You're here: My City Blogging » Makassar

Sehari sebelum Idul Fitri, saat mampir di sebuah toko bahan bangunan, tak sengaja hidungku mencium aroma ketupat yang sedang dimasak. Kontan sel-sel otakku saling bekerja sama memutar kembali kenangan-kenangan Idul Fitri bertahun-tahun silam. Kenangan saat merayakan Idul Fitri di sebuah tempat yang sering kuanggap sebagai “kampung halaman”.
Tempat itu sebenarnya tidak pas disebut kampung karena jaraknya yang hanya belasan kilometer dari ibukota propinsi. Meski begitu, belasan tahun yang lalu ada saja alasan yang membuatnya terasa berbeda dengan suasana Idul Fitri di pusat kota.Sehari menjelang hari kemenangan itu tiba, para wanita telah sibuk menyalakan api untuk memasak ketupat, buras (sejenis lontong) atau berbagai varian lainnya. Hampir di setiap rumah, halaman pasti diisi dengan pemandangan yang sama. Sebuah panci aluminium berbentuk tabung yang sebagian besar telah berwarna hitam karena arang di atas tungku berbahan bakar kayu. Aroma daun pandan atau daun pisang pembungkus makanan itu akan merebak dan memenuhi indera penciuman kita, nyaris dari ujung ke ujung kampung. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Seluruh area bandara Sultan Hasanuddin ditutup hari ini, Jum’at (26/9) untuk kendaraan pribadi maupun umum. Penutupan dilaksanakan mulai pukul 06.00 hingga 12.00. Penutupan sementara itu dilakukan terkait aktivitas peresmian bandara oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, demikian PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mengumumkan seperti dikutip dari Tribun Timur Online.
Penjemputan dan pengantaran penumpang menggunakan kendaraan pribadi dan umum tidak dapat dilaksanakan di depan terminal keberangkatan atau kedatangan penumpang (drop zone area dan pickup zone area). Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Musim timur yang kering di daratan Sulawesi. Di laut Arafura beberapa awak kapal pengangkut kayu asal Galesong sedang berjibaku menyelamatkan diri. Terjangan badai musim timur, memaksa perahu sarat berbobot sekitar 25 ton yang ditumpangi 11 awak itu, oleng kemudian pecah. Disesaki air laut, kapal itu perlahan tenggelam. Kayu-kayu bayam yang dimuat tidak membuatnya mengapung, malah mempercepat karamnya kapal. Beberapa awak meraih jerigen, papan dan segala yang bisa mengapung.
“Alleia…alleia…alleai kodong” tolong, tolong, tolonglah kasihan. Itu yang sempat diteriakkan beberapa awak kapal, ucap Supiaty, seorang keluarga korban meniru awak yang selamat.
Kenangan cerita diatas muncul ketika saya bertemu Cinda daeng Rannu bersama sanak keluarganya di desa Tamalate, Galesong Utara, Takalar dalam bulan Agustus 2008. Sudah delapan tahun tak bersua karena kisruh antar anggota keluarga dekat . Konflik itu dipicu oleh tragedi karamnya kapal kayu di laut Arafura yang merenggut korban. Sebanyak 8 ABK tak diketahui keberadaanya setelah dihempas gelombang ganas musim timur.
Apa pasal? Beberapa saat setelah kejadian tragis itu, Daeng Rannu bersama suaminya Siara Daeng Tayang, nakhoda kapal itu tak lagi bermukim di Kampung Jempang, Galesong Utara, tempat yang sering saya kunjungi. Walau keluarga dekat, mereka dicerca dan tak diterima oleh kerabat keluarganya sendiri yakni keluarga korban kapal kayu yang tenggelam. Mereka tidak menerima kejadiaan memilukan tersebut. Status Daeng Tayang sebagai nakhoda, dia dianggap lalai dan lepas tanggung jawab.
Minggu lalu, mata Supiaty berkaca-kaca ketika saya menanyakan nama-nama korban selain kerabat dekat. Supiaty adalah ponakan sang nakhoda sekaligus kakak kandung salah seorang korban tenggelam. Juga sepupu saya. Supi seperti keluarga lainnya nampaknya masih sedih dan geram, hanya nakhoda bersama dua orang ABK lainnya yang menyelamatkan diri, ketika para ABK lainnya satu persatu tenggelam ditelan ganasnya ombak bulan Juni.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Pemadaman Listrik bergilir dilakukan kembali oleh PT.PLN Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulserabar), memasuki pertengahan bulan Ramadhan. Seperti diberitakan oleh Tribun Timur Online, Kali ini pemadaman bergilir dialami warga yang bermukim di daerah utara Kota Makassar meliputi sebagian besar wilayah Tallo di antaranya kawasan Jl Ade Irma, Jl Gatot Subroto, Jl Ir Juanda, Jl Galangan Kapal, hingga Jl Teuku Umar. Padamnya listrik yang kembali terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya ini, berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 14.15 wita sampai 16.15 wita. Padahal, dalam berbagai kesempatan bahkan sebelum memasuki bulan puasa, perusahaan plat merah ini berjanji tidak akan melakukan pemadaman bergilir. Komitmen ini juga disampaikan General Manager PT PLN Arifuddin Nurdin dalam berbagai kesempatan. “Tidak akan ada pemadaman saat Ramadan. Tapi tolong ya dibedakan pemadaman dan gangguan. Sepanjang tidak ada gangguan, kami tidak akan lakukan pemadaman,” kata Arifuddin, kala itu.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Kekalahan tim PSM Makassar (yang bertindak sebagai tuan rumah) dalam laga sepakbola melawan tim Persela Lamongan kemarin (15/9) di Stadion Mattoanging, Andi Mattalatta,memicu kemarahan ribuan supporter pendukung PSM yang menonton. Seperti dikutip dari berita di Tribun Timur Online, Kerusuhan pecah sekitar pukul 23.10 usai pemain Persela mencetak gol ketiga melalui tembakan Marcio Souza pada menit 71. Bola gagal ditepis kiper PSM, Syamsidar. Wasit yang memimpin pertandingan Oleahadi dari Jakarta memutuskan menunda pertandingan karena situasi yang tidak memungkinkan. Penonton di tribun terbuka yang tidak terima dengan kekalahan tersebut menjebol pagar stadion dan masuk ke tengah lapangan. Mereka juga mendekat ke bangku cadangan Persela dan melempari pemain tim tamu. Sekitar 10 menit kemudian, penonton membakar gawang di sisi selatan stadion. Api membesar dan merusak gawang. Untuk mengamankan situasi, ratusan aparat kepolisian menghalau penonton ke luar lapangan. Namun penonton melakukan perlawanan sehingga terjadi aksi saling lempar. Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapolwiltabes) Makassar Kombes Burhanuddin Andi beberapa kali menenangkan penonton melalui pengeras suara. Namun penonton tetap tidak terkendali. Dua orang sempat diamankan dengan tuduhan provokator dan dua penonton lainnya pingsan.
Manajemen PSM Makassar mengaku pasrah dengan sanksi yang bakal diterima akibat kerusuhan suporter tersebut. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Pada tahap kedua pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai), Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar mengusulkan jumlah penerima BLT tahap kedua lebih banyak dari tahap pertama. Pertambahannya mencapai sekitar 8.000 orang. Seperti dikutip dari Tribun Timur Online, Hal ini diungkapkan Kepala BPM Kota Makassar, Syahrir Sapaile, di sela-sela menghadiri rapat paripurna di DPRD Kota Makassar, beberapa saat lalu. Usulan itu, kata Syahrir, telah disampaikan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Departemen Sosial RI. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri akan menggelar kegiatan Anjangsana dan bakti Sosial ke Panti Asuhan. Acara ini akan diselenggarakan pada Hari Minggu,14 September 2008 pada pukul 16.00 bertempat di Panti Asuhan “NURUL FATIMAH”, Jl. Mustafa Dg. bunga Kel. Paccinongan Kab. Gowa
Bagi para donatur dan simpatisan yang ingin ikut mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini, dapat dengan menyumbangkan :
Bagi yang berada di luar kota, dapat mengirimkan sumbangan ke no. rekening Blogger Makassar No. Rekening Blogger Makassar : 152-00-07272509 IRAYANI QUEENCYPUTRI/Intan Baiduri Bank Mandiri Cabang Makassar
Kontak Person : Nanie 0411-5474047 dan Mus : 0852 42449998
Selamat dan sukses melaksanakan kegiatan ini untuk Anging Mammiri!
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Setiap Jum’at Masjid Al Markaz Al Islami Makassar akan menggelar Dialog Ramadhan. Hal ini diungkapkan oleh Faisal Attamimi, Koordinator Ramadan 2008 di ruang kerjanya, Rabu (3/9), seperti dikutip dari Tribun Timur Online. Faisal mengatakan, dialog Ramadan ini membahas tentang adanya pengertian yang lebih baik mengenai pembangunan bangsa dan perbaikan pola pemikiran masayarakat tentang Islam.Dialog ramadan ini akan diadakan setiap hari Jumat, yakni setelah salat Jumat. Menurutnya, dialog Ramadan ini dilakukan setiap tahun, namun Ramadan kali ini berbeda dari tahun sebelumnya, yakni sebelum salat subuh. Waktu ini dianggap kurang efesien karena kondisi jamaah subuh banyak yang kurang fit.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Unjuk Rasa besar-besaran Buruh pelabuhan, para pedagang antar pulau, maupun karyawan ekspedisi (pengiriman) akan digelar Selasa besok (2/9). Menurut berita di Tribun Timur Online hari ini, Demonstrasi ini dipicu keputusan Manajemen PT Pelni tertanggal 20 Juli 2008 lalu yang melarang penumpang membawa barang overbagasi. Dalam keputusan ini setiap penumpang (per tiket) hanya diperbolehkan membawa satu koli barang (tiga kg). Rencana demonstrasi ini terungkap dalam pertemuan perwakilan buruh, pengusaha ekspedisi, pedagang antar pulau, serta pendamping buruh di Restoran Pualam, Makassar, Minggu (31/8). Buruh maupun karyawan ekspedisi sepakat menghentikan total aktivitasnya sekitar pukul 09.00 wita. Dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, massa direncanakan bergerak menuju gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, untuk menyampaikan aspirasinya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Tim gabungan dari pengawasan barang beredar dan jasa Departemen Perdagangan Jakarta, bekerjasama dengan PTPN, Polda Sulsel dan Polwiltabes Makassar, mendatangi gudang gula rafinasi yang berlokasi di Jl Galangan Kapal No.1, milik UD Benteng Baru, Kamis (29/8).
Seperti dikutip dari Ujungpandang Express Online,Tim yang dipimpin Kepala Bimbingan Operasional Penyidik PNS Perlindungan Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Departemen Perdagangan Jakarta Martin Siregar, kepada wartawan, mengatakan, sejak 2006, gula rafinasi telah beredar di Indonesia khususnya di Sulsel. Ribuan ton gula, masuk di Indonesia, sebenarnya legal, atas izin dari Menteri Perdagangan, tapi diperuntukkan untuk industri yang memproduksi sirup dan sejenisnya.
“Tapi, belakangann, gula rafinasi bereda di pasaran, terkhusus di mal, sehingga sudah dinyatakan sebagai gula ilegal, karena peruntukannya sudah lain, yakni untuk dikonsumsi masyarakat. Padahal gula rafinasi sangat berbahaya bagi jiwa manusia, terutama bagi kesehatan, yang dapat mengakibatkan penyakit gulam” jelasnya. Yang fatalnya, karena UD Benteng Baru, mempekerjakan karyawan untuk ditugaskan mengemas 1 kilo kemudian dipasarkan di mal-mal. Padahal aturannya tidak bisa dikemas apa lagi dijual di mal, dengan harga Rp5000/kilo. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.