You're here: My City Blogging » Padang » Article: Jalan Lintas Sumatera
Pulau Sumatera mempunyai dua buah jalan jalur utama yang digunakan untuk mengakomodasi transportasi, baik untuk transportasi manusia maupun untuk jalur perdagangan. Kedua buah jalur utama tersebut dinamai Jalan Lintas Sumatera (ada juga yang menamainya Jalan Raya Lintas Sumatera atau Jalur Lintas Sumatera), yang dibagi menjadi jalan lintas Sumatera bagian Timur (yang pertama kali dibangun) dan jalan lintas Sumatera bagian Barat (yang dibangun kemudian).
Jalan raya lintas Sumatera Timur melalui propinsi DI NAD (Daerah Istimewa Nanggroe Aceh Darussalam), Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung. Sementara jalan lintas Sumatera Barat melalui propinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung.
Beberapa kota di Sumatera Barat yang dilalui oleh jalan lintas Sumatera bagian Barat ini adalah kota Bonjol, Bukit Tinggi, Padang Panjang, Padang, Painan, dan Tapan.
Kondisi jalan lintas Sumatera (baik bagia Timur maupun Barat) tidak pernah terurus dengan baik. Jalan yang berlubang, bahkan saking besarnya lubang kadang kerap dijuluki kubangan kerbau, membuat para pengguna jalan lintas Sumatera mesti ekstra hati-hati karena perjalanan bisa terhambat akibat kendaraan mengantri saat melalui jalan-jalan yang rusak tersebut.
Bahkan, saat ini, jalan lintas Sumatera mengalami kerusakan yang cukup parah, meski ‘hanya’ sepanjang 706km (dari total 7455 kilometer jalan lintas Sumatera). Diperkirakan dibutuhkan anggaran sedikitnya Rp 6,7 triliun untuk memperbaiki kondisi jalan agar mulus kembali.
Perbaikan jalan ini dirasakan sangat mendesak, terlebih lagi bulan Ramadhan dan Syawal sudah cukup dekat (lebih kurang 60-90 hari lagi). Lho, apa hubungannya?
Hubungannya adalah pada saat bulan Ramadhan dan Syawal tersebut, pengguna jalan lintas Sumatera bisa dipastikan meningkat dengan drastis karena banyaknya pemudik yang akan menggunakan jalan tersebut, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
Apabila jalan telah diperbaiki dan mulus kembali, para pejabat di Departemen Perhubungan, terutama di divisi Perhubungan Darat, mesti melakukan pengawasan terhadap kendaraan-kendaraan besar yang ditengarai menjadi penyebab rusaknya jalan lintas Sumatera. Pengawasan terutama mesti difokuskan kepada penggunaan sumbu roda, karena dari hasil penyelidikan didapatkan data bahwa kendaraan dengan sumbu roda tunggal menjadi kontributor terbesar kerusakan jalan, dibandingkan dengan kendaraan dengan sumbu ganda.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.