Lemang
Lemang adalah makanan yang biasanya disajikan dengan rendang. Meski lemang selalu tersedia setiap saat, namun keberadaan lemang akan ‘lebih terasa’ pada saat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Saat ini lemang banyak dijual di banyak daerah, namun para penggemar lemang akan sepakat bahwa lemang yang paling enak adalah lemang yang berasal dari daerah asalnya, yakni Padang.
Lemang bisa dianalogikan dengan lontong jika di jawa ataupun ketupat, hanya saja rasanya dan cara pembuatannya sedikit berbeda. Perbedaan terutama karena adanya unsur santan, sehingga membuat lemang lebih gurih dan relatif berlemak. Perbedaan lainnya adalah bahan pembuatnya. Meski bahan dasar lemang adalah beras, namun ada juga yang menggunakan beras ketan atau bahkan ketan. Yang membedakan beras dan beras ketan atau ketan adalah daya tahan serta cita rasanya.
Cara membungkus lemang hampir serupa dengan lontong, namun cara memasaknya yang membuatnya juga cukup unik, yakni dengan memasukkan beras/beras ketan/ketan ke dalam tabung khusus. Selanjutnya tabung tersebut dibakar. Cara membakar lemang akan menentukan rasa. Secara tradisional, tabung ini biasanya dibakar dengan menggunakan sabut kelapa selama waktu tertentu. Sedangkan di jaman modern seperti sekarang, metode memasaknya beraneka ragam, bisa menggunakan oven, microwave, ataupun kompor gas. Namun tentu saja rasanya tidak seenak lemang yang dimasak dg cara tradisional.
Pengalaman penulis sendiri, lemang yang terbuat dari beras ketan lebih enak dimakan bersamaan rendang, dibandingkan dengan lemang yang terbuat dari beras. Rasanya yang gurih serta teksturnya yang kenyal membuat lemang beras ketan lebih cocok di lidah penulis. Sedikit subyektif memang, tapi kenyataannya, lemang beras ketan lebih cepat habis dibandingkana lemang beras biasa. ;-)
Lemang sendiri biasa diperjualbelikan dan cukup laris terutama di bulan Ramadhan seperti sekarang ini. Harga dan cara penyajiannya bervariasi. Ada yang dijual terpisah, ada juga yang dijual dengan rendang, sebagai satu paket makanan.
Harga rata-rata 1 tabung lemang berkisar Rp 15 ribu - Rp 20 ribu. Apabila dijadikan satu paket makanan dengan rendang, harganya berkisar Rp 30 ribu atau lebih.
Nah, sebentar lagi Idul Fitri akan tiba. Ayoooo….siapkan perut untuk makan lemang + rendang!!

Ikuti diskusi Ada 6 komentar untuk artikel ini.
sayyid
ondeh mak, taragak wak untuak capek2 pulang kampuang… Oh Sigiran, tunggu wak yo… jan bahari rayo tanpa awak disampiang danau Maninjau…
(hahahahha)
October 1st, 2007 at 19:20
Lemang Laku di Daerah Lain — Padang @ MyCity
[…] lemang memang terkenal tidak hanya di daerah Sumatera Barat (Padang), namun juga di daerah lain, terutama […]
October 1st, 2007 at 22:56
Saherman
Lemang, seperti halnya juga rendang, memang lebih dikenal yang berasal dari Sumatera Barat. Namun daerah lain di Sumatera juga memelikinya. Karena saya dari Bengkulu, sejak kecil saya akrab dengan lemang. Saya tidak tahu apakah tabung yang dimaksudkan oleh penulis di sini sama dengan bambu seperti orang Bengkulu memasak lemang yang dibakar bara api dibawah bambu-bambu berjejer miring untuk memasak lemang itu.
Saya pikir, lemang atau rendang lebih terkenal dari Sumatera Barat karena rumah makan Padang yang menjamur di seluruh pelosok tanah air hingga di mancanegara. Mungkin perlu ada penelitian secara lebih mendalam mengenai makanan unik ini. Kalaupun memang yang lebih dikenal adalah yang berasal dari tanah Minang, apa yang membedakannya dengan daerah-daerah lain sepanjang pulau Sumatera?
Walau bagaimanapun, keunikan ragam makanan dan produk budaya lokal lainnya harus kita lestarikan. Di tengah serbuan globalisasi budaya saat ini, jangan sampai kekayaan budaya kita menjadi hilang.
Salam dari orang-orang Bengkulu untuk saudara-saudara kami dari Minang. Mari terus upayakan pelestarian budaya kita.
October 2nd, 2007 at 13:56
Arus Mudik Ke Sumatera Barat — Padang @ MyCity
[…] mudik untuk bertemu sanak keluarga….jangan lupa mencicipi lemang dan rendang istimewa!!! *foto di atas adalah menggambarkan kesibukan di Bandara Internasional […]
October 11th, 2007 at 10:02
auliahazza
@Suherman : lemang memang berwadah dari bambu dan memasaknya persis seperti yang bapak uraian.
Bengkulu itu tetangganya Sumatera Barat, dan logat-logatnya juga hampir sama. dan pastilah ada beberapa makanan yang sama dengan orang Minangkabau, begitulah pula masakan Bengkulu ada yang sama dengan Minangkabau.
October 18th, 2007 at 10:00
dewi
untuk bang suherman…
bengkulu kan dekat dengan sumatra barat jadi pasti mirip lah, lagian perlu juga dikaji sejarah soalnya orang minang tuh suka merantau bang dari zaman dahulu kala…jadi mungkin saja orang bengkulu nenek moyangnya dari luhak nan tigo juga atau negeri asal di ranah minang…
May 30th, 2008 at 18:56