Bersiap Menyambut Gempa, Malah Banjir Yang Datang
Gempa, bencana alam yang sudah ‘dinanti’ para warga, ternyata tidak kunjung datang pada tanggal 23 Desember hingga 25 Desember 2007 ini. Justru bencana alam lain, yang ‘tidak terduga’, datang menghampiri dan membuat kerusakan di kota Padang dan daerah Sumatera Barat.
Bencana tersebut adalah banjir, yang timbul akibat hujan selama beberapa hari terakhir.
Sedikitnya 6 (enam) rumah hanyut di Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pessel. Sementara itu, 3 (tiga) orang warga di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), dilaporkan hilang akibat banjir yang melanda daerah itu dengan ketinggian air mencapai 2,5 meter.
Menurut Ketua Satkorlak PB Sumbar, Ade Edward, pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terkait, untuk mendapatkan informasi terbaru, baik mengenai kerusahakan bangunan maupun hilangnya para warga.
Satkorlah sendiri telah melakukan evakuasi terhadap ratusan warga yang terjebak banjir. Para korban dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, di Pasar Lubuk Buaya Padang.
Hingga saat ini, hujan deras masih mengguyur Kota Padang, Sumbar, dan sejumlah daerah kabupaten/kota lainnya, yakni, Padang Pariaman, Padang Panjang, Agam, Solok dan Pessel.
Semoga bencana gempa (yang tidak jadi datang) ini tidak digantikan dengan bencana banjir.
Ayo…ayo…bersiap menghadapi bencana banjir (dan gempa)!

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
dodot
rasanya itu adalah tugas pemerintah, n semua ini tidak akan terjadi kalau sebuah kota memiliki tatakota yang baik, pasar dimana-mana, lahan pertanian menjadi perumahan, lahan perhutanan dan taman menjadi lahan produksi untuk kepentingan pribadi,
jadi, mendingan ubah dech tata kota nya
December 27th, 2007 at 13:06
Korban Banjir (masih) Terlantar — Padang
[…] Pemerintah kota Padang belum menampakkan tanda-tanda menurunkan bantuan kepada para pengungsi banjir. Aku sendiri tidak tahu persis, mengapa Pemda Padang terkesan lambat, bahkan tidak siap menghadapi bencana banjir ini. Barangkali karena pemda Padang lebih fokus pada bencana gempa dan tsunami, sehingga melupakan banjir. […]
January 5th, 2008 at 15:22
Abbode
Sebaiknya mungkin kota PAdang membuat waduk yang berfungsi mengalihkan aliran air sehingga tidak langsung brojol ke tengah kota. Misalnya batang air kuranj, gunung nago dan batang anai di alirkanke satu waduk/danau. Disamping bis abuat pariwisata bisa juga untuk dibuat PLTA..
June 16th, 2008 at 11:48