You're here: My City Blogging » Makassar » Article: Menggoda Pemilih Dengan Mobil Sampah
Suara mikrofon yang keras memecah keheningan sabtu pagi, tanggal 28 Maret 2009 di kawasan perumahan Kompleks Nusa Tamarunang, sekitar 3 kilometer dari Kota Sungguminasa. Suaranya tepat dari arah bangunan “Rumah Pemotongan Hewan” Tamarunang, Somba Opu, Gowa. Sayapun segera keluar dari halaman rumah. Terlihat satu unit mobil kijang tua, berwarna hijau tua bergerak perlahan melambat mengarah ke sungai Jeneberang.
“Mariki semua, para warga yang masih punya sampah di rumah, naikkan di mobil” Suara dari mobil itu.
“Kita akan antar ke tempat sampah pembuangan akhir” Kata Daeng Sikki di balik stir. Di belakangnya menggelantung tiga orang anak muda. Mereka siap menjemput kantung plastik berisi sampah warga. Tidak jauh dari mobil itu, Ibu Sri dari RT 4 tersenyum dan bergegas menyerahkan satu kantung plastik sampahnya ke anak-anak itu. Dia senang dengan datangnya mobil sampah ini. Mobil yang sepertinya tidak nampak sebagai mobil sampah.
Mobil ini dioperasikan atas inisiatif H. Abdul Hafid Latief caleg nomor 1 PKB untuk daerah pemilihan kecamatan Somba Opu.
Pengabdian Pada Warga
Apa yang ditempuh caleg PKB daerah pemilihan Somba Opu kabupaten Gowa yang kalah dalam Pilkada Bupati Gowa tahun 2005, sangat menarik bagi warga. Paling tidak bagi warga Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Gowa yang mengalami kesulitan membuang sampah karena belum adanya kontainer sampah yang disiapkan oleh pemerintah setempat.
“Kami sangat terbantu dengan datangnya mobil ini” kata Sumarni salah seorang warga Tamarunang. “Daripada kami membuang sampah ke sungai, lebih baik kita naikkan di mobil, Haji Hafid” Lanjutnya.
Pak Hafid rupanya caleg kreatif. Paling tidak, memanfaatkan momentum strategis Pemilu. Saat ini telah ditawarkan dua kendaraan untuk melayani kebutuhan warga Somba Opu.Tidak tanggung tanggung dua mobil disiapkan untuk melayani kebutuhan warga. Tentu saja, tidak lupa memasang gambar wajah dan catatan tentang profilnya di mobil itu.
Ketua PKB Gowa ini dengan sukarela menganggarkan dana untuk mengoperasikan mobil tersebut. Diperkirakan habis ratusan ribu untuk membiayai bahan bakar kendaraan dan uang lelah anggotanya.
“Saya mulai aktif di mobil ini sejak tanggal 3 Maret 2009” Kata Daeng Sikki sopir mobil sampah itu. “Kami selalu melewati jalan-jalan utama kota Sungguminasa utamanya yang masuk wilayah kecamatan Somba Opu daerah pemilihan sang pemilik gagasan. Inilah salah satu bentuk pengabdian, pak Haji Hafid, katanya. Selain mobil sampah, pak Hafid juga mengoperasikan mobil ambulans.
Seperti dikutip dari Tribun Timur, Pak Hafid mengklaim bahwa ambulans ini sudah banyak digunakan warga yang mengalami musibah. “Ini hanya bentuk pengabdian saya kepada masyarakat,”. Sungguh beragam model kampanye saat ini, poster dari seukuran ubin rumah hingga selebar meja pingpong, selebaran warna warni, kartu nama, spanduk, hadiah, cindera mata hingga yang sangat karikatif.
Nampaknya di tengah hiruk pikuknya kampanye yang digelar para caleg, terselip satu pertanyaan pertanyaan apakah model kampanye atau godaan para caleg tersebut masih dalam batas wajar atau hanya sesaat saja? Untuk kepentingan perolehan suara atau akan selamanya?
Tapi paling tidak, bagi warga yang memang mengalamai masalah persampahan karena minimnya kontainer sampah tentu inisiatif ini sangat membantu. Apalagi tanpa harus merogoh isi kocek warga. Tapi apakah ini akan terus bertahan hingga yang bersangkutan terpillih sebagai anggota legislatif, hanya Tuhan, pihak eksekutif dan legislatif yang tahu.
“Sampai kapan kegiatan ini Daeng Sikki?” Tanyaku sebelum mobil itu bergerak kembali.
“Nanti kita lihat, yang penting kita bantu warga dulu”. Katanya.
Catatan:
Tulisan ini sudah pernah saya tayangkan di Blog saya
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.