You're here: My City Blogging » Padang » Article: Penutupan Warung Makan di Bukittinggi
Sebuah berita yang ‘mengejutkan’ saya baca. Dari situs ini, saya peroleh informasi bahwa Satpol PP kota Bukittinggi akan melakukan sweeping dan penutupan terhadap warung-warung yang buka di siang hari selama bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kaum Muslim bisa beribadah (shaum) dengan lebih nyaman.
Terus terang, saya kok merasa gundah dengan hal-hal seperti ini. Ok, kaum muslim perlu lingkungan yang nyaman untuk menjalankan ibadah shaum. Tapi, bagi saya pribadi, sikap dan aksi sweeping dan penutupan warung makan bukanlah solusi yang terbaik.
Sebagaimana dikatakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumbar. Beliau mengatakan agar aksi ini jangan main pukul rata begitu saja. Karena ada tempat wisata yang sering dikunjungi oleh non muslim, dan mereka berhak untuk makan minum.
Fiuh…repot juga urusan seperti ini. Semoga jangan terjadi kasus seperti ini dan ini ya?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
auliahazza
Penutupan dengan cara kasar, memang tidak setuju. Tapi ini sudah dikasih tahu bertahun-tahun. Masak ga ngerti-ngerti juga sih …
Beda ya sama Bali. Waktu Nyepi, para wisatawan tidak keberatan untuk tidak menyalakan lampu, tidak mengendarai motor/mobil, tidak menyalakan pengeras suara dll. Di Bali, saat Nyepi, menjadi daya tarik yang bagus bagi wisatawan. Sebagai tamu kita harus mengikuti segala aturan tuan rumahnya. Kalau sebentar-sebentar kita nurutin apa kemauan tamu, bisa diinjak-injak kita. Ingat lho, Minangkabau adalah salah satu provinsi yang diincar untuk diberangus dan ditaklukan.
Kalau sudah tahu bulan puasa, kenapa ga makan dulu di hotel, minum di bis. Kalau ga suka aturan yang ada, ga usah datang. Jangan apa-apa nyalahin gara-gara bulan puasa, periuk nasi tidak mengebul.
Seingat saya, orang minang itu panjang akal, banyak akal, kreatif dan inovatif. Mana ? baru segitu aja kok cengeng.
Contoh : adakan makan bajambah buka puasa atau sahur. Wow pasti seru tuh. Perlombaan membuat lamang tapai terpanjang. Perlombaan bagus-bagusan bangunin orang sahur. Dll deh.
September 9th, 2008 at 11:59