You're here: My City Blogging » Palu

Disbudpar Lakukan Dokumentasi Megalit

1 comment fritzinfo — June 26, 2009 / 9:52 pm

PALU - Keberadaan Megalit di Lore Utara dan Lore Tengah, Kabupaten Poso, menjadi perhatian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulteng. Megalit yang termasuk benda cagar budaya (BCB) yang berharga itu didokumentasikan dengan piranti digital selama tiga hari (20-22 Juni) di kawasan Lembah Napu. Kepada Radar Sulteng kemarin (23/6), Kepala Disbudpar Sulteng Drs Suaib Djafar menuturkan proses digitalisasi dokumensi megalit tersebut dilakukan sebagai upaya pelestarian dan pemeliharaan BCB. Sebab selain dokumentasi, pihaknya juga melakukan pendataan kondisi megalit. “Dasarnya masih cukup baik, tetapi ada beberapa yang telah berlumut di makan usia. Megalit yang seperti itu akan mendapatkan perawatan yang tentunya sesuai spesifikasi perawatan arkeologi. Tidak bisa sembarangan,” ujar Suaib.

Ditemuai di ruang kerjanya, Suaib juga menjelaskan hasil pendokumentasian akan menjadi bahan promosi wisata yang bernilai promotif sekaligus edukatif bagi generasi muda Sulteng. Sebab begitu banyak megalit yang menakjubkan akan dapat diketahui dan dipelajari orang banyak. Sedikitnya ada 11 situs dengan ratusan patung megalitar di lembah Napu hingga Lemba Bada, yang sempat didokumentasikan.

Keberadaan megalit-megalit tersebut, menurut Suaib akan dilestarikan sekaligus dikelola dalam suatu kawasan wisata megalit khusus berkriteria culture, adventure, dan natural (CAN). Sehingga disamping fungsi pelestarian dan pemelirahaannya, fungsi wisata juga didapatkan. Karena itu, Suaib mengaku selain melakukan pendokumentasian pihaknya juga melakukan survei sekaligus pembinaan masyarakat. “Pembentukan kawasan wisata memerlukan pembenahan sarana dan prasarana,” jelasnya. Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Tanjung Karang Datangkan Ratusan Wisman Asing

Comments fritzinfo — June 26, 2009 / 9:45 pm

PALU– Pantai Tanjung Karang memiliki potensi yang luar biasa. Peter Maronniak, salah satu bisnisman yang bergerak di bidang resort diving (olahraga selam) kepariwisataan mengatakan pantai tanjung karang adalah pantai yang dinilainya sangat indah.

Semua jenis ikan dan terumbu karang dapat dilihat di tanjung karang melalui diving. “Lautnya sangat bersih dan jernih,” ujarnya.

Setidaknya, menurut dia, kawasan olahraga divingnya bisa mendatangkan seribuan wisatawan mancanegara (wisman) tiap tahun ke Donggala. Diantaranya turis dari Eropa Barat seperti Belanda, Jerman, Swiss dan Asutria. “Mereka suka dengan tanjung karang karena lautnya yang jernih,” ujar Peter. Dengan datangnya wisman, bisa meningkatkan pendapatan penduduk lokal. “Mereka pastinya menyewa alat alat selam dari penduduk local,” ujar Peter. Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Dero-Modero gerakan penuh persahabatan-kekerabatan-kedamaian

5 comments fritzinfo — August 3, 2008 / 10:55 am

Dero atau yang sering di sebut juga Modero merupakan sebuah tarian yang membuat rasa persahabatan, kekerabatan dan kedamaian semakin lekat. Saya pribadi sebagai individu asli dari sumber tarian tersebut sampai saat ini hanya mengerti struktur dan arti dari tarian ini yakni persahabatan-kekerabatan-kedamaian, kesimpulan itu saya tarik sendiri berdasarkan apa yang saya lihat dan dengar dari pembicaraan orang disekitar saya, karena referensi mengenai budaya tersebut masih minim bahkan sangat jarang saya temukan, tetapi saya yakin di dalam tarian tersebut ada sebuah arti yang sangat sakral bagi orang-orang di tempat asal budaya Dero/Modero. sungguh sebuah ironi bagi saya pribadi karena tidak paham lebih dalam mengenai budaya sendiri yang notabene hidup dan besar di lingkaran itu.

Apakah ini sebuah tanda bahwa “anak muda” sekarang lupa akan budayanya sendiri??… jika pertanyaan itu di ajukan kepada saya, tentunya saya akan menjawab dengan lantang “TIDAK”… banyak alasan [yang tentunya masuk akal] untuk menyanggah tuduhan seperti itu. lupa dengan budaya sendiri tidak bisa di ukur dari sisi seperti itu, asalkan kita sebagai asli daerah bisa mengerti setidaknya arti dari sebuah budaya walaupun definisinya tidak harus sedetail seperti dimana budaya tersebut muncul pertama kalinya, dan yang terpenting kita bisa menerjamahkan budaya tersebut berdasarkan pola kita dan sesuai dengan makna sesungguhnya yang terkandung didalamnya.

Count: Dero/Modero adalah tarian dengan formasi melingkar yang diikuti ratusan orang, dikenal masyarakat Poso-Morowali, Sulawesi Tengah [Sulteng], sebagai tarian perdamaian. peserta tari tersebut juga saling berpegangan tangan yang menandakan rasa persatuan dan persahabatan, meski sebelumnya tidak saling mengenal. Dero biasanya dilakukan pada malam hari, seusai warga menghadiri acara pesta pernikahan, pesta panen [Padungku] atau acara lainnya. Bahkan hingga menjelang matahari terbit, Dero masih tetap berlanjut. tarian itu biasanya diiringi musik organ tunggal [sekarang, - dulunya memakai gong kecil] dengan dua penyanyi. Penyanyinya umumnya juga melantunkan lagu berbahasa daerah atau lagu populer lainnya dengan iringan irama agak cepat. tempo lagu yang agak cepat membuat penari Dero lebih bersemangat, bergoyang sambil berputar searah jarum jam atau sebaliknya. Dalam situasi normal, dero dipentaskan malam hari, usai acara pesta pernikahan, pesta panen [Padungku] atau acara lainnya. Sering pula dero digelar sampai pagi dengan penuh suka cita. lupa waktu tak masalah karena begitulah sebagian cara masyarakat Poso-Morowali menikmati perdamaian. Dero menjadi arena persahabatan sekaligus perdamaian. lihat saja, dalam Dero, setiap orang bebas masuk ke dalam lingkaran. dan langsung menggandeng tangan orang di sebelahnya. tidak ada yang pernah menolak penggandengan tangan itu karena dero memang ajang untuk bergembira dan mencari sahabat tanpa peduli apa agamanya. Tari Dero ini juga disebut dengan Tari Pontanu, jenis tari pergaulan di mana para penonton diajak ikut menari dengan saling bergandengan tangan membentuk lingkaran. tarian asal Poso dan Morowali, Sulawesi Tengah itu selalu dilakukan pada setiap acara-acara pernikahan, pesta panen [Padungku] dan syukuran lainnya di Poso-Morowali. tari Dero itu masih tetap dipertahankan di beberapa kampung di Poso-Morowali hingga kini.

Dari beberapa potongan referensi di atas kita sudah bisa melihat sebuah arti sesungguhnya dari budaya Tarian Dero/Modero.. sungguh sebuah budaya [bisa dibaca: kebiasaan] yang agung dimana dengan sebuah tarian bisa mempererat tali persahabatan, kekerabatan dan kedamaian walaupun di dalam lingkaran tarian tersebut berbagai ragam dan ras individu yang bergerak membuat sebuah rotasi yang berputar dengan indah. lingkaran yang terbentuk bersamaan dengan tangan bergandeng erat menandakan sebuah kekokohan yang tak ingin lepas dari putaran roda kehidupan yang dijalaninya dan di iringi dengan tawa serta nyanyian sebagai syair dalam mengiringi setiap masalah. dari sebuah tarian ini patutlah kita mengambil sebuah arti yang sangat istimewa untuk kita aplikasikan di dalam kehidupan yang notabene disekitar kita banyak individu yang berlainan sifat dan karakternya untuk mencapai sebuah nilai kehidupan yang hakiki. Kadang kita lupa bahwa kita juga seharusnya berkaca lewat sebuah budaya, karena di dalam sana banyak norma yang sangat pantas untuk kita tiru dengan nilai-nilainya yang sakral.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Massa Desak Gubernur Mekarkan Sulawesi Timur

8 comments fritzinfo — March 18, 2008 / 12:47 am

Foto by AbdeeKeinginan masyarakat yang bermukim di wilayah timur Propinsi Sulawesi Tengah untuk mendirikan propinsi sendiri terus bergolak. Rabu siang, ratusan warga dan mahasiswa mendesak gubernur Sulawesi Tengah untuk segera mengeluarkan rekomendasi pemekaran propinsi Sulawesi Timur. Pengunjukrasa mendesak gubernur Sulawesi Tengah lengser dari jabatan bila tidak memberikan rekomendasi pemekaran propinsi Sulawesi Timur. Massa Desak Gubernur Mekarkan Sulawesi Timur Palu - Keinginan masyarakat yang bermukim di wilayah timur Propinsi Sulawesi Tengah untuk mendirikan propinsi sendiri terus bergolak. Rabu siang, ratusan warga dan mahasiswa mendesak gubernur Sulawesi Tengah untuk segera mengeluarkan rekomendasi pemekaran propinsi Sulawesi Timur. Pengunjukrasa mendesak gubernur Sulawesi Tengah lengser dari jabatan bila tidak memberikan rekomendasi pemekaran propinsi Sulawesi Timur. Aksi yang dimulai dari depan rumah dinas gubernur Sulawesi Tengah di Jalan Muhammad Hatta ini kemudian bergerak menuju kantor gubernur di Jalan Sam Ratulangi. Mereka membawa sejumlah spanduk dan panflet serta selebaran yang intinya mendesak agar Gubernur Sulawesi Tengah Banjela Paliudju segera mengeluarkan rekomendasi pemekaran Propinsi Sulawesi Timur. Bahkan sebuah spanduk berisi tiga tuntutan rakyat Sulawesi Timur bila aspirasi mereka tidak diterima yakni menolak membayar pajak, ajakan mogok PNS dan pelengseran Gubernur Banjela Paliudju. Tampak pula bendera yang sudah didesain sebagai bendera propinsi Sulawesi Timur.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Cuaca Buruk, Premium Langka Di Palu

Comments fritzinfo — March 3, 2008 / 1:28 pm

Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kota Palu mengalami kekurangan pasokan dari pertamina. Ini terjadi lantaran kapal tanker yang membawa BBM kesulitan membawa pasokan ke Sulawesi Tengah akibat cuaca buruk di Selat Makassar. SPBU di jalan Muhammad Yamin ini contohnya. Sejak kamis sore SPBU ini sudah kehabisan stok premimum. Sedangkan untuk pasokan hari jumat belum diperoleh kepastian akan tiba. Akibatnya, SPBU ini tidak dapat melayani konsumen yang menggunakan premium. Beberapa karyawan di SPBU ini terlihat memberikan informasi kepada pelanggan bersepeda motor dan membutuhkan premium. Menurut pengawas SPBU Omi, kekurangan pasokan di SPBU ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Bahkan pasokan yang masuk dari pertamina juga sudah mengalami pengurangan sampai 40 persen dari permintaan. Kondisi serupa juga terjadi di SPBU di Jalan Sisingamangarja. Antiran kendaraan sudah terjadi sejak pagi hari. Konsumen khawatir tidak kebagian BBM. Akibatnya barisan kendaraan memadati SPBU.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Valentine Day’s

2 comments fritzinfo — February 14, 2008 / 3:19 am

 

Ket. Gambar: cupid - design by caksono

Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine melalui ‘greeting card’, pesta persaudaraan, tukar bertukar-tukar memberi hadiah dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu. Sungguh merupakan hal yang menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri ‘terjun’ dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut ‘Syuhada’) yang kerana kesalahan dan bersifat ‘dermawan’ maka dia diberi gelaran Saint atau Santo. Pada tanggal 14 Februari 270 M, satu. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (satu. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup,maka para pengikutnya memperingati kematian satu. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’. Tetapi sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi perayaan bukan keagamaan’.Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta ’supercalis’ kemudian ikaitkan dengan upacara kematian satu. Valentine. Penerimaan upacara kematian satu. Valentine sebagai ‘

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Bangun Investasi dengan Konsep Tumbuh Bersama

1 comment andimiswar — January 17, 2008 / 2:37 pm

H. Andi Mulhanan Tombolotutu, SH [Ketua DPRD Kota Palu]

SEMANGAT otonomi daerah telah membawa implikasi bagi berbagai daerah, termasuk Kota PaIu. Dengan adanya otonomi, segenap kemajuan kawasan menjadi tanggungjawab penuh daerah untuk melakukan pengembangannya sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah masing masing.

Kata Investasi pun kerap muncul. Hal ini menjadi wajar di tengah kompetisi setiap daerah untuk mendorong pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan penciptaan lapangan kerja. Namun, pengelolaan konsep investasi juga perlu melihat aneka kondisi

Dalam melihat investasi kita tidak boleh parsial. Investasi rnemiliki beberapa faktor yang menjadi kerangka acuan untuk memberikan kenyamanan dalam proses pertumbuhannya. Kita sudah mesti mengerti potensi apa yang dimiliki daerah kita, yang sesuai kondisi kondisi riil yang ada […] Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Kota Palu Raih Swasti Saba Padapa

3 comments andimiswar — January 17, 2008 / 2:21 pm

Kota Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah meraih penghargaan Swasti Saba Padapa sebagai kota sehat dari Departemen Kesehatan. Kemenangannya ini didasarkan pada kawasan tertib lalu lintas, pelayanan transportasi sehat dan pariwisata sehat. Forum Kota Sehat juga terbentuk hingga tingkat kelurahan. Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Kaledo.. yummii…!!

Comments fritzinfo — January 12, 2008 / 12:22 am

Kemarin siang lagi bingung mau kemana, tiba-tiba ada sms masuk yang mengajak untuk makan siang, dan kali ini lagi-lagi saya di traktir oleh teman tersebut, tapi karena bingung memilih menu apa yang akan di konsumsi siang itu, akhirnya terlintas untuk menikmati makanan khas kota palu [kaili] yakni Kaledo. dan lokasi yang dipilih adalah warung makanan khas kaili yang berada di dekat silae beach..hhmm.. sungguh nikmat..!!

Inilah suguhan makanan khas kota palu [kaili] tersebut:

Kaledo semacam jenis makanan berkuah yang bening dengan bumbu hanya cabe rawit yang telah dihaluskan, garam secukupnya dan asam mentah yang terlebih dahulu direbus dan dilumatkan. Dengan bahan utama tulang sapi dengan sedikit dagingnya.

<

p align=”justify”>Bahan : Daging dan tulang kaki sapi - 1 Kg Asam jawa mentah - 5 ruas panjang Cabe rawit hijau - 15 butir Garam secukupnya. Jeruk nipis.

Cara Pembuatan : * Cuci daging dan tulang kaki sapi hingga bersih * Jerang air dalam panci hingga mendidih * Masukkan daging dan tulang sapi, masak hingga empuk * Buang air rebusan daging dan tiriskan, kemudian jerang air di panci lainnya, masukkan kembali daging yang telah dimasak, ini diperlukan untuk mengurangi lemak pada air rebusan * Setelah air mendidih, masukkan garam caberawit hijau, penyedap rasa, dan asam jawa ke dalam rebusan daging dan tulang * Tutup dan rebus kembali hingga daging dan tulang kaki sapi matang * Sajikan dalam keadaan hangat, beri taburan bawang goreng sebagai penguat aroma. * Tambahkan jeruk sesuai selera.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Festival Danau Poso Bukti Keamanan Membaik

14 comments fritzinfo — January 8, 2008 / 2:55 am

Festival Danau Poso (FDP) yang digelar 6-10 Desember 2007 menbuktikan situasi keamanan di bekas daerah konflik Poso, SUlawesi Tengah, membaik. Wakil Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulteng, Jethan Towakit, di Palu, Selasa, mengatakan setelah fakum sembilan tahun sejak 1997 akibat konflik komunal, FDP yang berpusat di Tentena, Kecamatan Pamona Utara, kembali digelar. “Terselenggaranya event kebudayaan dan pariwisata ini menjadi bukti, situasi keamanan dan proses rekonsiliasi di Poso berjalan baik,” katanya. FDP yang mengangkat tema “merajut tali persaudaraan dengan nilai-nilai budaya dan pariwisata yang berkearifan lokal” diikuti delegasi budaya dari 10 kabupaten/kota di Sulteng, serta duta budaya provinsi tetangga seperti, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara. “Diperkirakan lebih 1000 duta budaya akan meramaikan FDP dan menjadi saksi proses rekonsiliasi melalui pendekatan sosial budaya,” kata Towakit yang juga ketua panitia pelaksana FDP. Even yang menghabiskan anggaran Rp600 juta dari APBD Perubahan 2007 ini menampilkan belasan pagelaran di antaranya, busana daerah, upacara adat, musik dan lagu daerah, serta tarian daerah.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL UPDATES

FEATURED POSTS

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

COMMENT