← Kembali ke halaman depan

(Bahasa) Padang vs (Bahasa) Minangkabau

Hubungan Minangkabau dan Padang bisa dikatakan serupa tapi tak sama. Yang dimaksud dengan Minangkabau adalah seluruh daerah yang berada di Sumatera Barat, sementara Padang adalah salah satu kota di daerah Sumatera Barat. Sayangnya, banyak orang salah kaprah, sehingga menganggap semua orang Minang = orang Padang.

Sebagai perbandingan mungkin bisa digunakan Bandung vs Sunda. Semua orang Bandung (bisa dianggap) orang Sunda, tapi tidak semua orang Sunda adalah orang Bandung, karena yang dimaksud Sunda adalah wilayah. Termasuk di dalamnya adalah Tasikmalaya, Garut, Cirebon, Lebak, Anyer, dan daerah di Jawa Barat lainnya.

Daerah yang masuk ke dalam wilayah Minangkabau adalah Padang, Pariaman, Solok, Bukittinggi, Padang Panjang, Sawahlunto, Payakumbuh, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, Tanah Datar, 50 Kota, Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Padang Pariaman, dan Kepulauan Mentawai.

Sementara nama suku-suku yang mendiami wilayah Minang adalah Tanjung, Sikumbang, Sipisang, Bendang, Melayu (Minang), Guci, Panai, Jambak, Kutianyie, Kampai, Payobada, Pitopang, Mandailiang, Mandaliko, Sumagek. Pada kenyataannya, di jaman sekarang suku-suku di atas sudah berbaur, sehingga sulit dicari suku yang masih murni.

Untuk membedakan orang Padang dan orang Minang (secara umum), kita bisa tinjau dari bahasa yang digunakan. Ambil contoh “Apa katanya kepadamu?”, maka pengucapannya bisa berbeda-beda, tergantung dialeknya.
“Standar” Minangkabau: A keceknyo jo kau?
Mandahiling Kuti Anyie: Apo kecek o kö gau?
Padang Panjang: Apo keceknyo ka kau?
Pariaman: A kate e bakeh kau?
Ludai: A kecek o ka rau?
Sungai Batang: Ea janyo ke kau?
Kurai: A jano kale gau?

Bagi orang awam, terutama yang baru mendengar dialek Minang, akan terasa sulit membedakan orang Padang dengan Mandahiling Kuti Anyie, karena dialeknya yang nyaris serupa. Penulis sendiri mempunyai beberapa orang teman yang berasal dari Sumatera Barat, dari berbagai suku. Hingga kini, masih sulit untuk membedakan dialek yang digunakan.

Semoga kita tidak lagi menyamaratakan orang Minang sebagai orang Padang. Indonesia memang surga bagi para peneliti bahasa, karena untuk 1 wilayah saja (Minang) kita bisa temukan (minimal) 7 dialek yang berbeda, baik ucapan maupun tulisannya.

Ikuti diskusi Ada 10 komentar untuk artikel ini.

  1. lily

    Good…..goood…….

    June 27th, 2007 at 20:31

  2. Sayyid

    yang perlu dicatat adalah, orang Minang bukan orang Padang. Yang namanya orang Padang asli adalah orang Nias. Minang pun jangan pula disamakan di Sumatra Barat, sebab daerahnya begitu luas.

    Orang Mandailing masih termasuk ke dalam rumpunnya orang Minangkabau.

    Jadi, jangan panggil saya (orang Minang) dengan orang Padang lagi ya. Apalagi Padang Bengkok.

    June 28th, 2007 at 22:32

  3. K

    SAYYID…

    PADANG BENGKOK….

    December 10th, 2007 at 15:04

  4. jeffry aulia

    padang peace broooooooooooo

    December 21st, 2007 at 20:11

  5. trisna

    ya batua tu bang sayyid…yang namonyo ranah minang tu luas, kerinci di jambi juga masuk lo…paralu diingek pulo bahwa daerah bangkinaang yang masuk riau kini tu adalah masuk nagari asal urang minang atau istilahnyo luhak, cuma dek karano dikotakkan jo propinsi jadi beda…jadi mulai kini mari samo2 urang minang perkenalkan diri sebagai urang minangkabau bukan padang lagi….

    May 30th, 2008 at 19:52

  6. Jen

    Tolong donk
    Terjemahkan ke bhs Padang:
    “Selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam, silakan menikmati, silakan mencicipi, selamat datang Bu/Pak, bagaimana rasanya?, ada yang bisa saya bantu?, permisi, terima kasih atas kunjungannya”
    Thx

    July 24th, 2008 at 12:17

  7. trio

    yang penting sesama orang minang kita hidup rukun,.. apalagi kita punya adat basandi syara, syara basandi kitabullah… seperti itulah kita sebagai orang minang, include padang,padang panjang, bukit tinggi,dll. salam sukses untuk pemimpin minang yang akan membimbing anak nagari ka jalan yang bana.

    July 30th, 2008 at 12:46

  8. qq

    salamaik pagi, salamai siang, salamaik sore, salamaik malam,salamaik manikmati, salamaik mangicok, salamaik datang buk/pak, ba a rasonyo?, ando nan bisa ambo(denai/waden)tolong?, parmisi/ numpang tanyo/ numpang lalu(lewat)… tarimokasih lah singgah kamari…

    August 2nd, 2008 at 15:44

  9. panji

    bahasa minang itu gampang, karena nilai sastranya rendah, hanya copy paste dari sastra melayu, contohnya:

    lada —> lado
    cabe —> cabo
    kucing —> Kuciaang
    Kancing —> Kanciaang

    jadi kosa kata minang sangat minim,
    inilah sekedar informasi

    August 10th, 2008 at 22:30

  10. Maya Lestari GF

    cabe= cabo? rasonyo ndak pernah mandanga tu da…..

    tambahan:
    bahasa minang standar:
    kuciang takonciang di baliak dindiang, ariang

    bahasa minang sarilamak:
    kucin takoncin diboliak dindin, oghin..

    bahasa minang standar:
    -bara piti nan kau minta, Piak?
    +saketek nyo da, sapuluah ribu se
    -Ha? ma sadang?

    bahasa minang-indonesia raya:
    -berapa uang yang kau minta, Pik?
    +sedikit uda, cuma 10 ribu
    -Ha? mana sedang?

    (kalimat terakhir gurauan A.A Navis)
    Woakakakakkk………….

    August 19th, 2008 at 12:02

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)