← Kembali ke halaman depan

Marak, Demo Anti Kenaikan Harga BBM di Makassar

Hingga hari ini, demo anti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak di Makassar semakin marak. Aksi-aksi yang cenderung mengarah anarkis bahkan sempat terjadi kemarin (Selasa,27/5) ketika terjadi bentrokan antara Sekitar 100-am mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang mengatasnamakan dari Aliansi Mahasiswa Unhas Tolak Kenaikan BBM dengan aparat polisi di depan pintu I Kampus Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea Unhas.  Demo di Unhas–sebagaimana dikutip dari harian Tribun Timur Online– juga diwarnai dengan perusakan mobil polisi yang melintas di kawasan tersebut.  Sedan patroli Satlantas Polwiltabes Makassar yang melintas di depan barisan massa menjadi bulan-bulanan mahasiswa yang melempar. Mobil polisi lainnya juga dilempari. Pelemparan mobil sedan polisi itu disaksikan oleh Dirreskrim Polda Sulsel Kombes Pol Sobri Effendy yang berada di seberang jalan.

Bentrokan di Unhas dipicu kedatangan pasukan anti huru hara Brimob Polda Sulsel yang membentuk formasi barisan dengan menggunakan tameng besar. Namun, jumlah polisi yang melakukan pelemparan hanya sekitar lima sampai enam orang.  Jumlah tersebut terbilang sedikit dibandingkan puluhan mahasiswa yang melempar. Aksi saling lempar, hampir terjadi satu jam. Tidak hanya melempari polisi yang berada di sebelah kanan pintu masuk Unhas, namun mahasiswa juga melempari polisi berpakaian preman di sebelah kiri pintu I Unhas maupun yang berada di seberang jalan depan SPBU. 

Dilaporkan pula bahwa, Demonstrasi gabungan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) di depan kampus UIN, Jl Sultan Alauddin, juga berakhir ricuh.  Mahasiswa terlibat aksi baku lempar dengan polisi yang berujung penyerbuan kampus hijau dan penangkapan satu aktivis mahasiswa Unismuh Makassar, Mustafa.  Insiden ini bermula saat puluhan mahasiswa melakukan unjuk rasa dengan memblokir seluruh ruas jalan dengan membakar ban bekas maupun potongan kayu besar. Akibat penutupan, akses utama yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa ini sempat lumpuh total sekitar dua jam. 

Dari jauh, saya hanya bisa berharap agar aksi demo yang dilakukan mahasiswa tidak dilakukan secara membabi buta dan anarkis sehingga tak hanya merepotkan polisi namun juga merugikan masyarakat umum pengguna jalan serta warga sekitarnya. Aksi secara damai dan elegan lebih baik dan mungkin akan lebih baik lagi bila demo bisa dilakukan secara online, melalui blog. Nah..kenapa tidak? :D 

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)