You're here: My City Blogging » Makassar » Article: Dungu tak berarti Idiot

Dungu tak berarti Idiot

Amril Taufik Gobel — November 9, 2007 / 3:14 pm

“Kenapako tidak ikut, Dongo! Ramai sekali acaranya’.” (Kenapa kamu tidak ikut, dungu! Acaranya ramai sekali)   Begitulah salah satu bentuk kalimat yang biasa  djumpai di Makassar. Memang struktur bahasanya sangat kacau, tapi di sinilah letak keunikannya. (Baca tulisan ipul berjudul “Makan mi!”)   Mendengar kata dungu di atas, orang luar yang tidak terbiasa dengan logat Makassar kemungkinan besar akan tersinggung. Kasar sekali kedengarannya. Kenapa sih kamu bilang saya dungu? Saya tidak dungu! Begitu reaksi dari mereka.

Tapi jika mereka mengerti dengan maksud si pembicara, mereka mungkin langsung akan tertawa. Atau jika mereka lama berinteraksi dengan orang-orang Makassar, bisa-bisa   mereka ikut-ikutan memakai kata ini.   Dungu (dongo’) di sini memang berarti bodoh dalam Bahasa Indonesia. Tapi sama sekali tidak  bermaksud menghina. Tidak bermakna bahwa lawan bicara itu idiot atau berIQ jongkok. Ini hanyalah salah satu ucapan bernada “sayang” atau “peduli”. Contoh di atas mungkin bisa diartikan sebagai berikut:    Alangkah sayangnya atau alangkah ruginya kamu tidak ikut acara itu. Acara itu begitu ramai. Di sana banyak teman-teman seangkatan kita yang sudah lama tak kita jumpai.   Sungguh suatu istilah yang aneh bukan? Tapi ini mungkin bisa dianggap sebagai majas ironi saja, yakni penggunaan kata yang bertolak belakang untuk mengungkapkan makna sebenarnya. Bisalah dibilang seperti kalimat yang ditujukan pada orang yang sering terlambat bangun sebagai berikut:   “Rajin sekali kamu ya. Baru jam sebelas pagi sudah bangun.”   Kalimat ini bermaksud sama dengan kalimat pertama tadi. Tapi ini berbentuk kalimat yang seolah-olah halus untuk menyampaikan makna yang kasar. Tapi kalimat pertama di atas menggunakan kata yang kasar untuk menyampaikan makna yang baik.   Ada satu pengalaman lucu saat sepupu menyuruh saya datang ke suatu acara keluarga.   “Pergimako ke pengantin, dongo! Banyak kue. Enak-enak kuenya.” kata dia. (artinya: pergilah ke acara pengantin itu, nanti kamu akan bisa menikmati banyak kue yang enak-enak)   “Tidak mau ja’ deh. Kalau pergika’ berarti saya dongo’! Saya tidak mau jadi orang dongo’! balasku bercanda. (artinya: Saya tidak mau pergi karena kalau saya pergi berarti saya dungu. Saya tidak mau jadi orang dungu.”   “Sori. sori” katanya tertawa. “Kebiasaan, bilang dongo’”

Ditulis oleh : dr.Amrizal Muchtar,S.Ked, dipublikasikan kembali disini atas seizin penulisnya.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. Ipul

    hahahaha..
    orang Makassar (baca:SulSel) kadang memang terlalu ceplas ceplos hingga akibatnya dalam hal kata2 sering bikin orang luar jadi nggak enak…

    tapi jangan takut sodara2 karena sebenarnya org Makassar/SulSel tuh baik2 koq..:)

    November 12th, 2007 at 9:44 am

  2. JaF

    Artikel menarik banget. Donggoku’ di.. Saya dulu selalu marah kalau ada saudara yang menggunakan kata itu..

    Penggunaan kata seperti mungkin sama dengan jancuk di Jawa Timur kali ya..

    Ada kawan saya orang Surabaya kalau lihat cewek cakep dia akan bilang “Waduh, manisnya juancuk tenan!”

    :)

    November 14th, 2007 at 3:52 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • awis.wisnedi — Salam kenal boss.. Mf terlambat bergabung ama forum ASIABLOGGING kebetulan saya juga warga JABABEKA Cikarang.Menurut saya Prospek usaha disini ...
  • ale-silver — yg saya tahu di rawa bening jatinegara jakarta timur perak murni di jual di kisaran 4400. kalau ada yang mau ...
  • trusti — R "Rencana pengampunan dan penghentian penyidikan atas kasus mantan Presiden Soeharto jelas mencederai rasa keadilan masyarakat dan melanggar prinsip equality in ...
  • eshape — Wah aku gak nonton tuh. Ada penonton lain yang mau ngasih komentar?
  • GODEX — MOKASIH YO......... GETS SPIRIT FOR BENGKO LAND SALAM TOBO KITO
  • trusti — kalau melihat debat di TV One kemaren yang temanya kontroversi iklan PKS, saya justru melihat PKS bukan partai cerdas, dangkal ...
  • eshape — semoga komentar-komentar ini memberikan manfaat bagi kita semua amin
  • Aisyah — Bagi saya PKS adalah Partai Kroninya Soeharto. Suharto dari mulai pengambil alihan kekuasaan sampai akhir ia menjabat tak luput dari kekerasan ...
  • Zihah — semoga Bapak Bupati Sinjai mau melanjutkan pembangunan pelabuhan lare-rea itu hingga benar-benar indah dan bermanfaat bagi warga sinjai maupun para ...
  • m.faisal — waduhh baru gw mau bikin penulisan feature tentang pasar tumpah di bekasi udah ada duluan tapi bener tuh bikin macet kalo ...