You're here: My City Blogging » Semarang » Article: Akibat Terjangan Angin, 444 Rumah Rusak
Terjangan angin dan hujan deras yang melanda Kecamatan Tembalang, Rabu (8/10), berdasarkan hasil inventarisasi Pemkot Semarang mencapai 444 rumah. Sebagaimana diberitakan oleh Harian Suaramerdeka online, Kerusakan ini terdiri atas 13 rumah rusak berat, 131 rusak sedang, dan 300 rusak ringan. Masing-masing berada di Kelurahan Sendangguwo dan Tandang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Kendati demikian, dua warga Sendangguwo harus dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami luka-luka.
Mereka adalah Joko Pitoyo (24), yang menderita luka bakar lantaran tersengat aliran listrik dan Bambang (30), luka robek karena tertimpa genteng. Sejak pagi kemarin, warga di dua kelurahan itu secara bergotong-royong membersihkan tempat mereka dan menyingkirkan batang-batang pohon pelindung yang melintang di jalan.
Sedangkan yang lain terlihat memperbaiki genteng rumah mereka yang porak-poranda diterjang angin. Sujiono, warga Sendangguwo mengatakan, angin kencang telah meluluhlantakkan rumahnya.
Bagian atap rumahnya tersapu angin dan sebagian besar temboknya roboh. Akibatnya, ia mengalami kerugian jutaan rupiah. ’’Saat kejadian saya berada di dalam rumah. Namun, syukur tidak mengalami luka-luka,’’ katanya.
Atas kejadian itu, Pemkot kemarin langsung meninjau ke lokasi bencana angin puting beliung di dua kelurahan tersebut. Wali Kota Semarang H Sukawi Sutarip SH juga menyerahkan bantuan kepada warga korban bencana alam.
’’Yang memerlukan bantuan, 13 rumah yang rusak barat dan 131 rumah yang rusak ringan. Untuk meringankan beban warga, dalam jangka pendek kami memberikan bantuan kepada mereka,’’ katanya.
Selain itu, Sukawi meminta warga bersabar dan antarwarga saling membantu serta bekerja sama. Ada banyak instansi yang akan membantu.
Kamis (9/10) pagi, tiga peleton anggota TNI juga turut membantu memperbaiki rumah warga.
Pada kesempatan itu, dia mengungkapkan rasa prihatinnya atas bencana alam yang menimpa warga. Menurutnya, dua kelurahan tersebut merupakan daerah yang rawan angin puting beliung. Oleh karena itu, ke depan harus ditata dengan baik. ’’Jangka panjangnya mungkin perlu relokasi atau penguatan fisik,’’ katanya.
Camat Tembalang Drs Endro Pudyo M MSi mengingatkan, pada musim pancaroba ini warga yang tinggal di dua kelurahan tersebut diminta mewaspadai angin puting beliung.
Selain itu, ia juga meminta warga untuk membersihkan selokan atau saluran di daerah masing-masing. Dengan demikian, saat memasuki musim hujan, tidak terjadi banjir.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.