Semarang rentan bencana?
Hari ini diundang oleh GTZ GLG (for Good Local Governance) untuk menghadiri seminar tentang kebencanaan untuk menanggulangi bencana di Kota Semarang.
Datang sekitar jam 8 tepat sesuai dengan undangan, ternyata acara mundur sampai 1 jam lebih. Pembicara hari ini menghadirkan Ir.Imam BUchori dari UNDIP, Ibu Sri Rejeki dari Unika Soegijapranata dan Rahma Marry Herwati dari LBH Semarang.
Ke 3 pembicara memaparkan bahwa kota Semarang mungkin tidak terlalu rentan dengan bencana alam namun pastinya rentan terhadap bencana lingkungan atau ekologi.
Bencana lingkungan disebabkan oleh ulah manusia sendiri yang tidak menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan lingkungan. Kota Semarang rentan terhadap bencana banjir, rob dan longsor. Kebanyakan dari potensi bencana yang timbul diatas di karenakan ulah manusia sendiri atau kebijakan pemerintah kota Semarang yang disinyalir tidak berpihak pada lingkungan. Kebijakan untuk membuka area hijau di kota atas yang dialihfungsikan akhirnya mengurangi area serapan air untuk kota Semarang dan mempertinggi potensi bencana banjir.
Sayang sekali banyak instansi pemerintah yang berkepentingan dengan kebijakan pembangunan kota Semarang tidak hadir sehingga arah diskusi tidak berlanjut menjadi sebuah konklusi final.

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
Budi Putra
Saya kira kita memang harus senantiasa concern dengan masalah lingkungan seperti ini.
Saya juga menyesalkan mengapa banyak pejabat instansi pemerintah di Semarang tidak menghadiri seminar tentang bencana tersebut. Ntar kalo benar-benar terjadi bencana, para pejabat kalang-kabut tidak tahu harus berbuat apa; tetapi pas dikasih materi dan visinya dalam seminar seperti ini malah tidak datang.
Posting yang menarik, Oom Didut.
December 12th, 2007 at 6:45 pm
Taufan
Saya sepakat dengan komentar mas Budi Putra.
Masalah seperti ini adalah bagian dari “Global Warming”, yang benar adanya akan mengubah iklim di berbagai belahan dunia. tak terkecuali di Semarang. Himbauan saya, bagi seluruh masyarakat agar lebih waspada, utamanya bagi masyarakat billboard disini! Keberadaan billboard menjadi bagian tanggungjawab yang tak terpisahkan baik oleh pemain, pengguna maupun Pemda!
Waspada!
February 22nd, 2008 at 8:59 pm