You're here: My City Blogging » Makassar » Article: Cerita Pembuat Kunci Duplikat

Cerita Pembuat Kunci Duplikat

kamaruddin_aziz — February 11, 2009 / 5:35 pm

Pernah pesan kunci duplikat? Kerapkali dengan alasan keamanan, kita harus membuat kunci duplikat. Biasanya pada orang kantoran yang harus berbagi kunci dengan staf lainnya. Apa yang anda lakukan jika tiba-tiba saja harus membuat kunci duplikat?  Ke tukang buat kunci tentunya. Tapi dimana ya? Di kota Makassar, nampaknya profesi ini sudah banyak dijumpai.

Mereka ada di berbagai sudut jalan-jalan kota. Tengoklah di perempatan Jalan Pettarani ke arah jalan Tol, di dekat showroom mobil Haji Kalla terpampang papan penanda “tukang buat kunci”. Lalu di poros jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanare di dekat kampus Unhas, demikian pula di Jalan Alauddin ke arah kota Sungguminasa, juga, di samping Showroom Haji Kalla Alauddin. Bagi saya yang punya pengalaman buat kunci, pilihan pertama jatuh ke Jalan Cendrawasih. Karena saat itu memang dekat dengan rumah mertua.

Sepuluh tahun lalu, tepatnya di penghujung tahun 1998 pernah meminta bantuan seseorang untuk dibuatkan kunci duplikat.  Untuk kedua kalinya, karena butuh kunci duplikat, akhirnya saya putuskan untuk mengunjungi si pembuat kunci yang belakangan baru saya tahu namanya, Bahtiar Daeng Talli.

Tetap Bertahan

Disana, ternyata masih berjumpa dengan Daeng Talli. Daeng Talli inilah yang dengan lugas dan tangkas membantu saya menyelesaikan kunci yang saya pesan.  Dulu masih menggunakan kikir tangan. Butuh waktu lebih tiga puluh menit untuk menyelesaikan satu kunci kala itu. Suami  Rohani ini tetap bertahan di salah satu ruas jalan Cendrawasih tepatnya sebelah selatan Duta Mal Cendrawasih, tidak jauh dari Apotik Mattoangin.

Jika dulu ketika kita memesan kunci duplikat masih menggunakan alat manual dengan dikikir tangan, butuh waktu hingga 30 menit bahkan sejam namun saat ini dengan bantuan mesin listrik seharga 5 juta, seperti tipe model  100B kepunyaan Daeng Talli, anda hanya butuh waktu menunggu hingga 5 menit.

Lelaki kelahiran tahun 1957 ini merasa beruntung dengan mesin pembuat kunci ini. Sudah dua tahun kikir listrik menjadi tumpuan harapan Daeng Talli.

“Saya memesan di pak Jonny, beliaulah yang membelikannya di Bali” Kata daeng Talli. Menurut informasi saat itu harganya masih 4 juta. Saya cicil dari Pak Jonny yang tinggal di daerah Tanjung Raya” katanya. Saya mulai menggeluti kegiatan ini sejak tahun 1987 atau 21 tahun lalu. Kata Daeng Talli

“Tepatnya mulai tanggal 7 bulan 1987” Itulah kali pertama saya buka lapak disini. Bertahan disini karena orang-orang sudah hapal dan tahu alamat saya. Saya hanya menanggung biaya listrik dari pemilik rumah yang memberinya kemudahan menggunakan listrik.

Daeng Talli berdomisili di daerah Limbung, Gowa atau berjarak 20 kilometer ke selatan Makassar. Karena jaraknya yang relatif jauh,dia harus menumpang pete-pete jurusan Sentral-Sungguminasa. Dalam sehari saya harus merogoh kocek hingga  12ribu rupiah.

Dari penghasilan membuat kunci inilah, dia membiayai pendidikan anak-anaknya. Anak pertama saya, lahir tahun 1982 dan sekarang kuliah di Unismuh, Jurusan Bahasa Indonesia. Anak keduanya, baru berumur 3 tahun.

“ah yang betul pak?” Kataku. “Iyya, anak keduaku ini terlambatki memang”. Katanya. Istri saya juga ikut membantu meringankan beban keluarga dengan buka toko kelontong.

Daeng Talli memang terlihat cekatan dengan trik membuat kunci ini. Dia mengenakan biaya antara 7 ribu hingga 10 ribu rupiah bagi pemesannya, tergantung jenis kuncinya.

“Tapi, rata-rata delapan ribuanji”. Katanya.

Saya selalu lebih awal buka. Sekitar jam 8 dia sudah bergerak menuju Makassar dan biasanya sampai di lapaknya pukul 9 dan langsung buka. “Saya tutup kalau sudah jam 5 sore. Katanya.

Awalnya dia belajar teknik membuat kunci ini dari kakaknya sekitar tahun 70an. Saat itu, saya masih belia. Ikut belajar membuat kunci bersama sepupu. Waktu remaja itu, memang tidak ada pekerjaan lain yang membuatnya tertarik kecuali membuat kunci. Saat itu juga saya masih sekolah .

Lelaki tiga bersaudara ini akan terus membuat kunci. Dengan modal mesin bubut atau kikir listriknya ini teknik membuat kuncinya semakin cepat praktis dan menguntungkan. Siapa butuh kunci duplikat?

Catatan:

Tulisan ini juga dimuat diblog saya

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. arief

    Wow..boleh juga tuh tuk di jadikan usaha.Sepertinya saya jadi tertarik untuk membuat duplikat kunci.kalo boleh tanya bahan untuk kunci nya itu bisa didapat dari mana ya??
    ..thank’s..Regards

    arief

    May 10th, 2009 at 2:09 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT