You're here: My City Blogging » Padang » Article: Ada ‘Pub Berjalan’ di Padang
Padang memang kota yang unik. Setelah menjadi salah satu kota yang tidak berterminal, kali ini Padang punya sensasi baru. Apa yah? Saya menyebutnya ‘pub berjalan”. Ya, memang sedikit aneh, tapi itulah realitanya.
Jika senja mulai merangkak, ‘pub-pub’ semakin gencar beraksi. Santernya lagi, pub-pub tersebut sudah beroperasi dari pagi. Hanya saja, blink lamp-nya off dulu, dan digantikan dengan hard music. Dan barulah ketika gelap sudah menampakkan diri, semuanya on.
Mungkin pembaca mulai bertanya-tanya, sebenarnya apa sih ‘pub berjalan” yang ada di kota Padang itu? Bukan pub keliling, tapi saran transportasi kota Padang yang di-make over sedemikian rupa. Sehingga kesannya ketika menumpanginnya serasa berada dalam pub. Ya, ini dapat pembaca temukan di bus-bus kota, angkot-angkot yang ada di Padang. Semuanya hampuir sama. Uniknya lagi pemilik angkot dan bus kota berlomba-lomba memodif kendaraan mereka dengan alibi menarik penumpang. Pemandangan ini sudah biasa bagi masyarakat kota Padang yang bedomisili di daerah, Khatib sulaiman-Tabing, Arai Pinang-Indarung-Gadut, Jati-Gunung Pangilun, Labor-Minang Plasa .
Keberadaan angkot dan bus seperti ini jelas sedikit mengganggu kenyaman bertransportasi. Betapa tidak, disamping mengganggu juga rawan kecelakaan. Sebagian besar penumpang resah dengan kondisi seperti itu, sebab sebelum turun mereka harus dengan suara lantang meneriaki sopir bus untuk berhenti. Kalau tidak, bus tidak akan berhenti dikarenakan sound yang keras. Begitu juga bila telah malam. Umumnya bus dan angkot layak seperti terlihat seperti pub berjalan. Musik distel keras-keras dengan lagu yang tak jelas ditambah lagi dengan kelap-kelip lampu disco. Lalu TV LCD yang ada pada bus dan angkot tersebut dihidupkan dengan tayangan yang mengarah pada ketidaksesnonohan, meskipun itu cuma lagu.
Dikhawatirkan keadaan yang demikian rawan dengan tindak kriminalitas dalam angkot dan bus. Sebab bisa saja, para ‘pengidola dompet’ bereaksi tanpa diketahui, sebab gelap dan tak jelas wajahnya.
Menelisik alasan para pemilik angkot dan bus seperti hanya untuk gengsi saja dan menarik penumpang yang pada umumnya anak-anak sekolah. Perlu untuk diketahui, tidak semua anak sekolah yang suka dengan kondisi alat transportasi yang seperti itu. Lagi pula pelajar sekarang sudah banyak yang membawa kendaraan pribadi.
Tidak itu saja, kondisi alat transportasi yang seperti itu, membawa prestise negatif terhadap aspek sos-bud masyarakat Padang sendiri. Kepada siapakah hal itu akan dipertanggungjawabkan? Pemerintah yang berwenang atau pemelik usaha jasa trasnportasi? Lalu bagaimana dengan rule yang mengatur semua itu? (Rahmadanil)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
Onto
Danil, kalau saya tidak salah artikel ini kan dah di publish di PMAILS… Wah ketahuan deh anak PMAILSnya…
Gak kreatif ah…
January 6th, 2008 at 18:02
Nayel
kalau mau berhenti dengan menjerit SIKO CIEEKKKK
kunjungi juga http://kotapalembang.blogspot.com dan http://andalas-comunity.blogspot.com
January 23rd, 2008 at 15:23
3nda padang
“wah kren g’ tuh angkot2 x ,,,,,,,,g’ klh kan m (nfs underground),,,trz klw d dlam x bs denger lagu dr dangdut,pop,rnb,and rock kayak consert gt
klaw lo mau k padang jgn lp naik angkot y ,,,,,,, waw,,tp klw lo jntungan mending g’usah naik deh slain dr music x yg ngerock tp jg sopir x gila2an bw angkot loh,,,,,g’ mahal kok cuma 1000 bwt pelajar / 2000 bwt umum murah meriah deh,,”
February 11th, 2009 at 14:33