You're here: My City Blogging » Makassar » Article: Rafflesia Arnoldi Muncul di Makassar

Rafflesia Arnoldi Muncul di Makassar

Amril Taufik Gobel — November 27, 2007 / 1:25 pm

gambar_raflesia.JPGBeberapa hari yang lalu, bunga Raflesia Arnoldii muncul di Makassar. Bunga bangkai ini tumbuh di lapangan rumput di samping Balai Kesehatan Mata Makassar yang terletak di Jalan Wijayakusuma .  Sore itu, 15 November 2007, tampak puluhan orang mengitari suatu pagar bambu seluas sekitar 1 x 1 m yang berisikan sebuah Raflesia arnoldi, atau yang lazimnya disebut bunga bangkai. Pengunjung lapangan itu tampak bervariasi dari anak-anak sampai orang tua. Semuanya tampak berdecak kagum dengan besar dan indahnya bunga langka itu. Tidak sampai disitu, dari jauh tampak masih banyak orang yang penasaran menuju ke tempat ini. Ada yang datang sendiri, tapi banyak juga yang datang berkelompok.

Dg Sewang, penemu bunga langka ini tampak bersemangat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pengunjung. Pria berkumis itu bercerita bahwa bunga ini telah tumbuh selama tiga hari di tempat tersebut. Dia menemukannya tanpa sengaja setelah melakukan kerja bakti tiga hari yang lalu.”Ini langsung tumbuh  besar kayak begini.” katanya. Informasi penemuan ini langsung menyebar dari mulut ke mulut dan membuat warga sekitar berbondong-bondong mendatanginya.  Keunikannya membuat banyak orang yang memegang bunga tersebut. Karena dikhawatirkan rusak, maka warga sekitar berinisiatif memagarinya. Tampak bunga itu berukuran tinggi sekitar 40 cm dan lebar 30 cm. Kelopak bunganya berwarna merah kehitaman dengan tangkai di tengah berwarna hitam dengan dipenuhi bintik-bintik kuning. Di bagian atas tangkai tersebut melebar dan mengkerut-kerut. Kata sebagian orang yang ada di situ, bentuk bagian atas tersebut menyerupai wajah manusia jika dilihat dari sudut pandang tertentu. “Bunga ini awalnya cantik sekali sebenarnya. Kelopaknya berwarna merah cerah, dan tangkainya kuning. Tapi karena sering dipegang-pegang dan terkena sinar matahari selama dua hari jadi kaya beginimi.” cerita Dg Sewang. Sejak penemuan bunga ini, sudah beratus-ratus orang datang mengunjunginya. Ada banyak media cetak dan media elektronik datang meliputnya, seperti Metro TV, Trans TV, Fajar, dan Berita Kota. Malah, menurut Dg Sewang, ada yang sengaja jauh-jauh datang dari Takalar hanya untuk menyaksikan bunga langka ini. Berbagai cerita masyarakat sekitar berkembang tentang bunga ini. Ada yang menghubungkannya dengan mistis karena beredar kabar semalam sebelum ditemukannya, terdengar suara tangisan misterius di lokasi tersebut. Selain itu ada juga yang menghubungkannya dengan pilkada Sulsel yang baru beberapa hari ini memenangkan Syahrul yang bernomor urut tiga “Ini sebenarnya simbol kemenangannya Syahrul ” kata  Dg Sewang sambil menunjuk tiga tunas berwarna hijau yang tumbuh di sekitar bunga itu. “Coba lihatmi batang-batang yang ada di situ.” Lepas dari semua cerita tersebut tersirat hikmah betapa kayanya tanah air kita ini dengan tanaman-tanaman langka dan istimewa yang sebenarnya bisa mendatangkan keuntungan bagi masyarakat yang mau melihat potensi tersebut.

Ditulis oleh : dr.Amrizal Muchtar dan dipublikasikan kembali atas izin penulisnya. Foto dibuat oleh Amrizal Muchtar.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. herman

    Biasanya saya tahu tumbuhan ini ada di Bengkulu. Lalu pernah ada di Kebun Raya Bogor. Sekarang ada di Makassar. Selamat deh, akhirnya saudara-saudara di Makassar bisa lihat langsung bunga ini. Baunya itu loh…

    January 9th, 2008 at 4:52 pm

  2. Alamsyah Bermanno

    Saya menanggapi tulisan sdr dr. Amrizal Muchtar, nama saya Alamsyah Bermanno kebetulan asal saya dari Bengkulu. Memang negeri kita kaya akan flora dan fauna melihat gambar dan tulisan yg saudara di goole ini saya tergugah untuk mengklarifikasi bahwa bunga tersebut bukan jenis Rafflesia, di Bengkulu ada tiga jenis Rafllesia dan itu beda ukuran dan warna dan baunya. Tapi pada gambar adalah jenis bunga bangkai juga tapi bukan Rafflesia di Bengkulu namanya bunga KIBUT dan bunga ini sangat besar dan tinggi bisa mencapai 2 meter dan kita bisa menemukan di hutan lindung Bengkulu. Bungan Kibut tidak parasit seperti Rafflesia dan bisa dibudi dayakan. Terima kasih.

    January 31st, 2008 at 10:39 pm

  3. Reni Ekawaty

    Dari gambar yang ditampilkan, bunga tersebut bukanlah jenis Rafflesia, tetapi termasuk ke dalam jenis Amorphophalus. Di sinilah letak kesalahan masyarakat kita sejak dulu yang selalu mencampur adukkan antara bunga padma (rafflesia) dengan bunga bangkai (amorphophalus). Amrophophalus sendiri juga terdiri atas beberapa jenis. Yang paling besar adalah A. titanum, selain di hutan juga bisa di budidayakan. Sedangkan Rafflesia hanya bisa di temukan di hutan hujan tropis saja.

    April 2nd, 2008 at 2:35 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT