You're here: My City Blogging » Makassar » Article: Mulai Besok, Sebagian Makassar Akan Gelap Gulita
Akibat kekurangan pasokan daya sebesar 63 MW, mulai besok (22/7), PLN akan menerapkan pemadaman bergilir di sebagian wilayah Makassar.
”Perbaikan ini sendiri membuat sekitar 63 megawatt (MW) daya listrik yang melalui sistem kelistrikan Sulselrabar, harus keluar dari sistem,” jelas Yamin Loleh.
Selain itu, pada 31 Juli hingga 4 Agustus 2008, PLN Sulselrabar kembali akan melakukan pemadaman bergilir di wilayah Sulselrabar. Khusus untuk pemadaman pada periode ini, tambah Yamin Loleh, sebagai dampak adanya pekerjaan penyambungan (koneksitas) pipa gas yang baru Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sengkang. Juga, penyambungan kawat Tee-In Connection 6,6 kilovolt (kV) sisi pembangkit. Untuk pengerjaan ini, aku Yamin Loleh, PLN Sulselrabar kekurangan pasokan sebesar 100 megawatt (MW). ”Penyambungan pipa gas dan kawat Tee-In Connection ini sebagai bagian dari rencana masuknya turbin gas dengan daya 60 MW pada September 2008 mendatang. Kami berharap dengan adanya tambahan daya 60 MW, maka sistem kelistrikan di Sulselrabar akan semakin handal. Terutama dalam menghadapi bulan Ramadhan, Natal, dan Tahun Baru,” jelas Yamin yang mengaku pada malam hari sebagian Makassar ada yang akan gelap gulita. Yamin Loleh mengakui, dalam kondisi seperti sekarang, setiap hari PLN di Sulselrabar mengalami defisit (kekurangan) daya antara 20 hingga 40 MW. Dimana, daya mampu seluruh mesin pembangkit PLN baik itu PLTD, PLTA, PLTU, maupun PLTG hanya 430 MW. Sedangkan pemakaian daya pada waktu beban puncak (WBP) mencapai 450 hingga 470 MW.
Untuk meminimalisir atau mengurangi terjadinya pemadaman bergilir, kata Yamin, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan para pelanggan. Misalnya untuk pelanggan bisnis seperti hotel, mall, dan industri yang memiliki genset, agar dapat mengoperasikan secara optimal pada saat WBP selama periode pelaksanaan perbaikan dan pemasangan pipa gas tersebut.
”Kami juga mengharapkan partisipasi seluruh pelanggan PLN di wilayah Sulselrabar untuk mengurangi pemakaian listrik di rumahnya masing-masing minimal 50 watt. Kalau langkah ini tidak bisa dilakukan, kami terpaksa melakukan pemadaman bergilir untuk mengurangi beban listrik pada sistem pembangkit dan penyaluran beban Sulelrabar agar tidak terjadi black out (pemadaman total),” ungkap Yamin Loleh.
Tentang keberadaan lampu-lampu jalan, aku Yamin, pihak PLN juga akan mengurangi jumlah lampu penerangan jalan yang menyala. Khususnya pada malam hari saat WBP selama periode pekerjaan tersebut. PLN akan melakukan koordinasi dengan Pemkot dan Pemkab agar tingkat kewajaran jumlah titik cahaya, jenis lampu, serta daya tersambung lampu penerangan jalan, agar dapat disesuaikan.
”Ini juga sebagai bagian dari implementasi program penghematan energi listrik sesuai Instruksi Presiden RI No.02 tahun 2008. Selain itu, PLN juga akan melakukan pemutusan aliran listrik secara permanen terhadap lampu penerangan jalan, reklame, bilboard atau baliho yang terpasang secara ilegal,” tegas Yamin Loleh.
Menanggapi rencana pemadaman bergilir, anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Irwan Intje mengaku menyayangkan hal ini kembali terjadi. “Kita tidak ingin Makassar dan Sulsel secara umum akan seperti Jakarta. Makanya PLN harus betul-betul bekerja ekstra dan masyarakat harus pandai-pandai berhemat,” kata kader PDK ini.
Nah..bersiaplah untuk bergelap-gulita ria, Makassar!
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.