You're here: My City Blogging » Padang » Article: Penutupan Warung Makan di Bukittinggi

Penutupan Warung Makan di Bukittinggi

Muhammad Fahmi Aulia — September 4, 2008 / 09:48

Sebuah berita yang ‘mengejutkan’ saya baca. Dari situs ini, saya peroleh informasi bahwa Satpol PP kota Bukittinggi akan melakukan sweeping dan penutupan terhadap warung-warung yang buka di siang hari selama bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kaum Muslim bisa beribadah (shaum) dengan lebih nyaman.

Terus terang, saya kok merasa gundah dengan hal-hal seperti ini. Ok, kaum muslim perlu lingkungan yang nyaman untuk menjalankan ibadah shaum. Tapi, bagi saya pribadi, sikap dan aksi sweeping dan penutupan warung makan bukanlah solusi yang terbaik.

Sebagaimana dikatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumbar. Beliau mengatakan agar aksi ini jangan main pukul rata begitu saja. Karena ada tempat wisata yang sering dikunjungi oleh non muslim, dan mereka berhak untuk makan minum.

Fiuh…repot juga urusan seperti ini. Semoga jangan terjadi kasus seperti ini dan ini ya?

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. auliahazza

    Penutupan dengan cara kasar, memang tidak setuju. Tapi ini sudah dikasih tahu bertahun-tahun. Masak ga ngerti-ngerti juga sih …

    Beda ya sama Bali. Waktu Nyepi, para wisatawan tidak keberatan untuk tidak menyalakan lampu, tidak mengendarai motor/mobil, tidak menyalakan pengeras suara dll. Di Bali, saat Nyepi, menjadi daya tarik yang bagus bagi wisatawan. Sebagai tamu kita harus mengikuti segala aturan tuan rumahnya. Kalau sebentar-sebentar kita nurutin apa kemauan tamu, bisa diinjak-injak kita. Ingat lho, Minangkabau adalah salah satu provinsi yang diincar untuk diberangus dan ditaklukan.

    Kalau sudah tahu bulan puasa, kenapa ga makan dulu di hotel, minum di bis. Kalau ga suka aturan yang ada, ga usah datang. Jangan apa-apa nyalahin gara-gara bulan puasa, periuk nasi tidak mengebul.

    Seingat saya, orang minang itu panjang akal, banyak akal, kreatif dan inovatif. Mana ? baru segitu aja kok cengeng.

    Contoh : adakan makan bajambah buka puasa atau sahur. Wow pasti seru tuh. Perlombaan membuat lamang tapai terpanjang. Perlombaan bagus-bagusan bangunin orang sahur. Dll deh.

    September 9th, 2008 at 11:59

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • harry octaviatna AD — Jakarta, 02 dec 2008 Kepada yth, Bapak/Ibu produser / sutradara di jakarta Dengan hormat, Saya yang tertulis dibawah ini atas nama biodata ; - Nama ...
  • yudha — alloo edelweis band,pkbrnya? msh igt yudha EO edelweiss Bpp,wah tmbh sukses y kalian.. gw jd ikt seneng ne.. berto,dicky n avid kangen ...
  • Andri — dear Bp Amril Salam Terminix International Indonesia Kami adalah perusahaan yang bergerak di bidang Anti Rayap untuk proyek proyek pembangunan, bila ada ...
  • Nurjanah — buat para siswa yang ingin lanjut ke PTN negeri yang ckup terkenal, kayaknya g' perlu sampe mrubah nilai rapor segala..... terima ...
  • eshape — He...he...he... kalau dipikir lucu juga ya. Aku sudah lama pingin main ke rumah pak Ugi dan pak Yani [beruang coklat.com], gak ...
  • nizar — Bung Aryasheva, klo lho nggak ngerti tupoksi suatu instansi nggak usah deh banyak komentar. BPOM itu tugasnya mengawasi Produk2 ...
  • dwi — memang enak klu berduaan apalagi ama pcr,coz bisa mengerjakan pr kehidupan yg tertunda,hehehehe.Kita harus lakukan pekerjaan itu sebelum kita berpisah ...
  • eshape — @Febri Bener mas, namanya Cikarang baru Golf. Silahkan diambil fotonya. Mumpung gratis. Salam
  • Febri — Ya ini sih namanya Cikarang Baru Golf. Tempat orang "sekedar" olah raga (Minggu pagi). Jadinya tempat belanja. Ibarat malamnya nongkrong ...
  • rara — eh mantap! Go go TPC :) Keep on blogging! Hehehehe