You're here: My City Blogging » Makassar » Article: CAKAR, Barang Bekas dengan Kualitas Men-”Cakar”

CAKAR, Barang Bekas dengan Kualitas Men-”Cakar”

Amril Taufik Gobel — November 14, 2007 / 7:51 am

PERNAH membayangkan punya pakaian bagus bermerk terkenal macam YSL, Armani, Levi’s, dll. dengan harga di bawah seratus ribu rupiah ?. Di Makassar, hal tersebut bukan cuma impian. Pakaian-pakaian import bekas dengan merek-merek terkenal memang pernah sangat mudah ditemui di berbagai sentra-sentra penjualan pakaian import bekas. Pakaian bekas itu dinamakan CAKAR singkatan dari Cap Karung, merujuk kepada kemasan pakaian itu saat baru tiba di mana pakaian-pakaian itu dikemas dalam sebuah karung plastik besar, biasa disebut Bal.

fotocakar.JPG

Deretan pakaian CAKAR dengan warna warninya yang menarik (foto : Ni Nyoman Anna Marthanti) 

Sebagian besar barang-barang itu datangnya dari kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara seperti Jepang, Hong Kong, Korea, Taiwan, Malaysia, Singapura dan sedikit dari China. Pada saat-saat tertentu banyak juga barang-barang bekas yang masuk dari kawasan Eropa dan Australia. Jalur utama perdagangan barang bekas tersebut masuk mulai dari pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan tiba pertama kali di Sulawesi Selatan melalui Pare-Pare, sebuah kota pelabuhan sebelah utara kota Makassar. Jalurnya sebagian besar adalah jalur illegal. 

Demam cakar sempat menjadi booming sekitar akhir tahun 90-an sampai sekitar 2 tahun lalu. Saat itu kondisi bangsa kita memang sedang sangat terpuruk dari segi ekonomi, sehingga cakar kemudian dipandang sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan sandang. Apalagi ditambah dengan kenyataan bahwa barang cakar tetap berkualitas dengan kondisi paling rendah 80%. 

Tak heran pada masa-masa kejayaan tersebut, sentra cakar menjamur di kota Makassar. Mencari pusat perdagangan cakar bukan hal yang sulit. Hampir di seluruh sudut kota ada perkumpulan pedagang cakar yang menjajakan barang mereka, baik dalam jumlah besar maupun dalam jumlah yang kecil.  

Hal ini dipacu oleh animo masyarakat yang sangat besar. Bukan hanya dari kalangan masyarakat kelas bawah saja, tapi kaum borjuis dengan beragam kendaraan roda empatnya sering menyambangi pusat penjualan cakar. Hari Sabtu dan Minggu biasanya menjadi puncak perburuan bagi para penikmat cakar. Dibilang perburuan karena mencari barang berkualitas di antara tumpukan barang-barang yang sepintas sudah terlihat kusam memang bukan hal mudah. Butuh keterampilan khusus dan tentunya modal kesabaran yang tinggi. 

Sebagian besar pusat perdagangan cakar adalah bangunan-bangunan darurat dengan sistem ventilasi dan pencahayaan yang kurang nyaman. Sebagian lagi menggunakan bekas toko atau kawasan ruko yang sudah lama terbengkalai. Intinya, suasana pusat perdagangan cakar sangat jauh berbeda bila dibandingkan suasana Mall. 

Merk bagus dengan harga murah.

Sekitar 5 tahun lalu, saya masih sempat merasakan puncak-puncak kejayaan cakar berikut keuntungan-keuntungan yang menyertainya. Saat itu, barang-barang bermerek terkenal relatif masih sangat mudah untuk ditemui. Harganyapun sangat murah meriah. Selembar kemeja YSL made in Perancis saya dapatkan hanya dengan harga Rp. 15 ribu. Sepotong celana Ocean Pacific asli dengan kondisi 90% saya bawa pulang dengan harga Rp. 30 ribu. Selembar jaket Nautica bisa dibeli hanya dengan harga Rp. 40 ribu. Sangat murah bukan ?. begitu juga dengan beberapa kaos asli tim-tim sepakbola dunia yang harganya berkisar antara 35 ribu sampai 50 ribu tergantung kondisi. 

Beberapa tahun setelah itu, para pedagang cakar tampaknya mulai “melek merek” dan otomatis harga barang-barang bermerek dengan kondisi yang masih baguspun mulai merangkak naik. Anda akan kesulitan lagi mendapatkan barang-barang bermerek terkenal di bawah 50 ribu. Perlahan harganya pun mulai menyentuh ksiaran 100 ribu. Apalagi beberapa pedagang mulai melancarkan trik baru. Pakaian-pakaian bermerek dan berkondisi bagus, langsung dilaundri setelah dibongkar dari karungnya. Dengan tampilan yang kinclong dan wangi setelah dilaundri, otomatis harganya pun jadi tambah mahal. 

Titik kejatuhan popularitas cakar adalah saat diberlakukannya aturan ketat soal barang impor, khususnya produk pakaian. Kiriman cakar dari luar negeri akhirnya hanya menumpuk di pelabuhan karena dianggap sebagai barang selundupan. Hal ini juga tidak lepas dari protes sejumlah pedagang dan produsen produk pakaian dalam negeri yang pasarannya sempat tersalip oleh barang-barang cakar ini. Kondisi ini kemudian diperparah oleh serangan virus flu burung yang mulai ramai menyerbu Indonesia. Cakar kemudian dituding sebagai salah satu media pembawa virus tersebut dari luar negeri. 

Cakar sempat “mati suri” selama kurang lebih setahun. Satu persatu sentra cakar tutup, sementara yang bertahanpun kesulitan menjaga pembeli akibat pasokan barang baru yang tidak selancar biasanya. Saat kondisi ini makin parah, banyak pedagang cakar yang mulai banting setir menjual barang-barang palsu buatan dalam negeri. Sebagian besar adalah sepatu dan tas buatan Bandung. Ada juga yang nekat membaurkan barang “Aspal” ini dengan cakar dari luar negeri dengan harapan pembeli akan menyangka barang tersebut adalah barang dari luar. Sebagian pedagang lainnya mengganti dagangannya dengan jam tangan dan parfum yang katanya “barang kapal” alias selundupan juga. 

Saat ini, cakar berusaha mengembalikan masa kejayaannya, apalagi setelah ada jaminan dari pemerintah daerah yang turut merasakan keuntungan dari cakar dengan bertambahnya pendapatan dari sektor non formal. Sentra-sentra cakar yang tersisa mulai bergairah kembali, walaupun tetap harus bersaing dengan gerai-gerai distro dan mall-mall baru di kota Makassar. Barang-barang bermerek mulai terlihat lagi kios-kios cakar, walaupun jumlahnya sudah sangat jauh berkurang. 

Tips mencari cakar

Bila kebetulan anda sempat mengunjungi Makassar dan berniat hunting barang-barang berkualitas dengan harga murah, berikut ada sedikit tips dari saya. 

1.       Sabar. Yah, ini modal utama berburu cakar. Kondisi pusat penjulan cakar sebagian besar pengap, kusam dan gerah. Jangan coba-coba “nyakar” dengan memakai jaket tebal, dalam hitungan menit dijamin anda akan bermandi keringat. Biasanya pedagang-pedagang cakar memilih spesialisai dalam menjajakan dagangan. Ada yang spesial menjual kemeja, ada yang memilih menjual kaos, celana atau jaket. Anda harus sabar dalam memilih beragam pakaian yang anda inginkan. Sepintas tampilan cakar memang tidak mengundang selera. Tapi setelah dicuci dan disetrika, cakar akan tidak berbeda dengan barang baru lainnya.  

2.      Teliti. Ini modal utama lainnya. Jangan buru-buru menawar barang yang ingin anda beli. Biasanya banyak juga barang yang cacat atau bernoda. Perhatikan cacatnya, apakah kira-kira mengganggu dan terlihat. Kalau tidak mengganggu atau dapat disembunyikan, maka barang itu bolehlah anda tawar. Noda juga begitu, bila kira-kira nodanya bisa hilang setelah dicuci, maka saya kira tidak ada masalah. Tambahan tips, bila anda menemukan barang yang anda sukai tapi ternyata ada cacat atau nodanya, tunjukkan cacat atau noda tersebut ke penjual. Beraktinglah seakan-akan cacat atau noda tersebut akan membuat orang malas untuk membelinya sehingga seakan-akan hanya anda yang mau berbaik hati membelinya. Trik ini biasanya berhasil membuat harga barang yang bersangkutan jadi turun, tapi tentu saja dengan pertimbangan cacat dan noda yang anda maksud tidak benar-benar menganggu anda. 

3.      Beli lebih dari satu. Yup, pedagang biasanya memberi diskon khusus bila anda memang berniat membeli lebih dari satu barang yang mereka jajakan. Tapi kalaupun tidak beruntung bisa mendapat lebih dari satu barang di kios yang sama anda harus mencoba tawar menawar dengan sang pedagang, tapi biasanya barang yang dijual harganya tidak akan bisa turun banyak. Paling pol 5 ribu rupiah. 

4.      Sok akrab. Beri senyum manis ke pedagang, kalau perlu sambil memilih barang yang anda inginkan berbasa-basilah barang sejenak. Biasanya pedagang akan luluh apabila anda mampu tampil bagaikan teman lama mereka yang baru bersua lagi. Sebagian orang bahkan menitip nomer telepon mereka ke pedagang, berharap mendapat telepon setiap kali ada barang baru yang datang. Tapi ini biasanya hanya dilakukan apabila anda memang telah sangat akrab dengan pedagang. 

Pembaca, itulah beberapa tips yang bisa saya berikan kepada anda. Sebagai tambahan informasi, beberapa artis terkenal Indonesia juga pernah menikmati “wisata cakar” di Makassar. Di sebuah kios cakar, saya pernah mendapati foto sang pedagang bersama Ahmad Dhani dan Duta “Sheila On Seven”. Bahkan kabarnya Fadli “Padi” punya stand cakar sendiri.  

Jika anda memang pencinta barang-barang bermerek dan punya kesabaran yang tinggi, maka “wisata cakar” di Makassar bolehlah menjadi salah satu pilihan. Bagaimana ?, berminat..?. 

Ditulis oleh : Syaifullah Daeng Gassing - Makassar dan dipublikasikan atas seizin penulisnya.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. JaF

    Hahaha.. dulu kalau mudik saya paling suka nih lihat-lihat cakar. Rame..

    November 14th, 2007 at 3:49 pm

  2. anbhar

    hehe sy masih ingat waktu akhir tahun 90 di sumatera (jambi), pakaian bekas di sana namanya rombengan. dan kebetulan sepupuku jualan ginian, biasanya buka barang dari karungnya malam2 di dalam rumah supaya kita2 bisa pilih yang bagus2 sambil periksa setiap kantong pakaian bekas itu. Biasanya banyak mata uang asing yang tinggal di kantongnya.
    tp bagusan cakar nya di sini daripada di sana.

    November 17th, 2007 at 7:39 am

  3. ir1uno

    pesan saya cuman satu, jangan beli CD cakar yah…cobami kalo sudah pake ‘cakar-cakaran’ itu rasanya…hehehe

    November 26th, 2007 at 12:46 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • awis.wisnedi — Salam kenal boss.. Mf terlambat bergabung ama forum ASIABLOGGING kebetulan saya juga warga JABABEKA Cikarang.Menurut saya Prospek usaha disini ...
  • ale-silver — yg saya tahu di rawa bening jatinegara jakarta timur perak murni di jual di kisaran 4400. kalau ada yang mau ...
  • trusti — R "Rencana pengampunan dan penghentian penyidikan atas kasus mantan Presiden Soeharto jelas mencederai rasa keadilan masyarakat dan melanggar prinsip equality in ...
  • eshape — Wah aku gak nonton tuh. Ada penonton lain yang mau ngasih komentar?
  • GODEX — MOKASIH YO......... GETS SPIRIT FOR BENGKO LAND SALAM TOBO KITO
  • trusti — kalau melihat debat di TV One kemaren yang temanya kontroversi iklan PKS, saya justru melihat PKS bukan partai cerdas, dangkal ...
  • eshape — semoga komentar-komentar ini memberikan manfaat bagi kita semua amin
  • Aisyah — Bagi saya PKS adalah Partai Kroninya Soeharto. Suharto dari mulai pengambil alihan kekuasaan sampai akhir ia menjabat tak luput dari kekerasan ...
  • Zihah — semoga Bapak Bupati Sinjai mau melanjutkan pembangunan pelabuhan lare-rea itu hingga benar-benar indah dan bermanfaat bagi warga sinjai maupun para ...
  • m.faisal — waduhh baru gw mau bikin penulisan feature tentang pasar tumpah di bekasi udah ada duluan tapi bener tuh bikin macet kalo ...