You're here: My City Blogging » Padang » Article: Rendang dan Padang
“Rendang…!!”
Demikian jawaban hampir semua orang, jika ditanya apakah yang terlintas di benak mereka apabila disebutkan kata Padang. Hal ini tidak salah, karena seperti halnya dengan gudeg yang identik dengan kota Yogyakarta, rendang sudah identik dengan kota Padang.
Rendang, selain identik dengan kota Padang, merupakan menu yang WAJIB ada di rumah makan Padang. Tidak mungkin sebuah rumah makan Padang tidak menyajikan menu rendang.
Masakan rendang mempunyai bahan dasar daging sapi, akan tetap beberapa daging masakan rendang ada yang menggunakan daging kambing, meski sangat jarang ditemui, kecuali rendang tersebut buatan sendiri. Kemungkinan besar jarangnya masakan rendang yang menggunakan daging kambing adalah karena daging rendang mesti tahan berhari-hari, sementara daging kambing tidak bisa bertahan cukup lama.
Di beberapa masakan rendang, terkadang ditemui bahan lain yang menemani, diantaranya: - Kentang. Ada rendang yang ditemani kentang. Biasanya kentang yang digunakan adalah kentang-kentang kecil, dengan diameter tidak lebih dari 2-3 cm. Seperti halnya rendang, kentang ini juga berbalur dan dicampur serta diolah sedemikian rupa dengan bumbu rendang, sehingga aroma dan rasa bumbu rendang akan meresap ke dalamnya.

Bumbu rendang sendiri mempunyai ciri khas sendiri, maksudnya di tiap masakan rendang warna bumbunya kadang berbeda. Sejauh ini, meski warna coklat kehitaman menjadi ciri khas rendang, namun di beberapa tempat (rumah makan padang) kadang ditemui bumbu rendang yang berwarna merah tua bahkan benar-benar hitam.
Secara garis besar, rasa rendang adalah pedas, namun jika sudah menjadi menu rumah makan padang, kadar rasa pedas tergantung kebijakan pemilik rumah makan. Jika anda pernah ke Padang atau mencicipi masakan rendang yang dibuat oleh orang Padang ‘asli’, anda akan merasakan bedanya dengan rendang yang dijual di rumah makan Padang. Selain bumbu rendang yang lebih meresap, rasa pedasnya juga akan lebih terasa. Hal lainnya adalah bahan lain yang ditemui, seperti yang ditulis di atas.
Rendang mempunyai keunikan. Semakin lama rendang, rasanya akan semakin enak. Maksudnya jika anda membuat rendang di hari Senin dan tidak habis, anda tidak perlu takut rendangnya akan menjadi busuk. Cukup dimasak ulang (dipanaskan), tidak perlu menambah bumbu lagi, kemudian hidangkan lagi di hari-hari berikutnya. Maka rasa bumbu rendang akan semakin menyerap ke dalam daging. Masalah dagingnya menjadi (terlalu) keras, itu berarti anda mesti menggunakan daging dengan kualitas terbaik…jangan salahkan dagingnya. ;-)
Jika anda tertarik untuk membuat sendiri masakan khas Padang ini, bisa mencoba salah satu resep berikut.
Selamat menikmati rendang…!!!
foto diambil dari sini dan sini
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
XML error: Reserved XML Name at line 2, column 38
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
Potensi Peternakan di Sumatera Barat — Padang @ MyCity
[…] sendiri melihat pengelolaan peternakan yang baik akan berdampak kepada masakan rendang. Maksudnya, semakin baik kualitas daging yang dipakai, maka rendangnya pun akan semakin enak dan […]
July 19th, 2007 at 15:02
Lemang — Padang @ MyCity
[…] adalah makanan yang biasanya disajikan dengan rendang. Meski lemang selalu tersedia setiap saat, namun keberadaan lemang akan ‘lebih terasa’ […]
October 1st, 2007 at 10:13