You're here: My City Blogging » Makassar » Article: Unjuk Rasa Besar-Besaran Buruh Pelabuhan Akan Dilaksanakan Besok
Unjuk Rasa besar-besaran Buruh pelabuhan, para pedagang antar pulau, maupun karyawan ekspedisi (pengiriman) akan digelar Selasa besok (2/9). Menurut berita di Tribun Timur Online hari ini, Demonstrasi ini dipicu keputusan Manajemen PT Pelni tertanggal 20 Juli 2008 lalu yang melarang penumpang membawa barang overbagasi. Dalam keputusan ini setiap penumpang (per tiket) hanya diperbolehkan membawa satu koli barang (tiga kg). Rencana demonstrasi ini terungkap dalam pertemuan perwakilan buruh, pengusaha ekspedisi, pedagang antar pulau, serta pendamping buruh di Restoran Pualam, Makassar, Minggu (31/8). Buruh maupun karyawan ekspedisi sepakat menghentikan total aktivitasnya sekitar pukul 09.00 wita. Dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, massa direncanakan bergerak menuju gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, untuk menyampaikan aspirasinya.
“Dengan kebijakan baru ini tentu akan berdampak besar bagi kesejahteraan buruh. Tidak hanya itu, keputusan ini berimbas kepada petani maupun pedagang komoditi bahan pokok di Makassar dan sekitarnya,” kata koordinator buruh yang juga Direktur Sarana Logistik Indonesia, Muchtar, bersama pendamping hukum buruh Supriansyah di sela-sela pertemuan.
Menurutnya, jika kebijakan ini tidak dicabut arus distribusi komoditi bahan pokok ke kawasan Indonesia timur terhambat sehingga bisa berdampak langsung terhadap kenaikan harga sembako.
Kuota Khusus Kontainer
DALAM unjukrasa kali ini, pelaku Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL) juga mendesak PT Pelni untuk menyediakan alokasi dan kuota khusus kontainer pengiriman barang di Makassar. Menurut Pengusaha EMKL, Adam, selama ini kuota pengiriman di palka maupun kontainer kapal milik PT Pelni sangat terbatas dan sudah dikuasai perusahaan dari Jawa. “Ketika sandar di Makassar kontainer sudah penuh sehingga kami kesulitan mengirimkan barang di palka kapal. Kita banyak menggunakan jasa Pelni untuk mengirim barang dengan cepat. Sejauh ini kapal kontainer ke timur Indonesia belum ada,” keluhnya. Akibat keterbatasan ini, kelancaran distribusi barang khususnya komoditi sembako dari Sulsel ke KTI juga terhambat.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
dedyisn
Wah gawat kalo bagasi di batasi
biasanya justru sy pilih lewat Kapal karena bisa banyak bawa barang
tapi kalo ada batasan kayak begini, tidak bisa bawa pulang oleh oleh dong ?
September 2nd, 2008 at 7:55 am