← Kembali ke halaman depan

Pasar Tradisional Sebagai Pusat Kuliner

Setelah sekian tahun tinggal di kota ini, akhirnya saya menyadari sesuatu dari hal yang saya suka yaitu makan-makan.

Ya, saya baru sadar kalau di Kota Semarang pasar tradisional mempunyai pola sebagai pusat kuliner disaat senja dan malam. Setelah kegiatan utama pasar yaitu jual beli selesai, perlahan-lahan tenda-tenda mulai dipasang dan ketika senja menjelang kegiatan hiruk pikuk kuliner sudah menggeliat.

IMG_0266 (Small)

Kalau gambar diatas ini saya ambil di Pasar Jatingaleh. Di malam hari kita bisa menjumpai jenis makanan apa saja di pasar ini, dari sekedar gorengan, nasi goreng, gudeg, sate, nasi rames, nasi kucing, ayam goreng, lengkap pokoknya.

Saya sudah melihat juga pola yang sama di Pasar Johar-pasar tradisional terbesar di Semarang, di sekitar Pasar Gayamsari, Pasar Peterongan bahkan di sekitar pasar tradisional yang kecil seperti Pasar Mrican-pun saya menemukan pola yang hampir sama.

Bagaimana dengan pasar tradisional di kota anda?

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)