You're here: My City Blogging » Semarang » Article: Pasar Tradisional Sebagai Pusat Kuliner

Pasar Tradisional Sebagai Pusat Kuliner

didut — July 11, 2008 / 10:13 pm

Setelah sekian tahun tinggal di kota ini, akhirnya saya menyadari sesuatu dari hal yang saya suka yaitu makan-makan.

Ya, saya baru sadar kalau di Kota Semarang pasar tradisional mempunyai pola sebagai pusat kuliner disaat senja dan malam. Setelah kegiatan utama pasar yaitu jual beli selesai, perlahan-lahan tenda-tenda mulai dipasang dan ketika senja menjelang kegiatan hiruk pikuk kuliner sudah menggeliat.

IMG_0266 (Small)

Kalau gambar diatas ini saya ambil di Pasar Jatingaleh. Di malam hari kita bisa menjumpai jenis makanan apa saja di pasar ini, dari sekedar gorengan, nasi goreng, gudeg, sate, nasi rames, nasi kucing, ayam goreng, lengkap pokoknya.

Saya sudah melihat juga pola yang sama di Pasar Johar-pasar tradisional terbesar di Semarang, di sekitar Pasar Gayamsari, Pasar Peterongan bahkan di sekitar pasar tradisional yang kecil seperti Pasar Mrican-pun saya menemukan pola yang hampir sama.

Bagaimana dengan pasar tradisional di kota anda?

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. zaenudin

    Aduh bagus banget blognya…bisa dong bagi-bagi tips dalam ngeblog, Thank’s.
    Salam: zae at http://patrabudaya.blogspot.com

    January 6th, 2009 at 3:43 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Citilink Garuda

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT