Festival Danau Poso Bukti Keamanan Membaik
<
p align=”justify”>
Festival Danau Poso (FDP) yang digelar 6-10 Desember 2007 menbuktikan situasi keamanan di bekas daerah konflik Poso, SUlawesi Tengah, membaik.
Wakil Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulteng, Jethan Towakit, di Palu, Selasa, mengatakan setelah fakum sembilan tahun sejak 1997 akibat konflik komunal, FDP yang berpusat di Tentena, Kecamatan Pamona Utara, kembali digelar.
“Terselenggaranya event kebudayaan dan pariwisata ini menjadi bukti, situasi keamanan dan proses rekonsiliasi di Poso berjalan baik,” katanya.
FDP yang mengangkat tema “merajut tali persaudaraan dengan nilai-nilai budaya dan pariwisata yang berkearifan lokal” diikuti delegasi budaya dari 10 kabupaten/kota di Sulteng, serta duta budaya provinsi tetangga seperti, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara.
“Diperkirakan lebih 1000 duta budaya akan meramaikan FDP dan menjadi saksi proses rekonsiliasi melalui pendekatan sosial budaya,” kata Towakit yang juga ketua panitia pelaksana FDP.
Even yang menghabiskan anggaran Rp600 juta dari APBD Perubahan 2007 ini menampilkan belasan pagelaran di antaranya, busana daerah, upacara adat, musik dan lagu daerah, serta tarian daerah.
<
p align=”justify”>Selain itu, memilih putra-putri duta wisata Sulteng, pameran produk dan soevenir, penyajian makanan khas, lomba perahu hias, lomba renang dan dayung, tarik tambang di atas perahu, dan adu gasing. “Yang jelas ini akan menjadi pesta rakyat,” katanya. Danau Poso yang memiliki luas sekitar 32 ribu hektare yang membentang dari utara ke selatan sepanjang 32 kilometer, terletak di kota Tentenan, Kabupaten Poso. Danau yang berada pada ketinggian 657 meter dari permukaan laut itu dapat dicapai dengan perjalanan darat sekitar 57 kilometer dari kota Poso atau sekitar 283 kilometer dari Kota Palu, Ibukota Sulawesi Tengah. Selain panorama alam yang cantik dan ikan purba Sugili di Danau Poso, Tentena juga memiliki sejumlah obyek wisata alam seperti, gua Pamona dan Latae yang menjadi termpat penyimpanan mayat, air terjuan Saluopa bertigkat 12, serta air terjun Sulewana yang saat ini dimanfaat menjadi PLTA.
[Source: beritapalu.com]


Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.