You're here: My City Blogging » Makassar

Caleg Oh Caleg..

Comments syaifullah — April 16, 2009 / 3:51 pm

Pemilu legislatif sudah berlalu hampir seminggu dan eksesnya makin kerasa. Mulai dari rombongan warga yang kecewa karena haknya memilih tercerabut gara-gara administrasi yang berantakan, senyum manis para petinggi partai yang perolehan suaranya sangat menggembirakan, hingga yang paling sering kita dengar belakangan ini adalah tingkah norak atau efek stress berat yang menimpa para calon legislatif yang tak lolos ke gedung perwakilan rakyat.

Pemilu kali ini rasanya memang sangat berbeda dengan pemilu 5 tahun atau 10 tahun yang lalu, di mana sekarang ini parade para calon anggota legislatif rasanya sudah seperti parade warga masyarakat yang mengantri formulir pendaftaran PNS. Jumlahnya luar biasa banyak hingga perbandingan antara pelamar dan kursi yang tersedia sungguh sangat njomplang.

Ini sebuah fenomena baru, di mana begitu banyak orang yang kemudian berlomba-lomba menjadi calon anggota legislatif. Gaji dan guyuran rupiah serta fasilitas berlimpah jelas sangat menggoda mereka untuk berjuang ke gedung DPR/DPRD. Siapa saja, tak peduli status sosial, latar belakang pendidikan atau latar belakang lainnya. Semua orang tiba-tiba merasa sangat pantas mengemban amanah dari rakyat yang sesungguhnya sangat berat itu. Kemudian untuk memuluskan perjalanan mereka, beragam cara ditempuh. Sebagian besar adalah cara-cara yang meminta tebusan berupa rupiah yang tak sedikit. Karena itu pula, banyak para calon yang kemudian seperti berjudi. Menukar harta meraka dengan kesempatan duduk enak di kursi DPR/DPRD.

Belakangan, meski hasil pemilu belum final, efek berjuang habis-habisan para caleg itu kemudian muncul ke permukaan. Para caleg yang tak lolos dan kemudian mendapati kenyataan kalau suara dukungan untuk mereka tak seperti yang diharapkan mulai dihinggapi beragam penyakit. Mulai dari penyakit fisik hingga penyakit mental.

Ada yang tiba-tiba jatuh sakit, tekanan darahnya meninggi, jantungnya berdetak di luar batas normal atau penyakit fisik lainnya yang disebabkan oleh stress akibat kenyataan yang tak sesuai harapan. Ada juga yang kemudian linglung dan bertingkah selayaknya orang gila, penyebabnya tentu sama. Stress karena kenyataan yang tak sesuai harapan.

Ada juga yang lebih lucu dan norak. Sadar kalau angan-angan manis menjadi anggota dewan yang terhormat sudah hilang tak berbekas, mereka mulai menunjukkan taringnya. Taring yang selama ini disembunyikan di balik seringai penuh keramahan dan persahabatan. Saru persatu materi yang mereka gelontorkan selama ini, yang katanya diberikan secara ikhlas mulai mereka tarik dengan sedikit memaksa.

Di Mamuju-Sulawesi Barat, ada tim sukses seorang caleg yang mengusir beberapa warga yang tinggal di atas sebidang tanah miliknya. Penyebabnya adalah karena para warga tersebut gagal memberikan suara sesuai persyaratan. Sang warga yang terusirpun hanya bisa pasrah membiarkan rumah mereka dibongkar.

Di Palopo-Sulawesi Selatan, ada seorang caleg yang merangkap pengusaha kost-kostan tega mengusir penghuni kost-annya karena mendapati kenyataan para penghuni kostannya ternyata tak mencontrengnya di pemilu kemarin.

Di beberapa tempat lain di Nusantara juga terdengar kabar bagaimana para caleg yang frustasi dan jadi norak itu meminta kembali sarung atau benda lain yang sebelumnya sudah mereka bagi-bagikan. Bahkan di Bone ada caleg yang sungguh tak tahu malu dan menarik kembali karpet yang tadinya dia sumbangkan ke Masjid, Masya Allah…sungguh luar biasa..

Tindakan-tindakan norak dan tak tahu malu itu rasanya sungguh membuat miris kita-kita yang mendengarnya. Saat harapan mereka tak bertemu dengan kenyataan, taring asli mereka kemudian tampak. Mereka tak lain dari para oportunis egois yang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri tanpa mau tahu urusan orang lain. Sungguh tak pantas untuk mengemban sesuatu tugas suci bernama amanah.

Sebenarnya ini adalah sebuah keuntungan juga bagi para masyarakat kebanyakan. Untung karena mereka-mereka ini tak terpilih sehingga taringnya kelihatan lebih awal. Andai saja mereka-mereka yang bersifat setan itu benar terpilih dan melenggang ke gedung DPR/DPRD maka silakan anda bayangkan sendiri kerusakan macam apa yang bisa ditimbulkannya,

Alih-alih berjuang untuk para konstituennya, mereka dipastikan akan sibuk menghitung kembalinya modal kampanye mereka sebelum mulai berhitung nilai keuntungan materi buat mereka dan konco-konconya. Sungguh luar biasa…

Di antara para caleg yang ternyata mampu mendapatkan kursi dambaan mereka, saya yakin masih banyak yang sebenarnya punya wajah asli serupa setan. Tak semua tulus mau mengabdi untuk rakyat, bahkan rasa-rasanya banyak dari mereka yang punya agenda tersembunyi demi kesejahteraan diri sendiri dan orang-orang terdekatnya. Seandainya saja ada yang bisa membuat program atau alat yang bisa menampakkan niat asli sang caleg, maka saya yakin program atau alat tersebut akan mampu membuat kita geleng-geleng kepala saking banyaknya para caleg yang tak serius mengemban amanah.

Hal-hal seperti inilah yang kemudian berhasil membuat banyak rakyat menjadi apatis dan sama sekali tak berselera untuk ikut bergabung di pesta yang katanya pesta rakyat ini. Banyak yang sudah terlanjur patah arang melihat kelakuan para calon wakil rakyatnya, dan ini kemudian membuat mereka tak mau ambil pusing tentang siapa yang akan lolos dan siapa yang tak lolos. Lolos atau tidak kan sama saja, sama-sama maling berjubah orang suci.

5 tahun ke depan harus ada satu mekanisme ketat yang menyaring para caleg sehingga kemudian jumlah maling atau setan berjubah orang suci itu bisa diminimalisir, syukur-syukur (meski berat) dapat dihilangkan. Kami rakyat kecil ini hanya ingin hidup damai dalam sebuah balutan kepercayaan yang tinggi pada orang-orang yang kami anggap mampu mengemban amanah dari kami. Bukan orang-orang yang otaknya hanya dipenuhi strategi memperkaya diri dan menempatkan kebutuhan masyarakat di urutan seratus sekian.

Maaf kalau saya terkesan apatis pada para caleg, tapi rasanya kenyataan sudah bisa memberi sedikit bukti kalau banyak dari mereka yang sesungguhnya memang adalah setan (Tuhan, saya senang sekali menggunakan istilah ini). 5 tahun ke depan, semoga semuanya bisa lebih baik, sehingga gedung DPR/DPRD bisa dihuni lebih banyak oleh para wakil yang sesungguhnya, bukan para setan berjubah orang suci. Kami tak butuh setan..!!!.

Catatan:

Tulisan ini juga dimuat di blog saya

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Menggoda Pemilih Dengan Mobil Sampah

Comments kamaruddin_aziz — April 13, 2009 / 2:28 pm

img01632Suara mikrofon yang keras memecah keheningan sabtu pagi, tanggal 28 Maret 2009 di kawasan perumahan Kompleks Nusa Tamarunang, sekitar 3 kilometer dari Kota Sungguminasa. Suaranya tepat dari arah bangunan “Rumah Pemotongan Hewan” Tamarunang, Somba Opu, Gowa. Sayapun segera keluar dari halaman rumah. Terlihat satu unit mobil kijang tua, berwarna hijau tua bergerak perlahan melambat mengarah ke sungai Jeneberang.

“Mariki semua, para warga yang masih punya sampah di rumah, naikkan di mobil” Suara dari mobil itu.

“Kita akan antar ke tempat sampah pembuangan akhir” Kata Daeng Sikki di balik stir. Di belakangnya menggelantung tiga orang anak muda. Mereka siap menjemput kantung plastik berisi sampah warga. Tidak jauh dari mobil itu, Ibu Sri dari RT 4 tersenyum dan bergegas menyerahkan satu kantung plastik sampahnya ke anak-anak itu. Dia senang dengan datangnya mobil sampah ini. Mobil yang sepertinya tidak nampak sebagai mobil sampah.

Mobil ini dioperasikan atas inisiatif H. Abdul Hafid Latief caleg nomor 1 PKB untuk daerah pemilihan kecamatan Somba Opu.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

“Facebook” Ala Makassar

1 comment Amril Taufik Gobel — April 1, 2009 / 4:54 pm

channelmakassar.JPG

Dari milis Komunitas Blogger Makassar saya dapat informasi tentang sebuah situs Social Network Site (SNS) berbasis Makassar dengan tampilan ala “facebook” telah mengangkasa di jagad maya. Namanya Channel Makassar. Silahkan klik disini untuk lebih jelas. Sama halnya dengan “sang inspirator” situs Channel Makassar yang bertema “Temukan, Sosialisasikan dan Bagikan” ini juga menyediakan beberapa opsi yang dapat diisi oleh pendaftarnya seperti blog, album foto, pooling, musik, dll. Yang unik di situs ini ada fasilitas untuk mengubah tampilan theme profil kita. Seementara ini baru ada 6 pilihan theme-nya.

Saya sendiri sudah mendaftar kesana hari ini dan mencoba menjalin interaksi dengan para peserta Channel Makassar yang sudah terdaftar disana. Nah anda tertarik mau ikut bergabung pula dengan “facebook ala Makassar” ini, silakan daftar disini.

Selamat datang di jagad maya Channel Makassar!

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Karena Menunggak Pembayaran, Distributor Tunda Kirim Obat ke RS

Comments Amril Taufik Gobel — March 30, 2009 / 4:44 pm

Pasien pengguna obat generik di Makassar layak mengelus dada. Seperti diberitakan Tribun Timur online, Beberapa distributor obat kini melakukan penundaan pengiriman obat generik bersubsidi ke sejumlah rumah sakit (RS) di kota Makassar. Pasalnya, utang obat RS dan unit pelayanan kesehatan belum dilunasi hingga saat ini.Menurut salah seorang area manager distributor obat yang tidak mau disebutkan namanya saat dikonfirmasi melalui telepon tadi malam mengatakan, hingga saat ini utang-utang obat RS yang dijanjikan oleh dinas kesehatan (Dinkes) akan segera dibayar, ternyata masih menunggak.

“Stok obat sebenarnya masih ada, namun utang obat belum dibayar. Jadi, kami terpaksa menunda pengiriman obat sampai utangnya dilunasi,” ungkap sumber tersebut. Obat-obat generik bersubsidi yang ditunda pengirimannya antara lain adalah Amoksisilin 500 mg, Ciprofloksasin 500 mg, Diazepam 2 mg dan 5 mg. Ditambahkan pula, pihaknya sendiri masih belum tahu kapan utang obat RS bakal segera dilunasi. “Katanya secepatnya, namun sampai sekarang masih belum dibayar,” kata sumber tersebut. Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Makkunrai Project Menggelar Monolog “Nyonya Juga Caleg”

Comments Amril Taufik Gobel — March 22, 2009 / 4:11 am

Sebuah email undangan tiba di inbox saya kali ini. Dari Makkunrai Project yang akan menggelar acara Monolog “Nyonya Juga Caleg”. Monolog ini merupakan bagian dari Monolog, Jazz dan Dialog Pemilu 2009 kerjasama Makkunrai Project dengan Harian Tribun Timur, Hotel Clarion, Panyingkul!, Komunitas Ininnawa, Kafe Baca Bibliocholic, Taksi Putra, KPID Sulsel, FPMP Sulsel,Performa, yang akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, Pkl.15.00-18.oo bertempat di Hotel Clarion Makassar.Acara ini GRATIS, tapi mengingat ruang pertunjukan yang sangat terbatas, untuk komunitas Panyingkul! kami menyiapkan 30 kursi. Silakan mendaftarkan nama, alamat email dan nomor kontak anda ke Nilam Indahsari (nilam_indahsari@yahoo.com) atau ke Group Makkunrai Project di Facebook (pada kolom event) selambatnya tanggal 28 Maret 2009. Kami akan mengirimkan nomor reservasi ke email Anda pada tanggal 30 Maret 2009. Maaf, hanya penonton dengan nomor reservasi yang dapat memasuki ruang pertunjukan.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Salahkan Dirimu,Wahai Sang Terpelajar Idiot!

Comments kamaruddin_aziz — March 20, 2009 / 6:05 pm

wada-nobuaki-pic1Lelaki itu berjalan perlahan dengan mata awas. Tidak luput, dipandanginya horizon di kawasan pedesaan pesisir selatan Sulawesi itu. Juga, cakupan lansekap kehidupan desa dari titik terjauh hingga yang ada di sekitarnya. Saat itu, lelaki tua ini sedang menjadi ‘orang luar’ yang hendak membaca dengan teliti kehidupan warga, di satu desa pesisir kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Beberapa wanita dewasa, mendekati dan memulai pembicaraan. Tidak dengan lelaki tua itu, namun pada asistennya. Menyampaikan sesuatu, seperti berbisik. Walaupun dalam bahasa setempat namun lelaki itu mencoba memperhatikan dialog itu. Dialog yang membuatnya kemudian ikut menimpali.

“Kami mengalami persoalan dalam memperoleh air minum di desa ini” Kata ibu paruh baya itu. Harus mengambil air pada jarak jauh dan harus berjalan kaki. Lalu lelaki tua itu, menyambutnya dengan mata menyelidik. O ya? Singkat lelaki itu. “Mohon ada bantuan bagi desa kami, supaya kami tidak sulit lagi peroleh air”. Lanjut ibu itu. Namun, lelaki tua itu menahannya dengan pertanyaan baru. “Selama ini, kegiatan mengambil air itu telah dilakukan sejak kapan?”. “Lama sekalimi, pak” Kata seorang temannya. Sejak puluhan tahun lalu, warga desa kami mengambil air jauh ke tepi bukit.

Wada Nobuaki, lelaki yang telah menua itu, menutup dialog dengan tegas: “ini bukan masalah” bukan issu bagi masyarakat desa ini, buktinya, mereka bertahan tetap mengambil air walau jaraknya jauh. Bagi Wada-san persoalan air di desa itu, bukanlah issu pembangunan, karena masyarakat menikmati kehidupan pedesaan seperti itu, tanpa mereka harus memeras keringat menyelesaikan ‘persoalan’ itu. Itu menjadi hal lumrah, sepanjang warga tidak mengambil tindakan untuk mencari alternatife lain.

“Tapi gambaran dialog diatas akan menjadi lain dimata para perencana yang hanya menilai dari satu sisi, dari sisi keinginan”. Jika menggunakan kacamatanya sendiri. Menganggap bahwa untuk memperoleh air harusnya dekat dan tidak buang tenaga. Tentu yang ada di pikirannya adalah, demi pemberdayaan warga, mari kita buatkan proyek sumur atau bantuan pipa.

Itulah satu bagian cerita selama tiga hari bersama Wada-san atau bapak Wada Nobuaki pada salah satu sesi pertemuan kami di Makassar di minggu kedua bulan Maret 2009. Dia pekerja sosial senior pada lembaga SOMNEED, atau Society for Mutual Aid, Networking, Environment, Education and Development, satu LSM Japan dan memiliki basis kegiatan di India dan Nepal. Saat ini banyak menghabiskan waktunya di Vishakhapatnam Area, negara Bagian Uttar Pradesh, India pada komunitas kumuh kota di negera berpenduduk kedua terbesar di dunia itu.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Perayaan Ulang Tahun Kelima Kafe Baca Biblioholic

Comments Amril Taufik Gobel — March 16, 2009 / 4:09 pm

Diruang inbox Facebook saya datang sebuah undangan dari M.Aan Mansyur, kawan saya, sesama blogger yang mengundang untuk datang menghadiri perhelatan memperingati 5 tahun Kafe Baca Biblioholic di Makassar.  Berikut isi undangannya:

Sejak berdiri 13 Mei 2004, lembaga literasi ini sudah menjaring lebih dari 1.000 anggota, 7.000-an koleksi buku, sejumlah fasilitas pendukung seperti kafe dan hotspot, menjalankan sejumlah kegiatan (baik regular maupun tidak) yang dikelola oleh puluhan relawan. (anggota group kafe baca biblioholic di facebook ini juga sudah melampaui angka 1.100) Di usia lima tahun, Biblioholic akan mengadakan sebuah perayaan sederhana. Pada tanggal 13 Mei 2009, di Kafe Baca Biblioholic akan berlangsung acara FACE of BOOK berisi sejumlah kegiatan, di antaranya:

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Anggaran Rp 10 M untuk Rumah Sakit Regional

Comments Amril Taufik Gobel — March 10, 2009 / 12:43 pm

Keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya diwujudkan dengan menganggarkan Rp10 miliar untuk membantu pembiayaan enam rumah sakit (RS) regional di Sulawesi Selatan. Dana bantuan yang bersumber dari APBD Sulsel 2009 ini diberikanke RSSawerigading (Kota Palopo),RS Tenriawaru (Bone),RS Sultan Daeng Raja (Bulukumba),RSA Makkasau (Parepare),RS U Daya,dan RS Labuang Baji (Makassar).Seperti dikutip dari situs Makassar Terkini online, Kepala Seksi Pelayanan Jaminan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Rahmat Jaya mengatakan, bantuan tersebut diberikan menyusul kebijakan pemprov yang menunjuk keenam RS tersebut sebagai RS rujukan.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Gaya Kampanye Caleg Partai Dagelan

Comments Amril Taufik Gobel — March 7, 2009 / 10:40 pm

Kreativitas bisa muncul dari mana saja.

Setidaknya begitulah salah satu fenomena yang mencuat dari diskusi intens di mailing list blogger Makassar Anging Mammiri yang membahas soal penayangan poster-poster caleg (calon legislatif) yang begitu marak terpasang di berbagai ruang publik. Ada yang lucu menggelikan, unik, menggemaskan bahkan memprihatinkan. Semuanya dilakukan dalam rangka menarik minat dan perhatian para konstituen agar mencontreng caleg yang bersangkutan.

Cobalah anda tengok iklan poster caleg di situs Facebook Jangan Bikin Malu 2009 yang sangat ekspresif dan kerapkali mengundang gelak tawa. Kreatifitas para caleg menampilkan pose diri dengan berbagai gaya narsis bahkan jika perlu menyandingkan diri dengan tokoh beken seperti David Beckham atau Obama demi menarik perhatian para pemilih, malah menjadi inspirasi bagi beberapa rekan blogger Makassar untuk memodifikasi foto yang mereka miliki menjadi sebentuk iklan poster caleg yang membetot perhatian. Mari kita simak satu-satu:

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Saribulang Dari Pannampu & Ponari Dari Jombang

1 comment daengrusle — February 27, 2009 / 5:19 pm

batucelup21.jpg

(Gambar kreatif ini dicopy paste dari milis yang bertebaran. aslinya sih kepunyaan sohibArham Kendari)

Sari Bulang dari Pannampu. Kisah seumpama Ponari pernah juga saya alami sewaktu masih menjalani masa bocah di Pannampu, Makassar sekitar tahun 1986. Tepat di belakang kompleks perumahan saya, di sebuah area penggaraman (disebut Pacce’lang, sekarang kondang disebut Capoa), ada kehebohan soal seorang anak perempuan seumuran dengan saya (10thn) bernama Sari Bulang yang tiba-tiba punya kesaktian mengobat banyak penyakit - terutama kelumpuhan dan kebutaan. Kebetulan saya akrab dengan abangnya, sesama penggemar masjid pasar, jadi bisa tahu sedikit soal asal usul kehebatan sang bocah ajaib ini. Konon menurut ceritanya, si Sari Bulang suatu pagi kena damprat orang tuanya, biasalah anak kecil kadang nakal juga. Kena damprat begono, si Sari Bulang ngambek, masuk kamar dan menangis sesenggukan sampai kemudian tertidur. Dalam tidurnya bocah itu bermimpi kedatangan orang tua sakti, sambil memberikan sebuah batu bertuah sebesar biji salak.

Gerhana Matahari 1986. Oh iya, kejadian mimpi ini somehow bertepatan dengan peristiwa Gerhana Matahari total pada bulan Juni 1986. Saat itu banyak orang yang silap melihat gerhana matahari dengan mata telanjang, padahal sudah ada seruan pemerintah untuk menghindari hal demikian karena dapat mengakibatkan kerusakan mata. Karena kejadian gerhana matahari total ini, banyaklah penderita buta mendadak. Makanya banyak diantara pasien Sari Bulang itu adalah penderita kebutaan mendadak ini. Kembali ke soal batu bertuah yang dimimpikan oleh Sari Bulang, si orang tua sakti itu memberi pesan bahwa batu itu bisa menyembuhkan penyakit - tentu saja atas izin Allah SWT. Konon kabarnya, Sari Bulang terpilih karena namanya merupakan kawan sebelah-sebelahan matahari yang saat itu ditutupi sang Bulang, eh Bulan, ketika gerhana. Nah, tahu kan kenapa Sari Bulang yang terpilih. She is the One! Ketika terbangun, bocah kecil itu ternyata mendapati sebuah batu kecil sebesar biji salak telah berada di genggamannya. Wah, kagetlah dia. Dan dia bangun menceritakan mimpi itu ke orangtuanya. Great, singkat cerita jadilah Sang Sari Bulang ini bak selebritis di utara Makassar.

Sari Bulang pun sejak itu menjadi sangat susah untuk ditemui, kecuali air saktinya itu yang dijajal kemana-mana. Rumahnya seketika menjadi ramai oleh para pasien dadakan. Sebagian besar adalah penderita kelumpuhan dan kebutaan - sesuai cerita saya sebelumnya. Cara pengobatannya sama persis dengan si Ponari, batu bertuah itu dicelupkan ke wadah berisi air. Nah, kesaktian batu itu akan berpindah mengikuti hukum perpindahan aura kesembuhan ke air yang menjadi media celupan di batu bertuah.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL UPDATES

FEATURED POSTS

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

COMMENT