You're here: My City Blogging » Padang
Pasca gempa hebat di akhir September 2009 lalu, pasokan air bersih di kota Padang masih belum berjalan normal lagi. Hal ini dikarenakan banyaknya pipa milik PDAM yang rusak, sehingga distribusi air bersih menjadi sulit.
Hingga saat ini, baru 85% jaringan yang telah diperbaiki. Toh hal ini tidak bisa menjamin pasokan air bersih bagi para pelanggan, karena sifatnya yang masih sementara.
Untuk mengatasi kekurangan pasokan air bersih, PDAM Kota Padang mengoperasikan mobil-mobil tangki ke kompleks-kompleks permukiman yang selama ini menjadi pelanggan PDAM.
Semoga krisis air ini bisa diatasi pihak PDAM.
Sumber dari sini.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Pagi ini saya mendapat informasi, dari TV, bahwa Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi, mendapat panggilan dari Puri Cikeas, kediaman Presiden terpilih, SBY. Beliau mewawancarai dan diskusi dengan Gubernur Sumbar berbagai hal.
Usai wawancara dengan presiden, Gamawan Fauzi mengisyaratkan bahwa dirinya akan memegang jabatan sebagai Menteri Dalam Negeri.
Saya sendiri menilai dipilihnya Gamawan Fauzi karena keberhasilan beliau dalam memimpin daerah Sumatera Barat. Meski ada juga yang mengatakan dia dipilih karena menjadi gubernur pertama yang mendukung SBY.
Hmm…bagaimana menurut anda?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Saya sempat mendengar adanya isu diskriminasi dalam penanganan korban gempa di Sumatera Barat kemarin. Bunyi isu tersebut, adanya diskriminasi bantuan terhadap warga keturunan Ciina, dengan tidak memberikan bantuan yang semestinya mereka dapatkan.
Terus terang, saya kaget juga mendengar isu seperti ini, meski sebenarnya hal-hal seperti ini bukanlah hal baru di Indonesia. Toh, saya masih tidak mengerti mengapa pada saat bencana pun masih terjadi hal-hal seperti ini?
Untungnya, saya membaca berita yang berisi pernyataan Ketua Harian Sarkorlak Penanggulangan Bencana Sumatra Barat (Sumbar), Marlis Rahman, yang menegaskan, tidak ada diskriminasi evakuasi korban gempa bagi warga keturunan di Kota Padang, dan semua korban diperlakukan sama sebagai warga negara Indonesia.
Syukurlah…!! merasa lega
Foto dari sini.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Untuk menenangkan hati/batin para korban gempa, terutama yang kehilangan banyak anggota keluarga, maka Pemerintah Kota Padang, dalam hal ini dilakukan oleh Walikota Padang, Fauzi Bahar, telah meminta sebanyak 2.000 pemuka agama terdiri atas ustad, mubalig, buya, dan pimpinan Ormas Islam untuk memberikan siraman rohani berupa ceramah bagi korban gempa di kota itu.”Ini agar korban bisa dengan sabar dan tenang menerima bencana yang telah terjadi. Dua ribu pemuka agama itu bisa memberikan ceramah melalui kegiatan wirid dan zikir bersama, di rumah-rumah ibadah agar korban dapat lebih tabahn dan makin meningkat ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Fauzi Bahar di Padang.
Hal ini bisa dimaklumi, karena saya yakin para korban gempa akan mengalami guncangan jiwa yang sangat besar, terutama yang kehilangan harta dan jiwa. Jika tidak mawas diri, bisa dipastikan guncangan jiwa ini bisa berakibat fatal, entah itu stres berkepanjangan dan bahkan mengganggu jiwanya.
Mubalig, perlu terus mengajak umatnya senantiasa melakukan perbuatan yang diridoi oleh Allah SWT. Imbau mereka untuk memperbanyak istigfar, zikir, membaca tahlil dan tahmid sera senantiasa berdoa agar Padang dan Sumbar terhindari dari berbagai bencana.”Trauma tidak usaha dihadapi berkepanjangan, karena bisa merusak kehidupan di masa datang. Semua bencana adalah atas kehendak Allah SWT sehingga manusia hanya bisa menerimanya dengan tabah dan sabar,” kata Walikota Padang ini.
Memang, agama bisa menjadi solusi bagi jiwa-jiwa yang terganggu. Semoga saudara-saudara kita di Padang dan Sumatera Barat bisa lebih tenang jiwanya.
Kutipan diambil dari sini.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Gempa tidak pernah pandang bulu terhadap korban. Buktinya, banyak tempat ibadah yang mengalami kerusakan akibat peristiwa gempa kemarin.
Hasil survey menunjukkan bahwa lebih dari 1.240 tempat ibadah rusak. Dari jumlah itu diperkirakan sebagian besar tidak bisa digunakan lagi dikarenakan sudah rata dengan tanah.
Data Satuan Koordinasi Pelaksana (Sarkorlak) Penanggulangan Bencana Sumbar di Padang, Selasa, menyebutkan, kerusakan tempat ibadah itu terdiri atas 687 unit rusak berat, 396 rusak sedang dan 257 unit rusak ringan.
Tempat ibadah yang rusak itu adalah masjid, gereja, vihara dan kelenteng yang berada di delapan daerah kota dan kabupaten yang terkena gempa.
Tempat ibadah paling banyak mengalami kerusakan adalah di Kabupaten Padang Pariaman mencapai 418 unit rusak berat, rusak sedang (140) dan rusak ringan (13).
Kemudian di Kota Padang, 151 unit rusak berat, 120 unit rusak sedang dan 108 rusak ringan, lalu di Kota Pariaman, 47 unit rusak berat, rusak sedang (20) dan rusak ringan (21).
Di Kabupaten Agam, sebanyak 49 tempat ibadah rusak berat 49 unit, rusak sedang (54) dan rusak ringan (52).
Tempat ibadah yang rusak berat juga terdapat di Kota Padang Panjang (5), Kabupaten Solok (4), Kabupaten Tanah Datar dan Pasaman masing-masing dua unit.
Mudah-mudahan rusaknya tempat ibadah ini tidak lantas membuat saudara-saudara kita di Padang dan sekitarnya menjadi malas beribadah.
Foto dari sini.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Sektor pendidikan ternyata tidak luput dari kerusakan yang diakibatkan oleh gempa.
Universitas Andalas (Unand) contohnya. Diperkirakan perbaikan terhadap fasilitas yang rusak akibat bencana gempa kemarin akan menelan biaya lebih dari Rp 70 miliar. Hal ini dikarenakan banyaknya fasilitas kampus, terutama laboratorium, yang tidak bisa dipakai lagi karena rusaknya yang sedemikian parah.
Rektor Unand, Prof.Dr. Musliar Kasim, menyatakan hal ini beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Padang Prof.Dr.Z Mawardi Effendi mengaku, akibat gempa pihaknya membutuhkan dana sebesar Rp40 miliar untuk perbaikan gedung dan pengadaan alat-alat laboratorium yang rusak.
“Hampir seluruh gedung kami rusak, terutama rektorat, laboratorium FMIPA, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi yang lama, dan FBSS,” kata Rektor UNP.
Gambar dari sini.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Tahukah anda, berapa besar kerugian yang ditimbulkan oleh bencana gempa yang terjadi tgl 30 September 2009 lalu? Ternyata diperkirakan lebih dari Rp 2 triliun, dengan rincian sebagai berikut:
Sumber dari sini.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Walau gempa dahsyat kemarin merusak banyak tempat wisata di Sumatera Barat, ternyata hal ini tidak menurunkan pesona pariwisata yang dimiliki Sumbar. Hal ini dikarenakan masih cukup banyak tempat wisata di Sumbar yang tidak terkena gempa, meski memang pariwisata Sumbar sempat terpukul.
Sebagai contoh, pesona pantai Mentawai yang begitu menawan banyak turis, entah itu dalam negeri maupun luar negeri.
Oleh karenanya, Pemerintah Daerah Sumatera Barat terus menggalakkan citra positif pariwisata Sumbar.
Saya kutip beberapa pernyataan yang terkait dengan pariwisata Sumbar pasca gempa. Sumber dari sini.
“Sumbar memiliki wilayah yang luas, dan masih banyak objek wisata unggulan seperti di Bukittingi, Tanah Datar, Pasaman maupun Mentawai yang tidak terkena gempa dan menarik untuk dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara,” kata Kabid Pemasaran Disbudpar Pemprov Sumbar, Danang, dalam keterangan persnya di Crisis Center Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta. Direktur Promosi Luar Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Fathul Bahri, menyatakan, pihaknya optimistis pariwisata di Sumbar akan pulih sesegera mungkin pascagempa.
Semoga pariwisata Sumbar segera pulih yak?! :-)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Gempa dahsyat yang melanda Sumatera Barat tgl 30 September 2009 lalu ternyata membuat sektor pariwisata Sumbar cukup hebat. Hal ini dikarenakan banyak sarana dan prasarana pariwisata di Sumbar, terutama Padang, yang rusak berat.
Diperkirakan lebih dari 11 hotel di Padang dan sekitarnya tidak bisa beroperasi dalam jangka dekat karena parahnya kerusakan yang diderita.
Sudah terbayang kerugian yang akan diderita oleh para pelaku bisnis di bidang Pariwisata, karena hilangnya turis yang semestinya berkunjung di tempat mereka. Di tahun 2008 tercatat lebih dari 130 ribu orang turis yang datang ke Sumatera Barat.
Untuk lokasi wisata di Sumbar, saya sempat melihat berita di TV, tidak terlalu parah kerusakan yg dialami. Danau Maninjau sendiri mengalami longsoran tanah yang bisa dikatakan tidak terlalu parah, sehingga masih bisa dikunjungi dalam waktu dekat, usai dilakukan pengamanan.
Foto dari sini.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Semalam saya melakukan pencarian berita-berita yang dirasa cukup menarik dan membantu, terkait dengan bencana gempa yang terjadi di Sumatera Barat tgl 30 September 2009 lalu. Dari hasil pencarian, saya dapatkan berita-berita berikut ini:
Semoga berita-berita di atas berguna. :-)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja