You're here: My City Blogging » Padang » Article: Potensi Peternakan di Sumatera Barat
Diam-diam, propinsi Sumatera Barat ternyata mempunyai potensi yang cukup besar di bidang peternakan. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan sapi dari propinsi Sumatera Barat meraih penghargaan dalam Pekan Nasional Kelompok Tani dan Nelayan Andalan XII yang diselenggarakan di Palembang, dengan menyisihkan 6 nominasi lainnya.
Metode yang digunakan oleh Dinas Peternakan Sumbar untuk mendapatkan sapi unggulan ini adalah dengan metode sperma beku (frozen semen) produk Balai Inseminasi Buatan (BIB) Tuah Sakato.
Keberhasilan ini membuat pemerintah (instruksi Presiden melalui Menteri Pertanian) berniat mengembangkan sapi dengan metode yang digunakan Dinas Peternakan, yakni sapi simmental di Sumbar dengan pola Village Breeding Center (VBC).
Sapi unggulan ini dinilai mempunyai potensi yang bagus untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak, karena sapi yang memenangi kejuaraan memiliki berat, 827 Kg, panjang 172 cm, tinggi 147 cm, lingkar dada 225 cm, dengan umur 2 tahun 11 bulan mempunyai harga jual sekitar Rp22 juta/ekornya.
Penulis sendiri melihat pengelolaan peternakan yang baik akan berdampak kepada masakan rendang. Maksudnya, semakin baik kualitas daging yang dipakai, maka rendangnya pun akan semakin enak dan bisa dijual kepada konsumen-konsumen tertentu yang memiliki cita rasa tinggi.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.
ivan
Kalau kita kumpulkan peduduk sumatera barat yang berwira usaha hampir dapat dipastikan yang berkumpul sebagian besar adalah pemilik rumah makan dan penjual pakaian. Generasi muda minang sebaiknya melihat peluang usaha yang lain yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan manfaat yang lebih besar terhadap perkembangan intelektualitas sehingga bisa menjadi enterpreneur yang siap menghadapi persaingan dengan dunia luar. Banyak orang bilang bahwa saingan etnis tionghoa dalam berdagang hanyalah orang padang. Benarkah demikian? saya pikir jawabannya tidak. Kita hanya bisa bersaing di dua bidang itu saja sedangkan etnis tionghoa jauh lebih variatif dan lebih maju dibandingkan pengusaha minang.
July 21st, 2007 at 04:04
dian restu nalia
peternakan? bener2 suatu solusi yang sangat bijak untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, tapi tunggu dulu…tentu saja masyarakat tidak dapat bergerak sendiri tanpa dukungan dari pemeritah daerah.
saya sebgai mahasiswa ekonomi pembangunan sangat heran mengapa pemerintah kita tidak berspesialisasi untuk pengembnagan ekonomi rakyat di bidang peternakan. padahal subsektor pertanian inilah yang paling mudah dikembangkan dan dilakukan oleh seluruh masyarakat, bahkan anak SD sekalipun.
seandainya pemerintah kita mempunyai perencanaan ekonomi yang mengarah kepada prinsip spesialisasi atau konsentrasi kepada pengembangan apa yang ada atau apa yang kita miliki, sehingga nantinya diharapkan kita seperti mempunyai identitas sendiri. seperti Sumbar sebagai propinsi penghasil daging sapi terbesart di indonesia.
sesuatu akan mudah dilakukan apabila mempunyai tekat, tanggung jawab, dan rasa kepemilikan yang besar. jika pemerintah benar2 serius untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka peternakan adalah solusi arah perencanaan yang baik
September 23rd, 2007 at 15:06
Riri Satria
Saya setuju bidang ini dijadikan salah satu roda penggerak ekonomi Sumatera Barat disamping agribisnis lainnya secara umum. Soalnya di sini kita tidak punya potensi sumber daya mineral yang jumlahnya signifikan sehingga ekonomis untuk diekpolitasi, pariwisata pun akan masih bermasalah karena masih mencari bentuk dan budaya masyarakat kita yang relatif tertutup (beda dengan Bali, Penang, Phuket, etc, mereka memiliki budaya yang relatif terbuka), … saya pikir, peternakan atau agribisnis secara umum adalah ide yang bagus …
September 29th, 2007 at 10:52
andri
saya sangat setuju seandainya pemerintah sumbar lebih memperhatikan sektor-sektor yang sangat potensial sekali untuk dikembangkan, dalam hal ini saya melihat sektor peternakan,,, walaupun saya sebagai mahasiswa teknik mesin di ITB, tapi saya sangat antusias sekali mengenai pengembangkan ternak sapi,, bahkan saya merencanakan untuk memulai mengembangkan bisnis pengemukan sapi, karena prospek kedepannya sangat bagus. seperti kita ketahui indonesia masih mengimpor sebagian dari kebutuhannya.
August 9th, 2008 at 15:17