You're here: My City Blogging » Makassar » Article: Harga Ikan ‘Meroket’ Karena Nelayan Enggan Melaut
Dampak yang terjadi akibat buruknya cuaca membuat harga seluruh jenis ikan di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Paotere, Makassar, Senin (12/1), kian melonjakSeperti dikutip dari Tribun Timur online, Harga ikan banyara, misalnya, naik dari Rp 22 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram (kg), ikan Baronang dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu, ikan kakap yang sebelumnya seharga Rp 30 ribu per kg naik menjadi 40 ribu, begitupun harga ikan katamba yang melonjak dari Rp 15 ribu menjadi Rp 25 ribu per kg. (lihat: harga ikan).
Tidak hanya harga yang kian meroket, sejumlah jenis ikan tertentu di antaranya ikan barukang, bui-bui, cakalang, cumi-cumi, ekor kuning, lamuru, maupun laccukkang, juga “menghilang”, dalam dua hari terakhir. Hal serupa juga terjadi untuk ikan pari, sunu, sinrili, tuna, tembang, sampai tongkol. Jikapun ada jumlahnya sangat terbatas.
Penurunan drastis produksi ikan maupun jumlah kapal yang masuk di pendaratan ikan terbesar di Kota Makassar ini diakui Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Paotere, Abbas, kepada Tribun kemarin. “Hingga hari ini (kemarin) nelayan yang melaut menurun drastis. Cuaca yang buruk, angin kencang, dan gelombang yang tinggi, menyebabkan mayoritas nelayan berhenti melaut. Apalagi ditambah dengan informasi tenggelamnya kapal di Perairan Majene,” katanya.Bahkan, menurut Abbas, suplai ikan seperti cakalang maupun banyara dari Sulawesi Tenggara (Sultra) maupun Kalimantan langsung terhenti.
Berdasarkan pantauan Tribun, kemarin pagi, aktivitas bongkar muat maupun perdagangan ikan di PPI Paotere sepi. Dalam kondisi normal, PPI Paotere bisa menghasilkan ikan mencapai 30-40 ton per hari dengan jumlah armada (kapal, perahu) yang masuk berkisar 50-100 unit per hari. Sedangkan dalam dua hari terakhir produksi menurun drastis menjadi hanya 10-12 ton dengan jumlah armada berkisar 15-20 unit per hari.(axa)
Kapal asal Kalimantan Tertahan di Dermaga
BERDASARKAN pantauan Tribun, kemarin pagi, aktivitas bongkar muat, pelayaran, maupun perdagangan ikan di PPI Paotere langsung sepi.
Biasanya, PPI Paotere tetap ramai meski jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.00 wita dan berlanjut hingga sore hari. Namun, kemarin suasana tersebut berubah.
Di dermaga pusat perdagangan ikan ini, tampak empat kapal dengan kekuatan empat sampai enam gross ton (GT) sedang merapat. “Keempat kapal tersebut berasal dari Kalimantan. Tetapi sudah seminggu ini belum berani keluar dermaga untuk kembali berlayar. Apalagi ada berita tenggelamnya kapal di Majene Sulbar,” kata Petugas Pencatat UPTD PPI Paotere Ridwan
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
XML error: Invalid document end at line 197, column 81
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
irmawan syafitrianto
selamat berjuang untuk perikanann kita.
January 21st, 2009 at 12:56 am