You're here: My City Blogging » Kota Malang

Festival Blog – Bloggerngalam

Comments Sandy Suryadinata — December 1, 2009 / 9:50 am

Dalam menyambut Ulang Tahun Bloggerngalam 29 Desember 2009,  komunitas blogger Kota Malang mengadakan Festival Blog – Bloggerngalam dengan rincian sebagai berikut:

  • Peserta umum, blogger Malang maupun bukan blogger Malang
  • Tema artikel adalah “Kota Malang”, segala hal yang berhubungan dengan Kota Malang, seperti tempat wisata, kuliner, pendidikan, komunitas dan sebagainya.
  • Artikel tidak menyinggung SARA dan merupakan tulisan ASLI serta dapat dipertanggungjawabkan oleh penulis.
  • Peserta mempublish artikel di blog masing-masing, dan mendaftarkan alamat URL artikelnya via email ke sandynata-at-gmail-dot-com, dengan subject:  Daftar Festival Blog
  • URL blog yang telah terdaftar akan kami tampilkan di www.bloggerngalam.com
  • Posting artikel dan pendaftaran dilakukan pada tanggal 1 Desember 2009 s/d 31 Desember 2009.
  • Sebagai apresiasi akan Kami berikan merchandise untuk blog favorit yang ditentukan dari voting pembaca.

Happy Blogging!

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Kota Malang, Perhentian Pertama Blogshop Pesta Blogger 2009

Comments Amril Taufik Gobel — July 24, 2009 / 3:48 pm

Catatan:

Tulisan dibawah ini dikutip dari situs PestaBlogger 2009 :

Blogshops (blogging workshops) memang menjadikan Pesta Blogger tahun ini berbeda. Tahun 2007, Pesta Blogger hanya bergerak di Jakarta. Tahun 2008, Pesta Blogger mulai merambah Bali dan Jogjakarta, bersama 5 orang blogger dari mancanegara. Tahun ini, (alhamdulillah) Pesta Blogger sedikit-sedikit bisa menjelajah lebih jauh lagi, ke 10 kota di Indonesia, termasuk Malang, Semarang, Bandung, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Surabaya, Medan, Yogyakarta, dan Palembang.

Blogshops diadakan untuk mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia terlibat dalam aktivitas blogging-dan lebih jauh lagi, untuk melakukannya secara bertanggung jawab, konstruktif, kritis, dan dengan kesadaran sosial yang tinggi.

Seusai blogshops, akan digelar Pesta Blogger ‘mini’ bersama komunitas blogger lokal. Jenis acara dan tempat penyelenggaraannya akan diusulkan oleh komunitas blogger di daerah tersebut.

Perhentian pertama dalam rangkaian Blogshops Pesta Blogger 2009 adalah: Malang! Ya, terima kasih banyak untuk teman-teman dari komunitas blogger di Malang, blogger Ngalam, yang dengan antusias dan tanpa pamrih membantu persiapan Blogshops Malang minggu depan

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Festival Malang Kembali (FMK) atau Malang Tempo Doeloe (MTD) Tahun 2009

Tahun ke-4 diselenggarakannya Festival Malang Kembali atau ada juga yang menyebut Malang Tempo Doeloe, masih ramai dikunjungi warga Malang Raya, yah.. termasuk saya ini )

Ini kali kedua saya menghadiri event tahunan di Kota Malang (liputan pertama kali ikutan Festival Malang Kembali 2008). Dan seperti tahun lalu, dresscode yang saya pakai cukup simpel, cuma kaos oblong yang sudah lusuh, celana pendek dan sarung, cukup menggambarkan Rakjat Ketjil Tempo Doeloe bukan? heheeh..

Rencana awal sih mau hadir pada hari pembukaan, Kamis 21 Mei 2009, tapi waktu itu hujan cukup deras, wah males deh.. dan akhirnya keturutan pada hari Sabtu kemarin. Tepat jam 3 sore saya dan noki dengan mancal sepedah tiba di Ijen  Boulevard yang menjadi tempat penyelenggaraan acara ini dengan diiringi hujan rintik-rintik agak deras dikit yang lumayan bisa bikin basah kuyub (

Hujan yang akhirnya tidak berlangsung lama langsung kita manfaatkan untuk berfoto-foto, yah seperti yang bisa anda lihat di atas hehehehe… koleksi lengkap bisa dilihat di sini

Sayangnya pada hari itu rencana kopdar rame-rame bersama bloggerngalam tidak dapat dilakukan secara maksimal, karena di sana cuma ada saya, noki, nengbiker beserta ojob-nya saja, baru kemudian agak malamnya ketemu dengan graha dan kai pada waktu dan tempat yang berbeda, sedangkan ale dan istri terjebak hujan, dan yang lain gak jelas juntrungannya pada kemana.  Saya juga tidak bertemu dengan rombongan Bike To Work Kota Malang yang hari itu juga rame-rame nggrudhuk ke Festival Malang Kembali ini.

Apa yang dihadirkan pada tahun ini tidak terlalu banyak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, cuma yang saya sayangkan masih banyak kendaraan sepedah motor bahkan mobil yang masih bisa berlalu-lalang di dalam area. Banyak pedagang (balon, lampu warna warni, mainan) di luar pedagang yang memiliki stand resmi mengurangi “penjiwaan” dari festival ini, juga banyaknya gepeng yang berkeliaran dan bahkan tidur di sepanjang jalan Ijen Boulevard.

Akhirnya karena saya sudah capek berjubel-jubelan, ngantuk dan laper – ya laper! mo makan di stand-stand yang ada kok gak nyaman gitu, rame! - jam 9.30 malam saya memutuskan untuk pulang, meninggalkan noki dan kai yang masih betah berduaan. Membelah lautan manusia saya menyurung sepeda pancal keluar area, senggol sana senggol sini, fiuh! benar-benar seperti sekumpulan ikan teri, rame tumplek-blek!

Pulang nya saya ambil arah Oro-oro Dhowo, dan saya melihat kemacetan yang sangat! macet-cet sepanjang jalan Oro-Oro Dhowo! untung saya gak bawa mobil (halah! emang g punya hehe..), jadi bisa mlipir-mlipir lewat sisi jalan

Tips menghadiri Festival Malang Kembali/Malang Tempo Doeloe:

  • ada baiknya Anda menggunakan dresscode yang cocok supaya lebih menjiwai dan bikin seru, kalo nggak punya atau kesulitan, untuk cowok bisa meniru saya, cukup pakai kaos oblong (putih polos), celana pendek, sarung dan peci.
  • perhatikan musim/cuaca, tahun ini penyelenggaraan bertepatan dengan musim hujan, jadi jangan lupa bawa payung/jas hujan
  • untuk menuju ke tempat acara ada baiknya anda menggunakan kendaraan sepeda motor atau sepeda pancal (atau malah jalan kaki kalau kuat), untuk menghindari kemacetan dan keruwetan pada saat datang dan pulang
  • bagi anda yang ingin foto-foto dan menikmati tiap-tiap stand yang ada datanglah pada siang-sore hari, karena pada waktu itu yang datang tidak terlalu ramai, jadi enak buat jalan-jalan muter-muter area dan bisa mengambil pose/gaya foto lebih bebas karena tidak perlu rebutan dengan yang lain
  • tapi bagi anda yang ingin menyaksikan pagelaran seni dan budaya datanglah malam hari, dengan konsekuensi anda harus rela berjubelan dempet-dempetan yang naudzubilah ramenya
  • jangan ambil arah yang berlawanan, ikuti arus biar nggak tabrakan
  • pasang pandangan mata dengan baik, banyak potensi (baca: cewek cakep) yang dapat kita nikmati D

Sampai jumpa di Tahun Depan!

catatan: tidak! saya tidak kenal dengan cewek-cewek cantik berbaju merah yang ada dalam foto di atas, itu asal embat aja heheeh… Apakah pembaca ada yang kenal?

sumber: sandynata.wordpress.com

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Digrebek Polisi, Pabrik Shabu Berkedok Industri Rumah Tangga di Malang

1 comment Amril Taufik Gobel — February 13, 2009 / 10:50 pm

Polisi di Malang begitu sigap melakukan aksi-aksi tegas memberantas Narkoba di Kota Malang. Seperti diberitakan Harian SURYA online,Polisi menggerebek pabrik sabu-sabu berkedok industri rumah tangga di kawasan Perumahan Sawojajar II, Jalan Cucakrawun I No 8 G-2, Kecamatan Pakis, Malang, Jatim, Jumat (13/2/2009).Dalam penggerebekan oleh tim gabungan dari Polwil dan Polres Malang serta Polda Jatim itu, ditemukan bahan baku untuk membuat sabu-sabu (SS), dengan satu tersangka berisial Ng (38) asal Kota Malang. Selain menangkap Ng, polisi dan tim Laboratorium Forensik Cabang Surabaya, juga berhasil menyita evil dyer sebanyak 5.000 butir, serbuk blue ice, soda api, dan 0,02 liter Aseton yang diduga menjadi bahan baku produksi SS.

Penggerebekan ini bermula ketika polisi menangkap dua orang berinisial MC dan LTF yang memiliki SS seberat dua gram di Surabaya, Kamis (12/2) malam, atau sekitar pukul 22.00 WIB. Dari penangkapan MT dan LTF tersebut dilakukan pengembangannya, dan petugas menangkap DD (48), asal Bangil, di kawasan Pandaan beberapa jam setelah menangkap MC dan LTF.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Di Malang, Angkot Masih Berlakukan Tarif Lama

Comments Amril Taufik Gobel — February 1, 2009 / 3:19 pm

Walau Tarif angkutan kota (angkot) Malang sudah resmi diturunkan dengan diterbitkannya Peraturan Wali Kota (Perwali) No 05/2009 pada Kamis (29/1), namun tampaknya angkot di Kota Malang masih “ngeyel” tetap menerapkan tarif lama dan konsumen masih belum dapat menikmati penurunan tarif tersebut. Seperti dikutip dari Harian SURYA online, selama dua hari, hampir semua penumpang masih dikenakan tarif lama, yakni Rp 2.500 untuk penumpang umum, dan Rp 2.000 untuk pelajar. “Saya dari rumah ke sekolah tetap dimintai ongkos Rp 2.000,” terang Ali, seorang siswa SMAN 4 Malang, Jumat (30/1).Berbagai alasan dikemukakan para sopir terkait pungutan yang masih menggunakan tarif lama. Mulai dari susahnya mencari uang receh kembalian, hingga belum adanya sosialisasi peraturan tarif baru yang mengharuskan penumpang umum ditarik Rp 2.300 dan pelajar Rp 1.500.

Meski demikian, beberapa sopir yang mengetahui peraturan tarif baru, dalam prakteknya juga setali tiga uang. “Sebenarnya saya sudah tahu ada tarif baru dari koran. Tapi kan belum ada pemberitahuan resmi, ya sudah pakai tarif lama saja,” terang Muntolib, sopir lin ADL yang ditemui di depan Stasiun Kota Besar Malang.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Bantuan APBD Ditolak Panwaslu

Comments Amril Taufik Gobel — January 20, 2009 / 3:22 am

Karena Pemda Batu Malang hanya menyetujui dana sebesar Rp 75 juta dari Rp 579 juta anggaran yang diusulkan Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Kota Batu, pihak Panwaslu menuding bahwa Pemda tak serius membantu kelancaran tugas Panwaslu. “Tampaknya Pemda tidak berniat membantu kelancaran pekerjaan Panwaslu ke depannya. Kalau memang tak niat, ya tak usah diberi,” tuding Adi Wiyono, anggota Panwaslu Kota Batu, Minggu (17/1) seperti dikutip dari Harian Surya online

Menurutnya, besarnya biaya yang dibutuhkan Panwaslu Kota Batu untuk mengawasi jalannya Pemilu, sangat relevan. Sebab Panwaslu Kota Batu juga sudah merancang berbagai program kerja mulai dari pengawasan di tingkat kecamatan hingga kerjasama dengan kejaksaan terkait permasalahan hukum seputar Pemilu.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Capai Rp 660 Juta, Tunggakan Rekening Listrik di Malang

Comments Amril Taufik Gobel — January 11, 2009 / 11:20 am

Luar biasa jumlah tunggakan rekening listrik di Malang. Seperti diberitakan harian SURYA online, Hingga akhir Desember 2008, sedikitnya 7.998 pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Pelayanan Jaringan (APJ) Malang, Jawa Timur, menunggak tagihan rekening listrik sebesar Rp 660 juta.Manajer APJ Malang, Isbiyanto mengatakan, dari 7.998 pelanggan yang menunggak, kebanyakan pelanggan rumah tangga yang tersebar di 13 unit pelayanan di Malang Raya dan sebagian besar adalah Kabupaten Malang, Minggu (11/1)

“Selain kehilangan pendapatan dari tunggakan pelanggan rumah tangga, PLN Malang juga masih kehilangan pendapatan dari maraknya penerangan jalan umum (PJU) liar yang ada di 479 titik,” katanya menambahkan.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Terancam Tutup, PMI Kota Malang

Comments Amril Taufik Gobel — December 24, 2008 / 5:29 am

“Bank” Darah di Kota Malang itu berada di titik nadir. Seperti diberitakan oleh Harian Surya Online, alang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), mengalami defisit anggaran, bahkan diambang kebangkrutan jika pada 2009 tidak ada lagi subsidi dari pemerintah untuk pembelian “reagen” (alat pemeriksaan penyakit infeksi) dan kantong darah.Wakil Ketua PMI Kota Malang Oetojo Sardjito mengatakan, sejak subsidi dari pemerintah dicabut pada September lalu, PMI harus membeli sendiri reagen dan kantong darah. Lebih memberatkan lagi, harga kedua komponen itu mengalami kenaikan sekitar 30 persen.

“Sejak September hingga Desember 2008 PMI mengalami kerugian sekitar Rp 1,5 miliar. kalau pada 2009 nanti tidak ada subsidi lagi dari APBN, tidak menutup kemungkinan PMI daerah ini akan ‘kolaps’,” katanya.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Organda Malang Bersikukuh : Tarif Angkot Tidak Turun

Comments Amril Taufik Gobel — December 20, 2008 / 5:58 am

Para penumpang setia angkot di Malang harap bersabar. Tarif angkutan massal ini, seperti dikutip dari harian Surya Online, tidak turun meski dalam bulan Desember ini telah terjadi dua kali penurunan harga bensin premium. Ketua DPC Organda Malang Raya Soewito Widjaya mengakui, pihaknya hanya akan menurunkan tarif Angkot bagi pelajar dari Rp 2.000 menjadi Rp 1.800 pada penurunan harga premium tahap I dan menjadi Rp 1.500 pada tahap II sedangkan tarif untuk umum tetap sebesar Rp 2.500.”Konsep usulan tarif ini sudah kami kirim ke Dishub Kota Malang dan keputusannya baru besok (Kamis, 18/12) dengan melibatkan banyak pihak termasuk pengurus jalur (lyn),” katanya.

Soewito beralasan, tidak diturunkannya tarif penumpang umum itu disebabkan harga suku cadang kendaraan cukup tinggi serta adanya peremajaan Angkot yang segera dilaksanakan (2009) sehingga beban pemilik menjadi lebih berat karena harus menanggung angsuran minimal sebesar Rp 65 ribu per hari selama lima tahun.

Ia berharap, dalam menentukan tarif angkutan baik untuk umum maupun pelajar Pemkot tetap memperhatikan dan mempertimbangan keluhan pemilik angkot termasuk keberlangsungan hidupnya.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Pria Juga Mengalami KDRT

Comments Amril Taufik Gobel — December 13, 2008 / 12:21 pm

Wahai para pria, jangan tercengang dulu membaca judul diatas. KDRT bisa saja terjadi pada pria, demikian diungkapkan oleh Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Kabupaten Malang, Elisabeth Kamti Astuti, seperti dikutip dari Harian Surya online kemarin. Menurutnya, ada tiga suami yang mengalami siksaan psikis seperti hilangnya rasa hormat istri terhadap suami serta enggannya istri melayani nafkah batin suami.

“Ketiga suami yang melapor ke Ruang Pengaduan dan Konsultasi (RPK) Pemkab Malang ini rata-rata mengalami siksaan psikis dari istrinya dan siksaan psikis ini juga termasuk KDRT,” katanya menambahkan.

Berdasarkan catatan KPPPA Kabupaten Malang, selama tahun 2008 telah terjadi 190 kasus KDRT atau mengalami penambahan 70 kasus dari tahun 2007 yang hanya mencapai 120 kasus. Menurut Kamti, peningkatan kasus KDRT yang ditangani menunjukkan adanya perubahan perilaku di lingkungan masyarakat yang semakin terbuka terhadap masalah yang terjadi, khususnya yang berkaitan dengan rumahtangga.

Nah…apakah anda suami yang juga mengalami KDRT?

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL UPDATES

FEATURED POSTS

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

COMMENT