang lain.

Stand dari POLRES Sinjai setiap malam selalu memberikan hiburan berupa petasan dan kembang api sehingga suasana semakin bertambah ramai.

Suasana dari salah satu sudut jalan di SInjaiDan dari spanduk-spanduk yang ada dipinggir jalan terlihat kalau nanti pada saat penutupan tanggal 27/02/2008 nanti akan tampil artis Dewi-dewi dan KDI 4 ?. Tanya kenapa ?. Tapi memang dari pameran-pameran sebelumnya selalu tampil artis-artis yang biasanya hanya dilihat di TV. Dan ini kelihatannya sangat menghibur masyarakat, apalagi dengan semakin dekatnya pilkada Sinjai yang insya Allah sekitar bulan Mei atau Juni tahun ini.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)