You're here: My City Blogging » Makassar » Article: INNINAWA, Tak Berhenti pada Niat Baik belaka

INNINAWA, Tak Berhenti pada Niat Baik belaka

Amril Taufik Gobel — November 12, 2007 / 4:48 pm

inninawa-website.JPG

Ininnawa mitu denre sisappa, sipudoko, sirampe teppaja.

Hanya budi baik yang akan saling mencari, saling menjaga, dalam kenangan tanpa akhir. (Pepatah Bugis)

Demikian pepatah luhur yang dipajang disitus Pusat Kajian Budaya, Inninawa Makassar. Berawal dari kegelisihan sejumlah Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Hasanuddin tentang minimnya minat baca dikalangan Mahasiswa, mereka lalu menggagas Komunitas Inninawa.  Keprihatinan melihat aktivitas membaca dianggap sebagai kegiatan yang kurang “gaul” dan sepinya perpustakaan, membuat idealisme mereka bangkit dengan melakukan aksi-aksi nyata.

Seperti dikutip dari situsnya, kelompok ini lalu mengumpulkan buku-buku koleksi pribadi dan menjalankan kampanye baca. Setiap hari, tiap anggota kelompok ini membawa buku di tasnya dan mempromosikannya ke teman-temannya. Bak penjual obat keliling. Tentu saja, mereka harus membaca buku-buku itu terlebih dulu, sebelum memutuskan buku mana yang bisa menarik perhatian mahasiswa paling ”alergi” membaca sekalipun.

SEIRING berjalannya waktu, ketika sebagian besar anggota Ininnawa menjelang menyelesaikan kuliahnya, mereka lalu memutuskan untuk mendirikan organisasi. Pada bulan Juni 2000, Pusat Kajian Budaya Ininnawa akhirnya disahkan di hadapan akte notaris. Ininnawa berasal dari bahasa Bugis yang artinya niat baik atau visi. Dalam anggaran dasarnya tercantum tujuan pembentukan organisasi ini adalah ‘melahirkan individu-individu dalam masyarakat yang bertanggung-jawab untuk memahami dan memberdayakan nilai-nilai budaya lokal”.

Dewan pendiri, sekaligus pengurus, memutuskan untuk meluncurkan pendirian Ininnawa dengan menyelenggarakan festival buku besar-besaran. Namun, kendala dana menghadang. Untunglah, mereka diminta bekerja sebagai tim enumerator untuk sebuah proyek bernama DELIVERI (Decentralization of Livestock Services in Eastern part of Indonesia), yang didanai oleh DFID Inggris dan Pemerintah Indonesia. Mereka bersepakat menyisihkan gaji dari pekerjaan ini untuk mendanai festival tersebut.

Kegiatan Inninawa sangat beragam, antara lain membuat kafe baca Biblioholic, yang ide dasarnya adalah menyediakan ruang yang yaman bagi para pencinta buku untuk berkumpul. Kafe baca ini juga menjalankan pelatihan menulis kreatif serta diskusi buku rutin, selain itu Rumah KAMU (Kaum Muda) adalah organisasi non-pemerintah yang bekerja di bidang pendidikan alternatif untuk remaja. makassar-nol-kilometer.jpgLembaga ini didirikan pada tahun 2003 oleh alumni Program Pelatihan Penelitian Lapangan FASID, dimana dua pendiri Ininnawa juga terlibat dalam proses pendiriannya. Ininnawa juga mendirikan Penerbit Inninawa yang sudah menerbitkan sejumlah buku berkualitas seperti “Warisan Arung Palakka” (2004) dan “Makassar Nol Kilometer”(2005).

Ya, komunitas Inninawa telah menunjukkan mereka tidak berhenti pada niat baik belaka tapi juga aktifitas nyata yang penuh makna.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • awis.wisnedi — Salam kenal boss.. Mf terlambat bergabung ama forum ASIABLOGGING kebetulan saya juga warga JABABEKA Cikarang.Menurut saya Prospek usaha disini ...
  • ale-silver — yg saya tahu di rawa bening jatinegara jakarta timur perak murni di jual di kisaran 4400. kalau ada yang mau ...
  • trusti — R "Rencana pengampunan dan penghentian penyidikan atas kasus mantan Presiden Soeharto jelas mencederai rasa keadilan masyarakat dan melanggar prinsip equality in ...
  • eshape — Wah aku gak nonton tuh. Ada penonton lain yang mau ngasih komentar?
  • GODEX — MOKASIH YO......... GETS SPIRIT FOR BENGKO LAND SALAM TOBO KITO
  • trusti — kalau melihat debat di TV One kemaren yang temanya kontroversi iklan PKS, saya justru melihat PKS bukan partai cerdas, dangkal ...
  • eshape — semoga komentar-komentar ini memberikan manfaat bagi kita semua amin
  • Aisyah — Bagi saya PKS adalah Partai Kroninya Soeharto. Suharto dari mulai pengambil alihan kekuasaan sampai akhir ia menjabat tak luput dari kekerasan ...
  • Zihah — semoga Bapak Bupati Sinjai mau melanjutkan pembangunan pelabuhan lare-rea itu hingga benar-benar indah dan bermanfaat bagi warga sinjai maupun para ...
  • m.faisal — waduhh baru gw mau bikin penulisan feature tentang pasar tumpah di bekasi udah ada duluan tapi bener tuh bikin macet kalo ...