Aktifis Mahasiswa Tewas Tertembak di Makassar
Malang nian Nasib Muh.Fakhruddin (22 tahun), seorang aktifis mahasiswa UNM (Universitas Negeri Makassar) yang tewas tertembak orang tak dikenal di Jl Pandan Raya – samping Panakkukang Trade Centre (PTC), kamis malam tadi sekira pukul 20.00 WITA. Seperti diberitakan Harian Fajar Online, Mahasiswa Jurusan Manajemen, Fakultas Ilmu Ekonomi angkatan 2004 itu, mengembuskan napas terakhir sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Korban yang lebih akrab dipanggil Bondang ini tewas di tempat kejadian dengan luka akibat peluru yang menembus rahang bawah telinga hingga bagian belakang kepalanya. Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukan sepeda motor korban jenis Suzuki Shogun DD 4891 CE tergeletak. Tidak hanya itu, handphone (HP) korban juga ditemukan berada di samping jenazahnya.
Belum diketahui motif penembakan mahasiswa yang tinggal di Asrama Barru, Jalan Andi Tadde, Kecamatan Bontoala itu.
Informasi di TKP menyebutkan, korban ditembak pengendara sepeda motor yang berboncengan dengan jarak sekitar dua meter. Pelaku diduga mengikuti korban hingga lokasi kejadian. Usai melakukan aksinya, pemuda dengan ciri-ciri kurus dan perawakan sedang itu langsung meninggalkan lokasi kejadian memutar ke arah Jl Pengayoman.
Hingga pukul 00.30 WITA dini hari tadi, belum ada kepastian tentang pelaku penembakan. Polisi juga masih melakukan penyelidikan tentang kematian anak kedua dari enam bersaudara itu.
Oleh sebagian besar rekan-rekannya, mahasiswa angkatan 2004 itu dikenal santun dan berwibawa. Bondang yang mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen itu baru saja menyelesaikan kepengurusannya di HMJ. Kini dia fokus pada skripsi.
Sepupu korban, Amran yang ditemui malam tadi mengatakan, korban diketahui tidak pernah memiliki musuh. “Dia itu sabar orangnya dan tidak pernah ada musuhnya. Jadi kami heran kenapa ada yang membunuhnya,” ungkap Amran.
Dari situs Tribun Timur Makassar diberitakan, dugaan penembakkan cukup kuat karena dua saksi yangberada di lokasi kejadian mendengar suara letusan seperti letusan senjata. Dg Rasyid (55), penjual kaki lima sekitar lokasi kejadian, mengatakan, mendengar suara letusan tersebut.
“Saya langsung keluar dari kios dan saya lihat korban sudah tergeletak,” katanya saat dimintai keterangan oleh wartawan. Begitu juga saksi lainnya, Indrawan, yang berada di dekat lokasi kejadian. Indrawan mengaku mendengar letusan keras. “Setelah itu ada seorang yang lari ke arah motor yang sudah menunggunya di dekat jembatan. Mereka lalu kabur ke arah kanan (ke Jl Pengayoman),” ujarnya.
Indrawan mengatakan, dua orang tersebut mengendarai motor besar namun tidak mengetahui mereknya karena keadaan sekitar agak gelap. Selang beberapa saat karena melihat orang yang berkerumun, ia pun mengetahui kalau ada yang tergeletak.
Saksi kemudian dimintai keterangan di Mapolresta Makassar Timur. Mayat korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Polisi mengamankan sejumlah identitas diri yang ada di dalam dompet korban.
Kapolsekta Panakkukang AKP Satria A Vibrianto belum dapat memberikan keterangan. Kanit Reskrim Polsekta Panakkukang Iptu Aldi menemani Satria di lokasi kejadian.
Dari dompet korban terdapat banyak kartu nama dan dua STNK motor. Motor korban Suzuki Shogun DD 4891 CE juga diamankan polisi. Kejadian ini menyita perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas. Polisi langsung memasang garis polisi di sekitar tempat kejadian perkara.
Terlihat darah berceceran di tempat ditemukannya korban. Potongan gigi korban juga ditemukan pihak kepolisian.
Turut berduka cita atas wafatnya Bondang dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Mudah-mudahan, polisi dapat segera membekuk pelaku tindakan biadab ini.



Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.