You're here: My City Blogging » Makassar » Article: Paria Kambu, pahit namun lezat
Salah satu jenis sayuran yang cukup unik adalah sayur Pare. Selain bentuknya yang unik, panjang dengan kulit yang kasar seperti berduri, rasanya juga pahit dan sedikit berbeda dengan rasa sayur pada umumnya. Pare dalam bahasa latinnya disebut Momordica charabtia memang kurang menarik disebabkan rasa pahitnya tersebut. Tidak semua orang menyukainya.
Tanaman satu ini memang pahit. Tapi, di balik rasa pahit itu ternyata tersimpan sejuta manfaat untuk kesehatan. Coba perhatikan kandungan kimia yang terdapat pada tanaman pare. Buahnya mengandung albiminoid, karbohidrat, dan zat warna, daunnya mengandung momordisina, momordina, karantina, resin, dan minyak lemak, sementara akarnya mengandung asam momordial dan asam oleanolat. Bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial.
Di Sulawesi Selatan, nama lain Pare adalah Paria. Salah satu manfaat dari Paria diyakini dapat membuat tenggorokan terasa lebih plong, mungkin seperti gurah yang membersihkan tenggorokan dari berbagai kotoran. Semasa kecil saya ingat betapa nenek saya sering menyuruh saya untuk makan paria, harapan nenek suara saya bisa bagus dan nantinya bisa jadi qori atau pembaca kitab suci al-Quran yang bersuara merdu. Sayang sekali saya selalu menolak karena memang sangat tidak suka dengan rasa paria yang sangat pahit.
Bertahun-tahun kemudian saat saya mulai beranjak remaja, saya jatuh cnta pada salah satu olahan dari paria tersebut, namanya paria kambu.Dengan keterampilan khusus, tanaman sayur yang tumbuh merambat ini diolah menjadi makanan khas yang lezat. Kambu dalam bahasa makassar berarti isi atau bagian dalam. Paria atau Pare yang dihidangkan menjadi Paria kambu memang sudah dikosongkan bagian dalamnya dan kemudian diganti dengan campuran ikan dan kelapa.
Cara pembuatan paria kambu memang tidak mudah karena memerlukan keterampilan khusus untuk bisa menyembunyikan rasa pahit paria tersebut. Ketelatenan memang menjadi syarat mutlak dalam meracik paria kambu. Sepotong paria dengan panjang kira-kira 20cm bisa dibuat menjadi 3 potong paria kambu.
Bahan dasar utama paria kambu tentu saja adalah sayur paria atau pare. Bagian dalam paria kemudian dibersihkan hingga kosong. Selanjutnya bagian kosong tersebut diisi dengan campuran antara parutan kelapa yang sudah digoreng dan ikan yang sudah dimasak. Jenis ikannya beragam sesuai selera. Kedua bahan tersebut kemudian dihaluskan dan dimasukkan kedalam rongga paria atau pare.
Sebagai pelengkap, ditambahkan merica, bawang putih dan bawang merah sertai serai yang sudah dihaluskan bersama-sama. Tidak lupa juga putih telur.
Setelah siap, santan kemudian dimasak hingga mendidih. Bila santan telah mendidih, paria yang sudah diisi dengan bahan-bahan tadi kemudian dimasukkan ke dalam adonan kuah berisi santan mendidih tadi hingga masak. Jangan lupa untuk menambahkan garam sesuai selera. Setelah siap, paria bisa dihidangkan bersama-sama nasi putih atau lauk lainnya.
Karena sifatnya yang agak rumit, maka paria kambu memang relatif lebih susah ditemukan. Tidak banyak yang membuatnya untuk kemudian dijual. Tapi biasanya di bulan ramadhan, saat jalanan banyak dipenuhi oleh para pedangang makanan, paria kambu juga turut meramaikan persaingan antar ragam makanan untuk berbuka puasa atau makan malam dan makan sahur. Harganya cukup beragam, berkisar antara Rp. 3.000,- per potong yang panjangnya kira-kira 5-7 cm hingga Rp. 5.000,- per potong.
Menyantap paria kambu dengan nasi yang mengepul memang menciptakan sensasi tersendiri. Rasa pahit paria atau pare bercampur dengan rasa dan aroma ikan yang jejalkan ke dalam paria tersebut. Walaupun tergolong agak kurang dari segi peminat dan popularitas bila dibandingkan dengan makanan-makanan khas Sulawesi Selatan lainnya, namun tak urung paria kambu tetap jadi incaran beberapa kalangan yang memburu sensasi pahitnya paria yang bercampur dengan renyahnya ikan serta kentalnya kuah santan bercampur putih telur.
Rasanya memang cukup mampu untuk menggoyangkan lidah anda. Tertarik untuk mencoba ?.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Ada 10 komentar untuk artikel ini.
indy
saya mau bertanya adakah sayuran daerah makassar yang dihidangkan pada kesempatan khusus berhubungan dengan lingkaran hidup manusia (daur hidup), upacara keagamaan, dan dengan sosial??? karena saya hanya melihat masakan khas makassar itu kebnyakan lauk bukan sayuran….
December 5th, 2007 at 9:25 am
Ipul
@Indy:
nampaknya tidak ada hubungan khusus antara makanan yang disajikan di acara2 khusus tersebut..
soal pernyataan bahwa makanan Makassar kebanyakan lauk dan bukan sayuran, sepertinya memang betul. jenis makanan khas yg dikategorikan lauk memang lebih banyak daripada makanan yang dikategorikan sebagai sayur.
bahkan sayur pendamping makanan di Makassar relatif lebih simpel, kebanyakan malah sayur bening aja..
December 5th, 2007 at 12:54 pm
jengNad
Ngomong-ngomong soal sayurnya makassar…ada lagi pak yang terkenal…kapurung. sluurppp ;-)
makannya paling nikmat bila diseruput…
Biasanya makanan2 yang disajikan saat pesta pernikahan bugis dianggap mempunyai makna atau tujuan-tujuan tertentu yang positif utk pernikahan tersebut…
Kebanyakan yang manis-manis (baca: super manis), kalo kata ibu saya, sesimple, “supaya pernikahannya manis” ;-)
December 5th, 2007 at 9:50 pm
jengNad
eh maaf, maksudnya tadi, “Bu”..kalo yang “Pak” pasti sdh tau ya?
;-)
December 5th, 2007 at 9:51 pm
fritzinfo
jadi lapar euy..
paling demen sama paria yang dalemnya diisi ikan.. hmm.. yummyy..
December 9th, 2007 at 3:49 pm
Usahawantani
Disini ada cara bagaimana untuk menanam serai beserta gambar terbaru, sila layari usahawantani.fotopages.com utk keterangan lanjut. Selamat membaca.
December 19th, 2007 at 12:11 pm
ira
ehm..jadi lapar…minta resepnya dong..?
April 1st, 2008 at 4:27 pm
Twilight Express » Blog Archive » Hari Pare
[…] apa saja selain siomay ya? Kalau keluarga dari pihak papa yang dari makassar sering membuatkan kami Paria Kambu. Pare diisi cincangan ikan dan kelapa lalu dimasak dengan santan. Karena rasanya tidak terlalu […]
May 10th, 2008 at 3:42 pm
Solihin
Saya khawatir dibalik manfaat ada efek buruk seperti Leunca. Karenanya kalau ada tolong sebutkan efek buruknya pare/paria itu. Terima kasih
August 23rd, 2008 at 8:49 am
brian
saya blm pernah sich makan masakan dr pare, katanya pahit
tapi setelah aku liat masakan ini jadi ngiler nich
February 9th, 2009 at 1:31 pm