You're here: My City Blogging » Kota Malang » Article: Terancam Tutup, PMI Kota Malang

Terancam Tutup, PMI Kota Malang

Amril Taufik Gobel — December 24, 2008 / 5:29 am

“Bank” Darah di Kota Malang itu berada di titik nadir. Seperti diberitakan oleh Harian Surya Online, alang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), mengalami defisit anggaran, bahkan diambang kebangkrutan jika pada 2009 tidak ada lagi subsidi dari pemerintah untuk pembelian “reagen” (alat pemeriksaan penyakit infeksi) dan kantong darah.Wakil Ketua PMI Kota Malang Oetojo Sardjito mengatakan, sejak subsidi dari pemerintah dicabut pada September lalu, PMI harus membeli sendiri reagen dan kantong darah. Lebih memberatkan lagi, harga kedua komponen itu mengalami kenaikan sekitar 30 persen.

“Sejak September hingga Desember 2008 PMI mengalami kerugian sekitar Rp 1,5 miliar. kalau pada 2009 nanti tidak ada subsidi lagi dari APBN, tidak menutup kemungkinan PMI daerah ini akan ‘kolaps’,” katanya.

Oetojo menyebutkan, biaya operasional termasuk untuk pengolahan darah di PMI tidak pernah mendapatkan subsidi dari Pemkot Malang maupun Pemprov Jatim, padahal hampir 90 persen darah di PMI Kota Malang dipasok ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang yang merupakan milik Pemprov Jatim.

PMI Kota Malang rata-rata memasok darah ke RSSA Malang dan rumah sakit lain, baik di Kabupaten Malang maupun daerah lain rata-rata mencapai 48 ribu hingga 56 ribu kantong per tahun

Menurutnya, wajar jika Pemkot Malang atau Pemperov Jatim memberi subsidi anggaran untuk pengolahan darah tersebut agar biaya operasional PMI yang rata-rata mencapai Rp 12 miliar itu, sedikit lebih ringan.

Apalagi, kata mantan Wakil Ketua DPRD Kota Malang ini, sampai sekarang juga belum ada keputusan gubernur terkait patokan untuk biaya pemeriksaan dan biaya pengganti pengolahan darah (BPPD), sehingga PMI menentukan sendiri dengan harga jauh dari biaya pengolahan.

Oetojo menambahkan, untuk biaya pengolahan darah rata-rata dibutuhkan dana sekitar Rp 220 ribu per kantong, dan BPPD bagi masyarakat umum sebesar Rp 150 ribu per kantong, serta masyarakat kurang mampu (Askeskin) Rp 120 ribu per kantong.

Karena itu, kucuran dana dari Pemkot Malang yang rencananya akan memberikan hibah kepada PMI pada 2009 lebih baik digunakan untuk subsidi pembelian reagen dan kantong darah, imbuhnya

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT