You're here: My City Blogging » Padang » Article: Mahalnya Daging, Bagaimana Nasib Rendang?
Belakangan ini harga daging sapi melonjak begitu tinggi, hingga mencapai harga Rp 50 ribu lebih per kilogramnya. Bahkan di Aceh, harga daging sapi mencapai Rp 80 ribu/kg. Akibatnya jelas, banyak warga yang menjerit karena biaya hidup mereka otomatis akan ikut membubung tinggi apabila mereka berniat mengonsumsi daging.
Efek sampingnya, para warga berusaha mengakali situasi sulit ini. Bagi ibu-ibu rumah tangga, usaha yang bisa dilakukan untuk mengakali hal ini adalah dengan menyajikan daging ayam atau ikan yang harganya relatif lebih murah daripada daging sapi.
Lalu bagaimana dengan para warga yang membuka usaha warung, terutama warung Padang? Daging sapi, bagi para pengusaha warung Padang, merupakan bahan dasar yang teramat vital. Bagaimana tidak, daging sapi merupakan bahan dasar makanan Rendang, makanan khas Padang/Sumatera Barat. Bisa dikatakan, tanpa rendang, warung Padang bukanlah warung Padang.
Di Jakarta sendiri, di beberapa warung Padang yang biasa aku jadikan tempat makan, aku tidak melihat adanya perubahan ukuran rendang yang dijual. Biasanya jika harga komponen makanan tertentu naik, para pedagang ’secara otomatis’ akan ‘menyesuaikan’ (baca: memperkecil) ukuran barang dagangannya.
Untunglah para pengusaha warung Padang tidak melakukan hal ini. Barangkali mereka takut kehilangan pelanggan, apabila mereka memperkecil ukuran rendang.
Semoga pemerintah melakukan tindakan untuk menurunkan harga daging sapi. Jika tidak, kasihan para pengusaha warung Padang, karena aku perkirakan rendang bisa menghilang dari menu warung Padang jika harga daging sapi kian tak terkendali.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.