You're here: My City Blogging » Padang » Article: Akibat Terlalu Percaya Ramalan Tidak Jelas

Akibat Terlalu Percaya Ramalan Tidak Jelas

Muhammad Fahmi Aulia — December 25, 2007 / 18:59

Ramalan bahwa akan terjadi gempa dahsyat (dan disusul tsunami) pada tgl 23 Desember 2007 ternyata ditelan mentah-mentah oleh sebagian besar masyarakat Padang (dan Sumatera Barat umumnya). Walhasil, sejak Sabtu, 22 Desember 2007, banyak penduduk yang beramai-ramai meninggalkan rumahnya, mengungsi ke tempat-tempat lain yang dirasa aman.

Akibatnya pasar dan jalanan utama mendadak sepi dari lalu lintas kendaraan dan hilir mudik penduduk yang biasanya beraktivitas. Jalanan utama di Padang yang biasanya ramai, seperti Jalan Khatib Sulaiman, Sudirman, Bagindo Aziz Chan, hingga sepanjang kompleks Permindo dan Damar terlihat sepi dari lalu lintas kendaraan.

Sejumlah pertokoan di sepanjang jalan tersebut juga terlihat tutup, misalnya rumah makan, toko buku, baju dan bengkel. Pusat-pusat ekonomi seperti pasar mendadak lengang. Bahkan di Kota Padang sejak Sabtu sore hingga kemarin, tidak banyak toko yang buka dan beraktivitas. Kalaupun ada yang buka, pengunjung bisa dihitung dengan jari.

Beberapa waktu sebelumnya, Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi, sudah menghimbau warga untuk tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak termakan isu gempa bumi berpotensi tsunami itu.

Namun nampaknya himbauan pak Gubernur ini tidak digubris. Masyarakat masih lebih percaya ramalan Jucelino Nobrega da Luz asal Brasil yang tidak jelas itu. Diperkirakan kerugian karena ‘macetnya’ aktivitas perdagangan ini mencapai puluhan miliar rupiah.

Duh, mudah2an masyarakat Padang, Sumbar (dan Indonesia) bisa lebih rasional lagi menerima informasi, sehingga hal-hal (dan kerugian) seperti ini bisa dicegah.

Namun, simulasi gempa tempo hari menurutku tetap diperlukan, sebagai latihan agar warga tidak mudah panik.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. sandynata

    kesimpulannya, edukasi dari pemerintah belum terserap oleh masyarakat, walopun jaman sekarang udah serba teknologi namun masih belum ada yang mampu meramal kapan datangnya gempa

    masyarakat juga sepertinya lupa atau kurang perhatian terhadap pemberitaan sebelumnya (gempa jogja misalnya) pada waktu itu juga sempat muncul isu gempa, media masa pun telah berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa belum ada teknologi utk meramal gempa

    December 31st, 2007 at 10:19

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT