You're here: My City Blogging » Makassar » Article: Supporter Mengamuk saat PSM Kalah 1-3

Supporter Mengamuk saat PSM Kalah 1-3

Amril Taufik Gobel — September 16, 2008 / 12:24 pm

Kekalahan tim PSM Makassar (yang bertindak sebagai tuan rumah) dalam laga sepakbola melawan tim Persela Lamongan kemarin (15/9) di Stadion Mattoanging, Andi Mattalatta,memicu kemarahan ribuan supporter pendukung PSM yang menonton. Seperti dikutip dari berita di Tribun Timur Online, Kerusuhan pecah sekitar pukul 23.10 usai pemain Persela mencetak gol ketiga melalui tembakan Marcio Souza pada menit 71. Bola gagal ditepis kiper PSM, Syamsidar. Wasit yang memimpin pertandingan Oleahadi dari Jakarta memutuskan menunda pertandingan karena situasi yang tidak memungkinkan. Penonton di tribun terbuka yang tidak terima dengan kekalahan tersebut menjebol pagar stadion dan masuk ke tengah lapangan. Mereka juga mendekat ke bangku cadangan Persela dan melempari pemain tim tamu. Sekitar 10 menit kemudian, penonton membakar gawang di sisi selatan stadion. Api membesar dan merusak gawang. Untuk mengamankan situasi, ratusan aparat kepolisian menghalau penonton ke luar lapangan. Namun penonton melakukan perlawanan sehingga terjadi aksi saling lempar. Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapolwiltabes) Makassar Kombes Burhanuddin Andi beberapa kali menenangkan penonton melalui pengeras suara. Namun penonton tetap tidak terkendali. Dua orang sempat diamankan dengan tuduhan provokator dan dua penonton lainnya pingsan.

Manajemen PSM Makassar mengaku pasrah dengan sanksi yang bakal diterima akibat kerusuhan suporter tersebut. Asisten Manajer PSM Bidang Keuangan, Suhardi Hamid, memprediksikan PSM kemungkinan dijatuhi sanksi berat dari Badan Liga Indonesia (BLI). “Kami perkirakan mendapat sanksi berupa denda uang dan partai usiran. Kemungkinan denda uangnya sekitar Rp 150 juta,” kata Suhardi. Namun, apapun bentuk sanksi yang dijatuhkan BLI, manajemen PSM tampak bersikap pasrah. Mereka tidak akan melakukan protes atau naik banding. “Kami tidak akan banding. Biarlah ini menjadi pelajaran bagi penonton Makassar yang ternyata belum dewasa dalam menyikapi hasil buruk yang dialami PSM di Makassar,” tambah Asisten Manajer PSM Bidang Humas, Nurmal Idrus. “Untuk selanjutnya, kita berharap siapa pun yang menjadi pelaku kericuhan di Mattoanging, termasuk para pelempar petasan akan menjadi musuh bersama kita,” tambah Nurmal. Meski pasrah mengenai sanksi, namun manajemen berharap BLI memberikan keputusan yang seadil-adilnya. “Mudah-mudahan BLI tidak gegabah dalam menjatuhkan sanksi,” kata Nurmal. Untuk menghindari kejadian seperti ini terulang kembali, manajemen PSM juga akan meminta BLI untuk tidak menggelar dua partai kandang di Makassar. Dua partai kandang tersebut adalah melawan Persitara Jakarta Utara, 22 Oktober mendatang, dan Persib Bandung, 28 Oktober. Kebetulan dua laga ini juga menjelang Pemilihan Wali Kota Makassar, 29 Oktober mendatang. “Kami akan memohon kepada BLI agar partai home melawan Persitara dan Persib digelar tanpa penonton di luar Makassar. Ini untuk memberi efek jera kepada publik Makassar yang belum dewasa,” jelas Nurmal.

Samsidar Blunder

KIPER PSM Makassar, Samsidar, tampil buruk saat melawan Persela Lamongan di Stadion Mattoanging, Makassar, tadi malam. Tiga gol yang diciptakan Persela murni karena kesalahan mantan pemain timnas Indonesia itu. Bahkan, gol bomber maut Persela, Marcio Souza, di menit 71 semakin menunjukkan kualitas Samsidar yang mulai kelihatan menurun. Souza melepaskan tembakan spekulasi dari jarak sekitar 25 meter di tengah. Bola hasil tendangan legiun asal Brasil ini mengarah persis ke arah mulut gawang. Samsidar yang melihat bola tersebut mencoba menangkap dan memeluknya. Namun, ia ternyata terlalu keluar dari sarangnya. Alhasil, bola tersebut lewat di atas kepalanya dan meluncur mulus masuk ke dalam gawang PSM. Beberapa pemain PSM tampak kesal bercampur emosi dengan gol ketiga yang lahir dari Persela itu. Penonton di VIP utama, tribun tertutup dan terbuka, langsung “menghakimi” Samsidar. Mereka ramai-ramai berteriak meminta Samsidar ditarik keluar. “Ganti Samsidar, ganti Samsidar.” teriak penonton berulang-ulang. Namun, hingga pertandingan berakhir, pelatih Raja Isa bin Raja tetap mempertahankan Samsidar. Asisten Manajer PSM Bidang Humas, Nurmal Idrus, mengakui kelemahan PSM terletak di bawah mistar gawang. “Kesalahan Samsidar sangat fatal. Tiga gol Persela karena ia melakukan blunder,” ujarnya. Pelatih PSM, Raja Isa tidak ingin menyalahkan pemain atas kekalahan timnya. Ini kekalahan pertama Raja sejak menangani PSM, 24 Agustus lalu. “Saya bertanggung jawab atas pertandingan ini. Saya tidak menyalahkan pemain. Anggap ini sebagai pelajaran bagi semua pihak untuk kemajuan sepakbola kita,” ujar pria asal Malaysia ini. Dari sembilan kali berlaga, gawang PSM yang dikawal Samsidar sudah kemasukan 11 gol. Gawang Samsidar hanya “perawan” saat mengalahkan Deltras Sidoarjo di Makassar, Agustus lalu. Namun, bukan hanya Samsidar yang jadi bulan-bulanan pendukung fanatik PSM. Pelatih kiper, Ansar Abdullah, juga menjadi sasaran emosi. “Kita juga jangan menyalahkan Samsidar. Ansar juga harus ikut bertanggung jawab. Kalau perlu, PSM harus berani mencari pelatih kiper baru untuk menggantikan Ansar,” ujar pemerhati PSM, Abdi Satria. PSM memang cukup dilematis menyangkut masalah kiper. Selain Samsidar, stok kiper lain PSM adalah Muhammad Rahman dan Frenky Irawan. Masalahnya, Frenky yang selama ini jadi pelapis Samsidar Samsidar, belum pulih dari bekapan cedera. Sedangkan penampilan Rahman angin-anginan. Tadi malam, Rahman dimasukkan dalam susunan line up sebagai kiper pengganti. Selain gol Souza, dua gol Persela tercipta melalui set piece alias bola-bola mati. Gol M Andik Ardiansyah di menit ke-20 adalah kecerdikannya menembus pemain belakang PSM. Tendangan bola mati Souza dari lini belakang PSM hanya disontek dan langsung gol. Samsidar terlihat kurang sigap menyambut datangnya bola. Gol kedua Persela pun akibat blunder Samsidar. Gol di menit 50 ini bermula dari sepak pojok di sebelah kiri PSM. Tanpa kesulitan, Fabiano langsung menyontek bola dan gol. Samsidar hanya melongo melihat gawangnya bobol.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. wady

    kekalahan psm melawan lamongan dan seri melawan psms kemungkinan kalah melawan sriwijaya bukan kesalahan dari pelatih maupun pemain, hal tersebut disebabkan oleh semrawutx dari pengurus keseblasan yg kita cintai & banggakan
    nb : kalau cari pemain jangan asal-2an (asal untung)

    September 21st, 2008 at 11:03 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT