You're here: My City Blogging » Makassar » Article: Wajah Modern Makassar tahun 2008

Wajah Modern Makassar tahun 2008

ipul — December 28, 2007 / 12:22 pm

rencana gedung Kalla Tower, Jl. DR.Sam Ratulangi-Makassar (hak cipta: Baskoro Tedjo & Associates)

Lembaran tahun 2007 tinggal menghitung hari, sebentar lagi tahun 2008 akan segera datang. Sebagian dari kita tentu bertanya-tanya bagaimana rupa kita di masa depan, begitu juga dengan rupa kota kita Makassar ini. Saya akan mencoba mengajak anda membayangkan wajah Makassar satu atau dua tahun ke depan. Berbagai proyek besar di atas bumi Makassar, saat ini sedang dalam proses pekerjaan. Diperkirakan proyek-proyek tersebut akan selesai tahun 2008.

Baiklah, kita mulai perjalanan kita tepat di titik nol kilometer Sulawesi Selatan, tepatnya di lapangan Karebosi. Walaupun masih tetap berbau kontroversial dan mengundang reaksi keras berbagai pihak, namun proyek revitalisasi Karebosi yang menelan biaya total investasi sebesar Rp. 113 miliar tetap dijalankan sesuai rencana Pemerintah Kota Makassar.

Pihak PT.Tosan Permai Lestari sebagai pemenang tender revitalisasi Karebosi bertekad menyelesaikan revitalisasi Karebosi tepat waktu, yaitu bulan November 2008. Di atas lahan Karebosi seluas ±11 Ha nantinya akan dibuat 3 lapangan bola dan satu bangunan bawah tanah. Bangunan bawah tanah ini nantinya akan dijadikan terminal angkutan kota plus beberapa kios perdagangan untuk umum. Penggunaan lahan Karebosi untuk kepentingan bisnis inilah yang kemudian memancing banyak protes dari warga yang kuatir Karebosi akan berubah fungsi.

Dari lapangan Karebosi kita mencoba menyeberang ke jalan Jenderal Sudirman. Di antara gedung kantor Bank Indonesia dan SD Sudirman saat ini sedang berlangsung kegiatan konstruksi untuk membangun sebuah gedung tinggi. Sebuah gedung milik PT. Bosowa yang rencananya diberi nama Menara Bosowa.

Menara ini menempati lahan seluas 4.272,47 meter persegi (m2). Tinggi menara 74,1 meter dengan luas bangunan 27.098 m2 dan nilai total investasi Rp 100 miliar. Lantai gedung terdiri atas basement, lower ground, ground floor, mezzanin floor, typical floor, dan dilengkapi halaman parkir. Menara ini nantinya disiapkan sebagai kantor pusat Bosowa Corporation yang saat ini sudah memiliki 33 jenis usaha. Dari penjelasan pihak Bosowa selaku pemilik, Menara Bosowa direncanakan selesai akhir tahun 2008.

Selain untuk kantor pusat Bosowa Corporation, sebagian besar lantai Menara Bosowa juga nantinya akan dipersewakan kepada perusahaan-perusahaan lain, atau lebih dikenal sebagai rental office. Pihak Bosowa telah mengklaim salah satu Bank Swasta terbesar di Indonesia telah setuju untuk menggunakan sebagian lokasi Menara Bosowa sebagai kantor mereka.

Setelah selesai di daerah pusat kota, sekarang kita mencoba menuju ke arah utara dulu. Tepatnya di perempatan jalan Urip Sumohardjo,A.P.Pettarani dan Tol Reformasi. Saat ini di pertemuan ketiga jalan tersebut sementara dibangun sebuah jalan layang (fly over). Jalan layang ini direncakan sebagai alternatif mengurangi kemacetan di kota Makassar. Walaupun sempat tertunda karena masalah kesepakatan dengan penduduk sekitar soal besaran ganti rugi namun akhirnya proyek tersebut tetap berjalan sesuai rencana. Pemkot menargetkan proyek ini akan selesai dan bisa dipergunakan tahun 2008.

Pekerjaan jalan layang ini tergabung dalam satu paket pekerjaan jalan tol ruas IV yang diperkirakan menelan total biaya Rp. 500 miliar. Nantinya jalan layang plus penambahan ruas tol ini akan membuat jarak tempuh ke bandara Hasanuddin dari pusat kota hanya sekitar 9 menit.

Foto Gedung Fajar Graha Pena-Makassar (foto: Syaifullah)

Tidak jauh dari lokasi pekerjaan jembatan layang, berdiri sebuah gedung tinggi dengan bentuk yang hampir menyerupai pena. Namanya gedung Fajar Graha Pena milik Fajar Grup, bisnis media raksasa di Makassar. Saat ini Fajar Graha Pena sudah rampung dan mulai dapat digunakan.

Ada dua bagian utama gedung Fajar Graha Pena, masing-masing gedung utama dan tower. Gedung utama mulai dari lantai 1 sampai lantai 6 dengan luas perlantai untuk gedung utama mencapai 2.000 meter persegi. Sedangkan tower di mulai dari lantai 7 sampai lantai 17. Gedung ini nantinya akan digunakan sebagai kantor pusat Fajar Grup yang terdiri dari media cetak, radio dan televisi. Selebihnya digunakan sebagai sarana pendidikan strata dua (S2) Fajar Nitro dan restoran atau rumah makan. Sisa lantai 7 sampai 17 yang merupakan tower akan dipersewakan kepada pihak swasta.

Dari bagian utara kota Makassar, kita bergerak kembali ke arah selatan. Tepatnya ke jalan DR.Ratulangi. Tidak jauh dari perempatan jalan DR.Ratulangi, Wolter Monginsidi dan Haji Bau sementara ini sedang berlangsung pekerjaan struktur bawah untuk sebuah bangunan tinggi lainnya. Namanya Kalla Tower.

Dari namanya masyarakat Sulsel (bahkan mungkin Indonesia) pastinya sudah bisa menebak siapa pemiliknya. Gedung ini memang disiapkan untuk menampung seluruh kegiatan Group Hadji Kalla, salah satu imperium bisnis terbesar di Indonesia Timur. Nilai investasi untuk gedung Kalla Tower juga tidak main-main. Besarannya mencapai 100 miliar Rupiah. Total luas bangunannya 19.293 m2 yang dibagi atas 14 lantai.

Kalla Tower berdiri di atas lahan seluas 5.500 m2. Bagian depannya berada di jalan DR. Ratulangi, sementara bagian belakangnya berada di jalan A.Mappanyukki. Selain menampung anak-anak perusahaan di bawah bendera Hadji Kalla Grup, menara ini tentunya juga menyewakan beberapa arenya kepada para peminat. Saat ini pembangunan Kalla Tower sudah hampir rampung pada bagian struktur bawah atau pondasi. Rencananya Kalla Tower akan dioperasikan di akhir tahun 2008.

Dari Jl. DR. Ratulangi sekarang kita akan menuju ke area Tanjung Bunga. Tepatnya di jalan Metro Tanjung Bunga. Tidak jauh dari mall GTC Tanjung Bunga sekarang sedang berlangsung juga sebuah proyek berdana miliaran rupiah. Namanya Trans Kalla. Berbeda dengan beberapa proyek miliaran rupiah seperti yang saya ceritakan di atas, proyek Trans Kalla bukan proyek gedung perkantoran, melainkan tempat bermain moderen menyerupai Universal Studio di Amerika.

Konsep utamanya adalah arena bermain yang mengadopsi gaya Universal Studios, Florida. Pemilik proyek memang melakukan kerjasama dengan konsultan perencana asal Amerika Serikat yang ikut merencanakan pembangunan area Universal Studios di Amerika Serikat. Bila telah selesai 100%, nantinya kita bisa ikut merasakan atmosfir di balik layar beberapa film-film besar produksi Universal Studios.

Untuk tahap pertama, pihak Trans Kalla hanya memfokuskan diri membangun Waterboom Park di atas lahan 5 Ha, total lahan rencana keseluruhan adalah seluas 16 Ha. Direncakanan Waterboom Park ini akan bisa mulai beroperasi sebelum Idul Fitri tahun 2008. Pemiliknya adalah konsorsium atau kerjasama antara Trans Media pimpinan Chairul Tanjung dan Hadji Kalla Grup. Pihak Trans Media sebagai penyedia dana dan Hadji Kalla Grup sebagai penyedia lahan.

Itulah sedikit perjalanan kita di sekitar kota Makassar sambil menengok berbagai proyek-proyek besar yang diyakini akan merubah wajah kota Makassar mulai tahun depan. Makassar tampaknya memang sangat giat mempercantik diri dengan berbagai assesoris moderen seperti yang saya gambarkan di atas tadi. Konsep kota maju yang harus memiliki bangunan tinggi nan moderen tampaknya masih dipegang teguh. Mau tidak mau kita harus siap menyambut kehadiran berbagai produk-produk moderen yang akan meramaikan kota kita tercinta ini.

Tapi di balik gegap gempitanya pekerjaan berskala besar tersebut terselip pertanyaan di hati saya. Bagaimana nasib saudara-saudara kita di berbagai daerah yang sudah akrab sebagai kantong-kantong daerah kumuh di kota Makassar ?. Tidak jauh dari lokasi Trans Kalla masih banyak keluarga-keluarga nelayan atau keluarga-keluarga pra sejahtera lainnya yang hidup berhimpit-himpitan di kawasan perumahan kumuh yang kurang layak disebut kawasan perumahan. Di sekitar gedung Fajar Graha Pena, kondisi serupa juga bisa kita temukan.

Harapan kita tentunya kemajuan kota tidak semata-mata dilihat dari jumlah sarana moderen yang mentereng, atau seberapa banyak gedung-gedung pencakar langit di kota tersebut. Pembangunan harusnya lebih manusiawi dalam mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat kota. Jangan sampai ada pihak-pihak yang justru tertinggal bahkan terlindas oleh kemajuan bernama modernisasi tersebut.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 11 komentar untuk artikel ini.

  1. Mus_

    modern di segi tata-bangunannya.
    tapi sayang, makassar tidak berwarna hijau!
    tidak ada pohon-pohon.

    sedih.
    Jakarta saja yang kota metropolitan begitu masih banyak kita jumpai pohon-pohon di sepanjang jalan, di setiap halaman bangunan, di mana-mana.

    hhhh…

    December 28th, 2007 at 1:49 pm

  2. na

    daerah resapan air semakin berkurang
    dan pembangunan kadang2 tidak mengindahkan tata kota
    beroda saja
    semoga kota kita tidak menjadi langganan banjir besar seperti jakarta

    December 29th, 2007 at 8:43 am

  3. fritzinfo

    Dilihat dari gambar bangunannya, sejuk sekali.. padahal sulawesi terkenal dengan panassss…

    semoga menjadi icon baru bagi makassar :)

    January 8th, 2008 at 5:13 pm

  4. Mahyandi

    Mana foto2 karyawan Mall gtc tanjung bunga….

    May 3rd, 2008 at 8:34 am

  5. Mahyandi

    Kalau dari segi bangunannya saya rasa sudah cukup bagus…apalagi kalau dah di tambah …….?

    May 3rd, 2008 at 8:36 am

  6. stefano

    menurut sayasi bagusan kalla tower

    July 5th, 2008 at 2:37 pm

  7. Dony

    sebaiknya makassar membangun harus memperhitungkan kondisi tata jalan..soalnya jalanan kota makassar sempit dan tidak ada trotoar..terkesan tidak teratur..

    August 5th, 2008 at 2:28 pm

  8. thiya

    indahnya gemerlap gedung, bangunan pencakar langit, tak akan ternilai, bila dalam perencanaan/pembangunan/ penggunaannya tidak memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.

    apalah arti sebuah kemewahan jika hanya sesaat/tidak berlangsung lama, krn alam pun tak akan tinggal diam bila ada yang kurang dari dirinya.

    August 10th, 2008 at 1:43 pm

  9. trimuhwarudin

    Salut untuk kota tercintaku makassar yang terus berbenah mengejar ketertinggalnnya dengan kota - kota besar yang ada di pulau Jawa.tapi saya berharap putra daerah nantinya tidak hanya sekedar jadi penonton diantara gemerlapnya kota makassar.
    dan jangan lupa membagi kue pembangunan kepada pengusaha-pengusaha asli daerah yang dengan setia terus memantau perkembangan kota tercintanya.Termasuk saya yang sekarang sedang mengelola perusahaan milik sendiri yang bergerak dibidang general supplier ( PT Citra Utama Mandiri Surabaya) Alhamdulillah pada proyek CCC tanjung Bunga, PT citra Utama Mandiri Sby mendapatkan pesanan berupa pipa stainlees ( Branded Kami ) Dan Bandara Hasanuddin berupa Wire Mesh sekian ribu meter persegi )masih banyak yang lainnya yang tidak dapat saya tuangkan dalam tulisan ini.terimakasih kotaku makassar dan salam hangat untuk seluruh Owner - owner perusahaan contractor yang ada di Sul-Sel.Trims
    Trimuhwarudin ( Asli Karuwisi )Owner PT Citra Utama Mandiri Sby ( e-mail : Citra_utama06@yahoo.co.id )

    November 3rd, 2008 at 10:00 am

  10. sam

    salut buat makassar.
    pembangunannya ga kala dengan kota lain di Indonesia. “Buktikan REWA nu !

    November 8th, 2008 at 6:33 am

  11. A. Alwin Saerong

    SELAMAT atas berdirinya gedung2 megah di Makassar, tp akan lebih pas kalau ada lukisan PERAHU / KAPAL DAGANG BUGIS ( PHINISI ) karya Agustine Sibarani thn 1969 uk. 188 X 123 antik .
    Lukisan tsb mau dijual
    Bila ada yang berminat hub alamat email saya
    nanti photonya akan diemail, trmksh

    November 29th, 2008 at 3:25 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT