Arsip: Intermezzo
Lelaki tua itu, terkekeh ketika saya menanyakan umurnya. Kami bertemu di suatu siang yang teduh di tepi sungai Pappa, Polongbangkeng, kabupaten Takalar. Sebelum menjawab, dia keluarkan tembakau dari kantong plastik. Ia memilinnya dengan kertas rokok putih tipis. Dengan bantuan jilatan dari lidahnya, tembakau itupun jadi rokok. Siap diisap.
“Aih tenamo kuurangi siapa umurukku,” ucapnya dalam bahasa [...]
— kamaruddin_aziz
closeAuthor: kamaruddin_aziz
Name:
Site:
About: See Authors Posts (3) • August 20th, 2008
Topik: Intermezzo
Waty (kiri) dan Lana (kanan), mencari penghidupan yang terhormat.
Foto : Kamaruddin Azis
Kaum waria, atau “kawe-kawe” dalam bahasa Makassarnya, adalah termasuk salah satu kelompok yang terpinggirkan dalam masyarakat umum. Pengucilan yang secara alami dijalankan masyarakat setempat ternyata bisa memerosokkan mereka ke dunia yang lebih gelap lagi. Saya membagi kisah dua orang waria yang tetap menjaga kehormatan [...]
— kamaruddin_aziz
closeAuthor: kamaruddin_aziz
Name:
Site:
About: See Authors Posts (3) • August 8th, 2008
Topik: Intermezzo
Sangat menarik membaca berita yang dimuat Fajar Online hari ini. Seperti diberitakan, Delapan remaja Makassar yang lulus audisi untuk film ”Ketika Cinta Bertasbih” (diangkat dari novel berjudul sama karya Habiburrahman el-Shirazy) yang begitu kental dengan nuansa budaya jawa, mengaku dialek masih menjadi kendala utama.
“Itu dia masalah utamanya. Soalnya sulit dihilangkan logat Makassar kita,” kata Taufik Akbar, salah [...]
— Amril Taufik Gobel
closeAuthor: Amril Taufik Gobel
Name: Amril Taufik Gobel
Site: http://www.daengbattala.com
About: Pria metropolis dan kurang atletis yang lahir di Hari Kamis ini hanyalah seorang blogger narsis, kerap berpakaian necis serta menghindari hal yang najis-najis. Lelaki Berkumis tipis ini juga menggemari kue pukis dan sayur buncis. Sangat jarang meringis karena senantiasa memamerkan senyum manis yang selalu bikin hidung gadis kembang kempis. Begitu kepingin berwisata ke Paris, meski hanya sekedar pipis dibawah gerimis.
Tinggal di Cikarang bersama istri dan kedua buah hatinya, Rizky dan Alya.
Menulis dan ngeblog adalah sebuah aktifitas bagi dirinya untuk curhat sekaligus melampiaskan hasrat.
Prinsipnya sederhana: "Low Profile, High Libido!" :))See Authors Posts (66) • July 17th, 2008
Topik: Berita, Intermezzo
Gambar tersebut di atas diambil pada ruas jalan Jl. Urip Sumoharjo Km 4, Makassar, tepat di depan showroom TOYOTA CV. Hadji Kalla. Papan “maaf 200 M” ini terpampang pada pagar yang membatas antara jalan dan lokasi proyek pembangunan flyover pada jalan tersebut.
— Irayani Queencyputri
closeAuthor: Irayani Queencyputri
Name: Irayani Queencyputri
Site: http://i-rara.com/
About: See Authors Posts (3) • January 12th, 2008
Topik: Intermezzo
Kalau biasanya, warnet hanya mempromosikan layanannya hanya dengan browsing, chatting, email, scanning dan seterusnya, sebuah warnet (namanya Steam) di Jalan Urip Sumihardjo, Makassar, menambahkan satu layanan lagi: blogging!
— Budi Putra
closeAuthor: Budi Putra
Name:
Site: http://budiputra.com/
About: See Authors Posts (4) • November 23rd, 2007
Topik: Intermezzo
Pagi jam 10 WITA ini saya mendarat di Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Setelah menunggu sebentar, dua orang kolega dari komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri, Rara dan Ina menjemput saya dengan Xenia warna hitamnya.
Di Jalan Perintis Kemerdekaan, persis berseberangan dengan kampus Universitas Hasanuddin, kami singgah dulu K-Sepuluh Net. Kebetulan Rara mau ketemu dengan mas [...]
— Budi Putra
closeAuthor: Budi Putra
Name:
Site: http://budiputra.com/
About: See Authors Posts (4) • November 23rd, 2007
Topik: Info Komunitas, Intermezzo
Pallumara bandeng, salah satu olahan ikan khas Bugis Makassar
“ Makassar ya Mas ?, adduh aku pernah ke sana. Hidangannya tiap hari ikan, aku sampai tidak doyan makan “, demikian salah satu komentar di blog saya sewaktu saya menulis tentang makanan khas Makassar. Ada semacam pameo bahwa orang Bugis Makassar memang tidak bisa dipisahkan dengan ikan.
Ikan [...]
— ipul
closeAuthor: ipul
Name: Syaiful
Site: http://love-and-trust.blogspot.com
About: See Authors Posts (8) • November 20th, 2007
Topik: Intermezzo, Kuliner Khas
PERNAH membayangkan punya pakaian bagus bermerk terkenal macam YSL, Armani, Levi’s, dll. dengan harga di bawah seratus ribu rupiah ?. Di Makassar, hal tersebut bukan cuma impian. Pakaian-pakaian import bekas dengan merek-merek terkenal memang pernah sangat mudah ditemui di berbagai sentra-sentra penjualan pakaian import bekas. Pakaian bekas itu dinamakan CAKAR singkatan dari Cap Karung, merujuk kepada [...]
— Amril Taufik Gobel
closeAuthor: Amril Taufik Gobel
Name: Amril Taufik Gobel
Site: http://www.daengbattala.com
About: Pria metropolis dan kurang atletis yang lahir di Hari Kamis ini hanyalah seorang blogger narsis, kerap berpakaian necis serta menghindari hal yang najis-najis. Lelaki Berkumis tipis ini juga menggemari kue pukis dan sayur buncis. Sangat jarang meringis karena senantiasa memamerkan senyum manis yang selalu bikin hidung gadis kembang kempis. Begitu kepingin berwisata ke Paris, meski hanya sekedar pipis dibawah gerimis.
Tinggal di Cikarang bersama istri dan kedua buah hatinya, Rizky dan Alya.
Menulis dan ngeblog adalah sebuah aktifitas bagi dirinya untuk curhat sekaligus melampiaskan hasrat.
Prinsipnya sederhana: "Low Profile, High Libido!" :))See Authors Posts (66) • November 14th, 2007
Topik: Intermezzo
“Kenapako tidak ikut, Dongo! Ramai sekali acaranya’.”
(Kenapa kamu tidak ikut, dungu! Acaranya ramai sekali)
Begitulah salah satu bentuk kalimat yang biasa djumpai di Makassar. Memang struktur bahasanya sangat kacau, tapi di sinilah letak keunikannya. (Baca tulisan ipul berjudul “Makan mi!”)
Mendengar kata dungu di atas, orang luar yang tidak terbiasa dengan logat Makassar kemungkinan besar akan tersinggung. [...]
— Amril Taufik Gobel
closeAuthor: Amril Taufik Gobel
Name: Amril Taufik Gobel
Site: http://www.daengbattala.com
About: Pria metropolis dan kurang atletis yang lahir di Hari Kamis ini hanyalah seorang blogger narsis, kerap berpakaian necis serta menghindari hal yang najis-najis. Lelaki Berkumis tipis ini juga menggemari kue pukis dan sayur buncis. Sangat jarang meringis karena senantiasa memamerkan senyum manis yang selalu bikin hidung gadis kembang kempis. Begitu kepingin berwisata ke Paris, meski hanya sekedar pipis dibawah gerimis.
Tinggal di Cikarang bersama istri dan kedua buah hatinya, Rizky dan Alya.
Menulis dan ngeblog adalah sebuah aktifitas bagi dirinya untuk curhat sekaligus melampiaskan hasrat.
Prinsipnya sederhana: "Low Profile, High Libido!" :))See Authors Posts (66) • November 9th, 2007
Topik: Intermezzo
Membaca judul di atas orang tentu akan berpikir kalau itu bermakna mengajak orang untuk makan mie. Tapi coba ucapkan kalimat itu pada orang Sul-sel ato minimal orang yang tau logat lokal sini, ditanggung maknanya akan beda. Penggunaan partikel MI di belakang kata “makan” bagi orang Sul-Sel bermakna mempersilakan atau secara kasar menyuruh, jadi makna kalimat [...]
— Amril Taufik Gobel
closeAuthor: Amril Taufik Gobel
Name: Amril Taufik Gobel
Site: http://www.daengbattala.com
About: Pria metropolis dan kurang atletis yang lahir di Hari Kamis ini hanyalah seorang blogger narsis, kerap berpakaian necis serta menghindari hal yang najis-najis. Lelaki Berkumis tipis ini juga menggemari kue pukis dan sayur buncis. Sangat jarang meringis karena senantiasa memamerkan senyum manis yang selalu bikin hidung gadis kembang kempis. Begitu kepingin berwisata ke Paris, meski hanya sekedar pipis dibawah gerimis.
Tinggal di Cikarang bersama istri dan kedua buah hatinya, Rizky dan Alya.
Menulis dan ngeblog adalah sebuah aktifitas bagi dirinya untuk curhat sekaligus melampiaskan hasrat.
Prinsipnya sederhana: "Low Profile, High Libido!" :))See Authors Posts (66) • November 7th, 2007
Topik: Intermezzo
Komentar Terbaru