You're here: My City Blogging » Makassar » Article: Blogger Daeng Menyemarakkan Jagad Maya

Blogger Daeng Menyemarakkan Jagad Maya

Amril Taufik Gobel — December 10, 2007 / 8:36 am

daengnuntung.JPG

BERSIAPLAH blogosfer Indonesia menyambut kedatangan para blogger asal Makassar berdomain “daeng”. Sebut saja, www.daengrusle.com oleh Muh.Ruslailang Noertika di Balikpapan, www.daengnuntung.com oleh Kamaruddin Aziz Daeng Nuntung di Aceh, www.daenggassing.com oleh Syaifullah Daeng Gassing di Makassar, www.daengbaco.com oleh Muhammad Nadzirin Anshari Nur di Makassar dan www.daengbattala.com oleh saya, Amril Taufik Gobel di Cikarang.

Kehadiran blogger berdomain “daeng” ini setidaknya menyiratkan keinginan untuk melestarikan panggilan khas Bugis-Makassar ini. Bagi masyarakat Bugis, panggilan “Daeng” terbatas untuk merujuk pada seseorang yang dituakan. Tapi bagi masyarakat Makassar, Daeng juga adalah nama khusus atau disebut paddaengang, cerminan harapan yang luhur.

Dalam situs Panyingkul ,Kamaruddin Aziz Daeng Nuntung menceritakan ada ritual tradisional tersendiri untuk menyematkan gelar “Daeng” setelah namanya. Gelarannya sebagai Daeng Nuntung (atau “bisa menuntun”) kemudian diresmikan saat ia dikhitan, tepatnya sebulan sebelum masuk ke SMP di Galesong, Takalar. Tahapan a’gau gau (khitanan) secara tradisional di tanah Galesong terdiri dari tiga, yakni barazanji, penammatan Al Quran, dan sebuah tahapan yang disebut Atta’ba di mana sumbangan dari pihak keluarga bagi yang anak dikhitan disebutkan. Pada proses atta’ba inilah diumumkan tentang pemberian nama “Daeng Nuntung” bagi Kamaruddin.

Atta’ba yang dipandu seorang Imam itu mengumumkan: “Anne alloa nia ngaseng maki mae, para bija, purina, cikali, nenek , dato’na iya ngaseng niaka di kamponga battumaki ri patta’bakanna i Kamarudding daeng Nuntung.”

Artinya: ”Hari ini datanglah ke sini, keluarga, om, sepupu, nenek dan kakek, semua yang ada di kampung datanglah ri pattabbakanna Kamaruddin daeng Nuntung.”

Kamaruddin meneruskan tradisi pemberian gelar daeng di keluarganya. Ketiga anaknya bahkan telah mendapatkan paddaengangnya ketika diaqiqah, masing-masing Intan daeng Ngintang, Khalid Adam daeng Ngalli dan Aisyah Sofianita daeng Te’ne. Nama-nama tersebut diambil dari nama kakek dan nenek di keluarga besar.

“Saya tetap meneruskan tradisi paddaengang ini karena ingin mengingat sejarah keluarga sekaligus juga menjadikan gelar itu sebagai bentangan harapan dan doa bagi anak-anak saya,” tutur Kamaruddin. Dan kini tradisi itu diteruskan Kamaruddin, yang kini bekerja di sebuah LSM di Aceh dengan menamakan blognya dengan www.daengnuntung.com

 daenggassing-dot-com.JPG

Syaifullah Daeng Gassing (www.daenggassing.com) yang juga kontributor di Cityblogging@Makassar ini meresmikan “rumah virtual” barunya itu dengan hidangan virtual khas Umba’-Umba’ alias Onde-onde yang merupakan sebuah tradisi spesifik masyarakat bugis-makassar ini. Syaifullah menjelaskan diblognya, “Dalam bahasa Makassar umba atau ammumba bisa diartikan muncul ke permukaan. Kata ini diberikan merujuk kepada sifat makanan ini saat dimasak. Umba-umba yang belum matang berada di bawah, atau pada posisi terendah di dalam panci. Saat masak, umba-umba kemudian akan naik ke permukaan. Makanya kemudian diberi nama umba-umba atau muncul ke permukaan.

“Dalam mitologi suku Makassar, umba-umba diibaratkan simbol harapan akan munculnya semua hal-hal yang positif di tempat baru tersebut. Umba-umba dimaknai sebagai harapan bawha di tempat yang baru nantinya, hal-hal positif yang selama ini tersembunyi akan segera naik ke permukaan”, tutur Syaifullah Daeng Gassing antusias(Gassing berarti “gesit”).

Saya sendiri meresmikan blog saya dengan nama “Daeng Battala” (battala’ berarti pula berat). Tentu dengan alasan-alasan romantik yang serupa dengan Syaifullah dan Kamaruddin. Saya menyematkan nama Daeng diblog saya sebagai representasi kerinduan dan upaya tetap “mengikatkan” diri pada tempat kelahiran saya di Makassar.

Selamat datang para blogger daeng di jagad maya dan ditunggu kehadiran blogger-blogger daeng lainnya di blogosfer.

Semoga saja ini bukanlah sebuah trend sesaat belaka :D

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 9 komentar untuk artikel ini.

  1. Mus_

    pertamax!!
    tauwwa… daengnuntung sama dgipul masuk sini blognya.

    keren!!

    December 10th, 2007 at 8:55 am

  2. daengkebo

    tunggu2 mi juga saya hahahahaha

    December 10th, 2007 at 8:58 am

  3. daeng eko

    weheheheh ada PM (prof mus) sama daeng kebo, tawwa para daeng hemmm menyelamat kan julukan daeng harus itu jadi saya pake nama daeng eko :D

    December 10th, 2007 at 9:52 am

  4. ipul

    ah..kondisi bangga atas paddaengang seperti saat ini sungguhnya jauh berbeda dengan kondisi saat saya masih ABG..dulu, rasanya malu kalo dipanggil dengan paddaengang, rasanya koq kayak orang tua..

    tapi sekarang, bangga sebangga bangganya..
    kalo bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan budaya yang sesungguhnya sangat luhur ini..

    salam

    S.dg.Gassing

    December 10th, 2007 at 12:02 pm

  5. Kirman

    “Bagi masyarakat Bugis, panggilan “Daeng” terbatas untuk merujuk pada seseorang yang dituakan. Tapi bagi masyarakat Makassar, Daeng juga adalah nama khusus atau disebut paddaengang, cerminan harapan yang luhur.” (penulis)
    Setahu saya, paddaengeng pun ada di suku bugis yang juga merupakan cerminan harapan yang luhur, juga diberikan tersendiri. Saya kebetulan dari Soppeng, di tempat saya paddaengeng ini masih ada yang memakai. Di keluarga saya pun masih memakai paddaengeng sebagai nama tersendiri.
    Bahkan, jika kita baca sejarah (misalnya sejarah kota Samarinda), di situ dikatakan bahwa Lamaddukkelleng (bangsawan Wajo) meninggalkan negerinya bersama La Maohang Daeng Mangkona, La pallawa Daeng Marowa, Puanna Dekke, La Siaraje, Daeng Manambung, La Manja Daeng Lebbi, La Sawedi Daeng Sagala, dan La Manrappi Daeng punggawa (http://www.kutaikartanegara.com/forum/viewtopic.php?t=867).

    December 10th, 2007 at 12:37 pm

  6. daengbaco

    Tunggu kehadirannya seminggu lagi launcing http://www.daengbaco.com

    December 10th, 2007 at 2:44 pm

  7. daengrusle

    salama…
    ada tong disebut nama dan blog ku kesiang…

    btw gassing artinya gesit lho…

    December 14th, 2007 at 1:12 pm

  8. daengbattala.com » Blog Archive » BLOGGER DAENG MENYEMARAKKAN DUNIA MAYA

    […] Tulisan ini juga sudah dimuat disini […]

    December 17th, 2007 at 10:33 am

  9. putee

    meski telat, mau ikut ucap selama’
    wah daeng-daeng yg cakep2 dan keren2 di masa nya :D

    sekarang? cakep ji tonji juga tawwa’

    December 25th, 2007 at 4:04 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT