You're here: My City Blogging » Makassar » Article: Karebosi, antara Pro dan Kontra
Hampir seluruh kota besar di Indonesia memiliki alun-alun atau lapangan luas yang terletak di jantung kota sebagai tempat warga berkumpul dan berinteraksi dengan sesamanya. Djogdja terkenal dengan alun-alun utara dan selatan yang berada di sekitar keraton Djogdjakarta. Jakarta terkenal dengan silang monasnya, lapangan luas dengan tugu berlapis emas di puncaknya yang menjadi ikon kota Jakarta.
Lapangan Karebosi yang sedang direvitalisasi (foto : Syaifullah Daeng Gassing)
Di Makassar, alun-alun kotanya bernama Karebosi. Terletak di jantung kota Makassar dan menjadi titik nol kilometer untuk mengukur jarak dari pusat kota. Lapangan seluas kurang lebih 11Ha ini konon telah ada sejak jaman purba. Keberadaannya juga dikaitkan dengan beberapa mitos tentang asal-usul kerajaan Gowa dan kota Makassar pada khususnya.
Di atas lapangan ini berbagai kegiatan dan interaksi antar warga digelar. Pagi hari hingga matahari mulai menyengat, anak-anak sekolah hingga orang dewasa menggunakan Karebosi sebagai tempat mencari keringat. Mulai dari bermain sepakbola, sepak takraw, bola basket, tennis hingga yang hanya berjogging ria.
Siang hari Karebosi menjadi menjadi tempat kumpul para olahragawan otak, alias pemain catur. Belasan papan catur digelar di salah satu sudut lapangan Karebosi. Sebagian besar adalah orang-orang yang mencari duit dengan menantang para pengunjung untuk beradu kemampuan bermain catur. Selain itu Karebosi juga diisi para pedagang kaki lima yang menggelar berbagai dagangan. Dalam beberapa kesempatan, Karebosi juga selalu menjadi tempat menggelar upacara resmi seperti HUT Kemerdekaan RI atau HUT ABRI.
Sore hari. Karebosi kembali bergairah bersama para pecinta olahraga. Apalagi bila kesebelasan PSM, kebanggan kota Makassar sedang menggelar latihan di sudut Selatan lapangan Karebosi. Yah, sepakbola dan Karebosi adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Di sudut selatan Karebosi, sebuah lapangan sepakbola yang rapih dan hijau menjadi tujuan utama klub PSM saat berlatih. Di lapangan itu juga, sekolah sepakbola MFS (Makassar Football School) ,mengasah kemampuan dan membina bibit-bibit pesepakbola handal berusia muda. Beberapa tahun lalu MFS sempat mengharumkan nama Indonesia 2 kali berturut-turut saat mewakili merah putih di ajang piala dunia U12 di Lyon-Perancis.
Di sudut Utara, sebuah patung besar yang menggambarkan sosok Ramang sedang mengontrol bola terpampang dengan gagahnya. Ramang adalah sosok kebanggaan kota Makassar dan Sulawesi Selatan. Salah satu pemain terbesar yang pernah dilahirkan oleh kota ini.
Sisi gelap Karebosi
Saat malam menjelang, Karebosi mulai mengubah wajahnya. Olahragawan yang mencari keringat mulai berganti dengan orang-orang yang mencari makan dari aktifitas malam. Yang paling terkenal adalah kaum Waria yang mulai menjajakan diri di beberapa sudut Karebosi. Yang berolahraga masih ada, namun jumlahnya tidak sebanyak waktu matahari masih terang. Sayangnya, kaum preman dan tukang palak juga ikut mencari makan di lapangan milik warga Makassar ini. Suasana Karebosi di malam hari memang tidak terlalu nyaman. Penerangan tidak merata, sehingga bagian-bagian yang gelap dan suram gampang disalahgunakan.
Dulu, Karebosi masih sering menjadi tempat digelarnya berbagai konser-konser musik. Namun, beberapa tahun belakangan ini konser musik mulai dipindahkan ke kawasan Monumen Mandala yang jaraknya tidak jauh dari Karebosi. Terakhir Karebosi masih dipakai untuk menggelar acara semacam pasar malam.
Di musim hujan, Karebosi berubah menjadi danau di tengah kota. Posisinya yang lebih rendah dari jalan-jalan di keempat sisinya membuat Karebosi menjadi kantong air. Karebosi memang tidak pernah ikut arus perubahan yang sudah lama menyeret lingkungan di keempat sisinya. Berbagai gedung-gedung tinggi dan sebuah Mall berlantai 9 yang tumbuh satu persatu di keempat sisi Karebosi seakan-akan meninggalkan lapangan ini sendirian dalam keadaannya yang hampir tak pernah berubah. Walhasil, Karebosi seakan menjadi produk jaman purba di tengah deru pembangunan kota yang terus melaju kencang.
Revitalisasi Karebosi
Berbagai sisi negatif Karebosi menjadi alasan utama bagi pemerintah kota Makassar untuk mengubah wajah Karebosi. Tahun ini, pemerintah kota Makassar berisiatif memperbaikinya. Usul ini sebenarnya sudah dilempar jauh-jauh hari sebelumnya saat pemerintah kota menggelar sayembara revitalisasi Karebosi. Setelah tertunda lama, akhirnya ada investor yang berminat mengelola ruang publik yang nyaris menjadi satu-satunya yang tersisa di kota Makassar.
Niat baik pemerintah kota ini serentak mengundang pro dan kontra. Penyebabnya tak lain karena investor yang mengelola revitalisasi Karebosi ini adalah investor pemilik mall MTC yang berada di sebelah Utara Karebosi. Investor milik pengusaha lokal ini sebelumnya juga sudah mengambil satu aset pemerintah kota di seberang mall untuk dijadikan lahan parkir.
Protes keras muncul setelah melihat bahwa dalam rencana revitalisasi lapangan Karebosi ini terdapat rencana pembangunan Mall di bawah tanah serta terowongan yang menghubungkan Karebosi dengan MTC. Aroma bisnis tercium sangat tajam dari rencana revitalisasi ini. Orang-orang mengkhawatirkan akan adanya perubahan fungsi dari lapangan Karebosi. Fungsi area publik yang berubah menjadi area komersil. Kecurigaan yang wajar mengingat lapangan Karebosi adalah milik orang banyak, apalagi melihat kenyataan area publik di Makassar yang makin berkurang.
Pemerintah kota berkilah, investor tersebut diberi kesempatan melaksanakan proyek revitalisasi Karebosi karena tak ada investor lain yang berminat. Ada yang berminat, tapi tak bermodal. Satu-satunya yang berminat dan bermodal hanya PT.Tosan Permai Lestari, pemilik mall MTC. Untuk investasi tersebut, PT.Tosan berhak mengelola sebagian lahan Karebosi selama 20 tahun. Tak ada yang aneh dari hal ini, demikian kata Pemerintah kota Makassar. Tapi pihak yang kontra tetap bersikeras kalau proyek ini juga telah diatur dan sangat tidak transparan.
Pemerintah kota Makassar bergeming. Rencana revitalisasi jalan terus. Sebulan terakhir ini, alat-alat berat mulai beraksi di dalam lapangan yang telah dikellilingi pagar seng. Harapan masyakat yang meminta keterangan yang transparan tentang proyek revitalisasi ini seperti angin lalu yang tidak perlu didengar.
Masyarakat Makassar akhirnya hanya bisa berharap, rencana revitalisasi ini nantinya bisa mempercantik lapangan Karebosi menjadi sebuah alun-alun dan ruang publik terbuka yang nyaman dan tentunya gratis. Rencana komersialisasi sebagian lapangan yang oleh pemerintah kota dianggap sebagai bagian dari sebuah investasi semoga tidak mengurangi fungsi Karebosi. Karena bagaimanapun Karebosi adalah milik semua warga Makassar, bukan milik perorangan.
Ditulis oleh : Syaifullah Daeng Gassing dan dipublikasikan atas seizin penulisnya
Tulisan terkait tentang Karebosi dapat pula dibaca di situs Panyingkul , yaitu tentang Revitalisasi Karebosi dan Perenungannya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Ada 10 komentar untuk artikel ini.
fajri & ary
saya setuju dengan penolakan ini…karena dengan adanya revitalisasi karebosi masyarakat-masyarakat kecil yang pada umumnya biasa menggunakan tempat ini sebagai sumber mata pencaharian mereka justru akan hilang begitu saja..!!!
November 20th, 2007 at 7:36 pm
irfan
bagi saya klo memang untuk sebuah perbaikan tidak ada salahnya untuk kita dukung, kita sebagai masyarakat tentunya harus mendukung apa yang terbaik oleh pemerintah, dan sekarang yang menjadi tugas kita adalah mengawasi revitalisasi tersebut, agar proyeknya tidak menjadi sarang koruptor, trus untuk lembaga2 dan mahasiswa saya pikir sangat tidak dewasa bila kita menentang sebuah perbaikan fasilitas, tapi langkah yang terbaik adalah bagaimana kita/lembaga yg ada guna mengawasi kelancaran dan tentunya lurus-tidaknya pendanaan dan finishing dari proyek tersebut.
March 17th, 2008 at 3:55 pm
VaQaR
Minta tolong bantuannya alamat LSM yang berkaitan dengan kasusu di atas
coz aq lg nyusun tesis mengenai kasus karebosi tersebut krn hukum indonesia yang mengatur mengenai bangunan bawah tanah lom ada aturannya.
saya berharap dapat bantuan dari teman2 smuaa
April 2nd, 2008 at 11:05 pm
poetra
pemerintah memiliki kewenangan atas tanah-tanah tak bertuan. hak tersebut dinamakan hak menguasai negara. namun, jangan juga kewenangan tersebut disalahgunakan. jangan komersilkan alun-alun kota makassar. revitalisasi pantas untuk didukung, asal jangan dibisnisi.
June 4th, 2008 at 10:55 am
Rakyat Kecil
Kenapa mesti ada bangunan di karebosi tanpa itu pun karebosi bisa di perbaiki, apakah ada udang dibalik batu?
September 12th, 2008 at 10:45 pm
ihsan
Alhamdulillah,….sudah liat sekarang wajah karebosi…,silahkan berkomentar lebih jauh…., sudah dipake id, sudah dipake main sepak bola, walaupun belum semuanya rampung..entar kalo kondisi sudah stabil…pagar2 itu akan dibuka semua koq…
October 18th, 2008 at 12:55 pm
ihsan
emang hukum di Indonesia belum ada yang mengatur, tapi coba buka permendagri no 17 tahun 2007 (kalo tidak salah) yang mengatur tentang BOT (built operate transfer) ato dikenal dengan istilah bangun guna serah…, kalo mo melihat lebih jauh…blok M, dll di Jakarta sudah banyak bagunan bawah tanah, lihat alun2 bandung (dibawah alun2 itu kalo tidak salah parkir), jadi silahkan dikaji kembali apakah karebosi melanggar aspek hukum…,eh kan pengadilan negeri makassar sudah menyatakan tidak ada masalah,…yang kita tunggu hasil kasasi di pengadilan tinggi dan MA….gimana…ayo maju dek!!!!!
October 18th, 2008 at 1:00 pm
acho
akibat keserakahan & arogansi penguasa….
November 28th, 2008 at 8:06 am
Tovique
Awalnya pd waktu digagas dan diwacakan akupun tersenyum dan bangga kalo itu bisa terwujud. aku hanya berkata dalam hati, mudah2an nasibnya tidak seperti rencana2 diatas kertas apalagi kalau menghitung angka2 dana kebutuhannya. Losari yg dulu direncanakanpun menuai caci dan puji, namun begitu mulai tampak, yg tinggal cuma kagum. Kembali ke Karebosi, aku mulai merinding ketika sdh dipagar seng dan pelaksananya sdh ngebet mau kerja. Eeh… apa ini bukan mimpi. Betul2 komitmen yg kudapat. berlalu satu tahun sdh terasa dipake untuk shalat Ied dan qurban, belum lagi perayaan2 lainnya padahal belum rampung 100% ..coi. Memang kalau dimulai dgn niat baik dan tulus maka ide brilyan ini akan di rahmati Allah SWT. tinggal bgmn jika menjaganya krn org licik dan picik tdk berhenti mengganggu. Apalagi kalo mau dibangun saat krisis global begini.. bisa2 cape deh. (malah bukan Karebosi yg dibangun tapi cuma bangun tidur). Sekarang sdh nampak wajah sesungguhnya Karebosi…. Terima kasih yaa Allah SWT telah wujudkan harapan kami. your think n idea for all.
December 8th, 2008 at 8:17 am
akbar
kerengmi karebosi
endak adami kontra tinggal pro semua jie
makassar makin hari makin keren ajha :P
August 7th, 2009 at 11:09 am