← Kembali ke halaman depan

Arsip: Intermezzo

Daeng Sikki Mengenang Ranggong Daeng Romo

Lelaki tua itu, terkekeh ketika saya menanyakan umurnya. Kami bertemu di suatu siang yang teduh di tepi sungai Pappa, Polongbangkeng, kabupaten Takalar. Sebelum menjawab, dia keluarkan tembakau dari kantong plastik. Ia memilinnya dengan kertas rokok putih tipis. Dengan bantuan jilatan dari lidahnya, tembakau itupun jadi rokok. Siap diisap. “Aih tenamo kuurangi siapa umurukku,” ucapnya dalam bahasa [...]

Kisah Dua Waria, Bertahan Di Profesi Terhormat

Waty (kiri) dan Lana (kanan), mencari penghidupan yang terhormat. Foto : Kamaruddin Azis Kaum waria, atau “kawe-kawe” dalam bahasa Makassarnya, adalah termasuk salah satu kelompok yang terpinggirkan dalam masyarakat umum. Pengucilan yang secara alami dijalankan masyarakat setempat ternyata bisa memerosokkan mereka ke dunia yang lebih gelap lagi. Saya membagi kisah dua orang waria yang tetap menjaga kehormatan [...]

Logat Makassar, Kendala Karir Keartisan?

Sangat menarik membaca berita yang dimuat Fajar Online hari ini. Seperti diberitakan, Delapan remaja Makassar yang lulus audisi untuk film ”Ketika Cinta Bertasbih” (diangkat dari novel berjudul sama karya Habiburrahman el-Shirazy) yang begitu kental dengan nuansa budaya jawa, mengaku dialek masih menjadi kendala utama. “Itu dia masalah utamanya. Soalnya sulit dihilangkan logat Makassar kita,” kata Taufik Akbar, salah [...]

Maaf 200 M?

Gambar tersebut di atas diambil pada ruas jalan Jl. Urip Sumoharjo Km 4, Makassar, tepat di depan showroom TOYOTA CV. Hadji Kalla. Papan “maaf 200 M” ini terpampang pada pagar yang membatas antara jalan dan lokasi proyek pembangunan flyover pada jalan tersebut.

Warnet Khusus Blogging?

Kalau biasanya, warnet hanya mempromosikan layanannya hanya dengan browsing, chatting, email, scanning dan seterusnya, sebuah warnet (namanya Steam) di Jalan Urip Sumihardjo, Makassar, menambahkan satu layanan lagi: blogging!

Kesan Dua Jam Pertama: Ketemu Komunitas Makassar

Pagi jam 10 WITA ini saya mendarat di Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Setelah menunggu sebentar, dua orang kolega dari komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri, Rara dan Ina menjemput saya dengan Xenia warna hitamnya. Di Jalan Perintis Kemerdekaan, persis berseberangan dengan kampus Universitas Hasanuddin, kami singgah dulu K-Sepuluh Net. Kebetulan Rara mau ketemu dengan mas [...]

Makan tanpa ikan, berarti belum makan..

 Pallumara bandeng, salah satu olahan ikan khas Bugis Makassar “ Makassar ya Mas ?, adduh aku pernah ke sana. Hidangannya tiap hari ikan, aku sampai tidak doyan makan “, demikian salah satu komentar di blog saya sewaktu saya menulis tentang makanan khas Makassar. Ada semacam pameo bahwa orang Bugis Makassar memang tidak bisa dipisahkan dengan ikan. Ikan [...]

CAKAR, Barang Bekas dengan Kualitas Men-”Cakar”

PERNAH membayangkan punya pakaian bagus bermerk terkenal macam YSL, Armani, Levi’s, dll. dengan harga di bawah seratus ribu rupiah ?. Di Makassar, hal tersebut bukan cuma impian. Pakaian-pakaian import bekas dengan merek-merek terkenal memang pernah sangat mudah ditemui di berbagai sentra-sentra penjualan pakaian import bekas. Pakaian bekas itu dinamakan CAKAR singkatan dari Cap Karung, merujuk kepada [...]

Dungu tak berarti Idiot

“Kenapako tidak ikut, Dongo! Ramai sekali acaranya’.” (Kenapa kamu tidak ikut, dungu! Acaranya ramai sekali)   Begitulah salah satu bentuk kalimat yang biasa  djumpai di Makassar. Memang struktur bahasanya sangat kacau, tapi di sinilah letak keunikannya. (Baca tulisan ipul berjudul “Makan mi!”)   Mendengar kata dungu di atas, orang luar yang tidak terbiasa dengan logat Makassar kemungkinan besar akan tersinggung. [...]

“Makan Mi’..!”

Membaca judul di atas orang tentu akan berpikir kalau itu bermakna mengajak orang untuk makan mie. Tapi coba ucapkan kalimat itu pada orang Sul-sel ato minimal orang yang tau logat lokal sini, ditanggung maknanya akan beda. Penggunaan partikel MI di belakang kata “makan” bagi orang Sul-Sel bermakna mempersilakan atau secara kasar menyuruh, jadi makna kalimat [...]

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)